Gudang Burung – Hal lain yang tak kalah penting dalam pemilihan bakalan Murai Batu adalah mengenai tempat asal Murai Batu tersebut. Tentu saja, yang tak lain dan tak bukan favorit Murai Batu lovers adalah jenis Murai Batu yang berasal dari M…

 Gudang Burung  – Memilih Murai Batu bakalan tak hanya diperhatikan segi fisik, usia, maupun tingkah lakunya saja. Tetapi juga suara kretekannya. Apa itu kretekan? Kretekan yang bagus adalah kretekan keras. Kretekan keras tidak berkorelasi a…


Gudang Burung – Setelah dari segi fisik serta usia, kita dapat mengetahui karakter seekor burung dari bagaimana tingkahnya ketika dipegang oleh seseorang. Seperti halnya ketika akan memilih Murai Batu. Hal ini sangat sederhana, tetapi juga sangat penting.
Karena karakter burung bisa dinilai dari mentalnya. Mental burung yang bagus adalah ketika burung tersebut kita pegang, maka burung tersebut memberikan perlawanan. Entah dengan berusaha mematuk tangan kita, ataupun bersuara dengan kencang.
Jika demikian, beruntunglah anda karena burung tersebut masuk ke dalam kategori burung bermental bagus, yang ketika di adu dengan burung lainnya tidak ‘’mbagong’’.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)


Gudang Burung  – Ketika segi fisik dari memilih bakalan Murai Batu telah kita lalui bersama, tetapi kita masih merasa bingung menyangkut memilih Murai Batu bakalan yang bagus. Bagaimana jika demikian? Apa tidak ada cara yang lain?
Tentu saja ada. Ketika dari segi fisik telah kita lalui, mulai dari segi kaki, warna bulu dada, maka hal yang dapat kita lakukan agar mengetahui burung bakalan yang akan kita beli muda ataukah sudah tua, anda dapat melakukan hal berikut ini.
Mintalah izin terlebih dahulu dengan penjual burung untuk menangkap burung tersebut. Setelah itu, bilanglah kepada si penjual untuk membuka paruh burung Murai Batu tersebut. Jika :
  •         Rongga mulut berwarna putih atau cerah, berarti Murai Batu tersebut tergolong Murai Batu yang muda.
  •     Rongga mulut berwarna hitam atau gelap, berarti Murai Batu tersebut tergolong Murai Batu yang telah dewasa.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)


Gudang Burung  – Dalam memilih Murai Batu bakalan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah mengenai warna serta bentuk ekor dari burung tersebut, serta warna bulu dada. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.

Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah warna ekor serta bentuknya dan bulu dada. Mengapawarna ekor serta bentuknya dan bulu dada?

Dari segi ekor serta bentuknya : pilihlah Murai Batu yang ekornya tidak terlalu panjang, berukuran medium yakni sekitar 15-25 cm. Serta dari pangkal bulu hingga ujung bulu melengkung ke bawah. Biasanya burung ber ekor seperti ini cepat jadi dan anda akan melihat ekornya yang cantik ketika burung berkicau.

Dari segi warna bulu dada : pilihlah Murai Batu yang bulu dadanya berwarna kuning ke oranyean. Tapi usahakan yang dominan warna kuning, atau warna kuningnya lebih cerah daripada warna oranye nya. 

Demikian sedikit tips yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau lainnya. Salam kicau. (rsp)


Gudang Burung – Dalam memilih Murai Batu bakalan yang pertama kali diperhatikan adalah mengenai bentuk warna kaki dari burung tersebut. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.

Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah kaki burung itu sendiri. Mengapa kaki?
Karena kita dapat menilai umur atau usia burung dari warna serta tekstur kakinya. Untuk yang direkomendasikan adalah memilih Murai Batu yang kakinya berwarna hitam mengkilap dan tidak bersisik.
Karena apabila kakinya berwarna hitam saja dan telah bersisik, maka Murai Batu tersebut sudah tergolong dewasa yang mungkin juga sulit untuk dipelihara. Jikalau terpaksanya tidak ada atau susah mendapatkan burung yang berkaki hitam mengkilap dan tidak bersisik, sebaiknya anda mencari ke tempat yang menjual burung Murai Batu yang belakangan ini semakin banyak di kota-kota besar.
Tips lainnya adalah memilih Murai Batu yang berkaki putih, karena untuk Murai Batu berkaki seperti ini tergolong masih muda yang berumur sekitar 3 bulan. Tetapi jangan memilih yang masih berwarna merah muda atau pink, karena Murai Batu tersebut sedang dalam proses yang dinilai masih memerlukan perhatian yang lebih dari si penjual Murai Batu tersebut.


Gudang BurungDalam memilih Murai Batu bakalan yang pertama kali diperhatikan adalah mengenai bentuk paruh dari burung tersebut. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.
Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah paruh burung itu sendiri. Mengapa paruh?
Karena dari segi bentuk maupun ukuran paruh burung Murai Batu akan mempengaruhi panjang-pendeknya suara yang dihasilkan nantinya. Dan juga berhubungan langsung dengan keras atau lemahnya suara yang dihasilkan.
Pemilihan burung yang berdasarkan paruh ini sebenarnya tergantung selera masing-masing penghobi burung itu sendiri, serta bagaimana melatih burung peliharaannya.
·         Bentuk paruh yang tipis dan lurus : volume suara antara rendah-medium, tetapi panjang dalam hal trecetan serta besetan yang tajam. Dan juga burung berparuh seperti ini lebih mudah ‘’jadi’’. Bentuk paruh yang tebal dan lurus : volume burung antara medium-tinggi, tetapi perlu waktu yang lebih untuk membuat burung berparuh seperti ini agar suaranya semakin dahsyat.

 Gudang Burung – Sering kita jumpai di pasar-pasar burung dimana dijual burung kenari hasil tangkaran dalam kandang ombyokan, hampir rata-rata kenari yang dijual di kandang ombyokan tersebut berusia dua hingga tiga bulan.Sehingga harganya pun …

Gudang Burung – Ketika anda akan memasterkan seekor burung ciblek , sebaiknya andaharus membaca informasi yang akan saya sajikan berikut ini . Semoga sedikit informasi ini bisa membantu para pembaca agar memilih ciblek dengan kualitas yang bagus ….

Gudang Burung – Burung Cucak Ijo termasuk salah satu burung yang banyak dicari karena memiliki karater suara yang khas. Selain itu, burung ini juga sering diperlombakan untuk mencari salah satu yang memiliki kualitas kicauan paling bagus. Tid…

Gudang Burung – Burung murai batu tidak bisa dilepaskan dari sangkar yang didiaminya. Dikutip dari blog Simuraibatu, sangkat memegang peranan penting untuk menentukan seberapa nyamannya si burung.Oleh sebab itu, dalam memilih sangkar mur…

Gudang Burung – Bisnis burung Gelatik Silver belakangan meroket karena banyaknya permintaan pasar. Tak ayal, banyak penjual burung Gelatik Silver bermunculan. Terlebih dalam menjual indukan Gelatik Silver.Usaha untuk memperoleh gelatik silver…

http://www.gudangburung.com/
Gudang BurungSepuluh tahun lalu, seorang ahli merpati balap di Jakarta Barat pernah berucap, beternak merpati balap itu harus berawal dari hobi. Dengan begitu ada kemauan untuk belajar. Sebaris kalimat itu sampai saat ini masih menjadi resep rahasia keberhasilan banyak pehobi dan penangkar merpati balap di tanahair.



Berikut lanjutan 10 fakta yang bisa menambah pengetahuan para pehobi merpati balap.


6. Sepasang induk babu paling bagus meloloh 1 telur, tetapi 2 telur pun masih bisa. Lama meloloh 30–48 hari. Induk babu paling bagus banyak karena sepasang induk hanya meloloh 2–3 kali saja dengan selang waktu istirahat 1–1,5 bulan. Lebih dari itu, induk sudah bosan dan ditakutkan akan menelantarkan anakannya yang diloloh tidak sehat.

7. Telur dipindah ke induk babu yang memiliki tanggal bertelur beriringan, paling lama bedanya 2 hari, dan terbaik satu hari. Yang penting babunya harus bertelur belakangan. Andai induk dijodohkan Minggu, misalnya, induk babu dijodohkan Senin supaya bertelur beriringan. Bila dijodohkan hari Minggu, Senin berikutnya induk sudah bertelur.

8. Terdapat kepercayaan tertentu dalam merpati balap. Burung yang dilombakan tidak pernah diambil anaknya. Bila diambil, telur tidak ditetaskan selama burung masih mengikuti lomba.

9. Penyakit yang sering menyerang merpati balap adalah tetelo di saat peralihan musim. Sebagai tindakan preventif berilah merpati vitamin secara rutin. Selain itu tutup ruang kandang agar angin tidak masuk. Selama itu, burung hanya dilepas di dalam ruangan.

10. Pakan yang diberikan berupa jagung kecil, jagung kecil, beras merah, kacang hijau, dan tepung kerang. Pakan diberikan 2 kali sehari. Pada pagi jumlah pakan yang diberikan cukup sedikit 10—15 butir, serta sore diberikan sekenyangnya. Merpati yang sudah dilatih biasanya sedikit makan, tapi merpati yang sedang meloloh akan banyak makan.

 

 
Gudang BurungSepuluh tahun lalu, seorang ahli merpati balap di Jakarta Barat pernah berucap, beternak merpati balap itu harus berawal dari hobi. Dengan begitu ada kemauan untuk belajar. Sebaris kalimat itu sampai saat ini masih menjadi resep rahasia keberhasilan banyak pehobi dan penangkar merpati balap di tanahair.

Belajar artinya mau meluangkan waktu. Sekadar mencontohkan merpati balap unggul diperoleh melalui latihan, tidak sekadar mengandalkan darah juara. Bayangkan pula merpati balap yang terbang kencang tidak akan bagus seterusnya bila tidak diimbangi latihan rutin. Yang sering muncul adalah merpati balap semula terbang pelan, tetapi karena rutin dilatih lama-kelamaan merpati balap itu terbang amat cepat. 

Berikut 10 fakta yang bisa menambah pengetahuan para pehobi merpati balap.

1. Semakin lama bermain di merpati, pehobi akan mahir menilai kualitas burung. Beberapa kriterianya adalah berbulu halus, umumnya berwarna cokelat, kelabu, dan tritis, dagingnya empuk, dan ototnya kuat. Selain itu tongkrongannya sudah kelihatan, gagah. Bila merpati balap dipegang pun enak, tidak merosot. Burung bagus dagingnya empuk dan penuh, pas dengan tangan, bentuknya bulat bak perahu.  Berbeda dibandingkan merpati balap biasa, bentuk perutnya segitiga dan ada tulangnya.

2. Merpati yang siap dilatih otot-otot ketiaknya tebal dan kuat. Dilatihnya harus berpasangan.  Nah untuk mendapatkan pasangan tepat cari betina dewasa yang memiliki warna bulu sama dengan induk lolohan. Pada umur 8,5 bulan atau burung bertelur 10 kali ditambah 5 bulan, baru merpati siap dilombakan.

3. Pasangan merpati tidak boleh berganti. Biasanya burung yang sudah dipasangkan akan dijual berikut dengan kandangnya. Tujuannya agar burung tidak perlu adaptasi lagi. Bahkan biasanya baju yang biasa dipakai pelatih pun ikut dibeli. Dengan modal baju tersebut merpati tidak akan berpindah ke tangan orang lain saat lomba dan latihan.

4. Latihan harus rutin dilakukan sepanjang waktu. Geberan betina harus bagus, mantap tidak goyang.  Kalau goyang, masuknya jantan ke tangan goyang juga. Latihan dibagi dalam 3 babak yang berbeda jarak.  Setiap babak terdiri atas 5 kali ulangan dengan waktu istirahat antar babak setengah jam.  Sudah begitu biasakan untuk melatih merpati terbang lurus, jangan berbelok.

5. Merpati balap berumur satu tahun sudah siap menjadi indukan. Jantan siap kawin kalau sudah bekur alias mengeluarkan suara “kuur”. Pasangannya betina birahi cirinya saat dibekurin jantan langsung depa. Nah, anak merpati kebanyakan lahir berpasangan, jantan betina.  Biasanya induk mengerami telur selama sepekan. Setelah itu telur dipindah ke induk babu atau induk lolohan. Induk sesungguhnya kemudian dimandikan dan seminggu kemudian akan bertelur lagi. Dalam ternak merpati, betina memegang peranan dalam menghasilkan anakan bagus, hampir 60%.

Gudang Burung – Dari sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science, peneliti mengungkap misteri mengapa sebagian burung tidak bereproduksi dan memilih untuk menjaga sarang kerabat terdekatnya. Perilaku ini sendiri terjadi pada sekitar 9 perse…

 Gudang Burung – Siapa tidak kenal Sang maetro Murai Batu Indonesia, dialah Almarhum Koh Abun, salah satu jagonya yang sangat terkenal seperti si COBRA.Anakan atau cucu si Cobra sekarang ini banyak yang prestasi, seperti contoh punya rekan KM O…