Home / Tag Archives: Sekilas Info

Tag Archives: Sekilas Info

Heels Dari Burung Awetan, Dibandsrol Rp. 37Jutaan

Gudang Burung - Obsesi seseorang akan suatu hal bisa jadi sangat aneh dan unik. Salah satunya adalah yang terjadi pada wanita asal Miami satu ini. Divya Anantharaman, begitu terobsesi untuk mengawetkan hewan mati. Namun hobi taxidermy itu diarahka...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Matinya 600 Burung Pemakan Bangkai

Ratusan burung pemakan bangkai yang hidup di Taman Nasional Bwabwata, Namibia ditemukan mati secara tiba-tiba.Gudang Burung - Dilansir dari Softpedia (2/9), berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh petugas taman nasional tersebut diketahui seki...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Gastornis, Si Dinosaurus Vegetarian


Gudang Burung Burung 'teror' raksasa prasejarah, yang pernah terpikir sebagai predator kejam yang mampu mematahkan leher mamalia dengan paruhnya besarnya, benar-benar seekor vegetarian (pemakan sayur dan buah), menurut sebuah studi baru.
Hewan gastornis setinggi dua meter ini merupakan makhluk terbang yang hidup di Eropa antara 40 dan 55 juta tahun yang lalu.Karena ukuran dan penampilannya, burung ini dianggap sebagai karnivora puncak, seperti diketahui dalam sebuah konferensi Goldschmidt di Florence.
Namun kini tim peneliti Jerman, yang mempelajari sisa-sisa fosil dari binatang-binatang yang ditemukan di bekas tambang batubara terbuka, mengatakan burung-burung ini dipercaya benar-benar bukan pemakan daging.
Dr Thomas Tütken dari Universitas Bonn mengatakan: "Burung teror dianggap telah menggunakan paruhnya yang besar untuk menangkap dan mematahkan leher mangsanya, yang didukung oleh model biomekanik kekuatan gigitannya."
Tetapi baru-baru ini penelitian telah meragukan reputasi menakutkan burung purba ini. Paleontologis di AS menemukan jejak kaki yang diyakini milik sepupu gastornis dari Amerika, dan tidak menunjukkan jejak cakar yang tajam yang digunakan untuk bergulat mangsa, yang mungkin diharapkan dari seekor raptor.
Juga, ukuran tipis burung dan ketidakmampuan untuk bergerak cepat membuat beberapa pakar percaya itu tidak bisa memangsa mamalia awal.
Dr Tütken dan rekan-rekannya, seperti diberitakan Mail Online, mengambil pendekatan baru untuk menentukan diet gastornis, dan dengan menganalisis komposisi isotop kalsium dalam tulang fosil, mereka mampu mengidentifikasi apa proporsi diet makhluk itu tanaman atau hewan, dan posisinya dalam rantai makanan.
Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa komposisi isotop kalsium dari tulang burung teror mirip dengan mamalia herbivora dan dinosaurus dan bukan yang karnivora. Namun para peneliti perlu cross check data menggunakan kumpulan fosil lain sebelum mengkonfirmasi temuan mereka.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Populasi Cangak Awu di Hutan Munu UGM Overpopulation

Gudang Burung - Hutan mini di lingkungan Universitas Gadjah Mada saat ini mengalami gangguan keseimbangan ekosistem terutama pada hutan mini yang berada di sebelah utara Gedung Pusat.Gangguan ekosistem itu disebabkan populasi burung jenis kuntul-k...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Faktor Fluktuatifnya Harga Burung



Gudang BurungJika ada yang bertanya, kenapa harga untuk setiap burung kicauan itu berbeda-beda? Apa sih penentu tinggi rendahnya harga burung kicauan? Bukankah umumnya setiap burung kicauan sudah jelas memiliki kemampuan berkicau. 

Mungkin diantara kita pernah berpikiran seperti itu, kenapa harga burung kicauan A lebih mahal daripada harga burung kicauan B, apa yang menjadi tolak ukurnya. Kembali ke pernyataan sebelumnya bahwa setiap burung kicauan memiliki kemampuan berkicau, yang perlu digaris bawahi adalah kemampuan variasi kicauan setiap burung itu berbeda-beda. 

Sama halnya ketika dalam sebuah ajang kontes bernyanyi, tidak semua peserta yang mengikuti kontes tersebut menjadi pemenang, padahal mereka-mereka yang mengikutinya sudah bisa dikategorikan mampu ‘bernyanyi. Tentunya yang menjadi pemenang adalah penyanyi-penyanyi dengan karakter dan suaranya yang merdu. 

Ketika penilaian-penilaian tersebut menunjukkan kualitas pada objek tertentu maka secara otomatis akan menaikkan level tingkatan apapun (harga ataupun kuantitas) sehingga nilai dari objek tersebut menjadi tinggi.
Nah, Untuk burung kicauan sendiri penilaian-penilaian/faktor yang mempengaruhi perbedaan untuk setiap harganya bisa disebabkan sebagai berikut :

  • Kemampuannya dalam berkicau
Tentu saja ini merupakan faktor yang paling mendasari tinggi rendahnya harga burung kicauan. Para penghobi pasti sudah mengerti kenapa harga burung kicauan seperti Murai batu lebih mahal dibanding harga burung kicauan lainnya. 

Yah, kemampuan Murai Batu dalam mengolah variasi kicauannya merupakan nilai plus yang tidak dimiliki burung kicauan lain. Itulah kenapa, harga murai batu melonjak tinggi. Keunikan suara kicauan juga bisa menjadi penyebab tingginya harga, contohnya burung cucak jenggot dan jalak suren. Intinya, semakin menarik kicauan burung tersebut di mata banyak orang, maka nilai harga jualnya juga akan semakin tinggi.
  • Keindahan penampilan
Tidak sedikit orang membeli burung kicauan karena terpesona melihat kemolekan burung tersebut. Beberapa burung kicauan memiliki bentuk tubuh yang gagah nan indah walau tanpa diimbangi suara kicauan yang merdu, kita sebut saja burung Merak, cendrawasih, kasuari, love bird. Biasanya mereka yang membeli burung kicauan seperti ini bukan untuk dilombakan melainkan sebagai burung hias. Burung kicauan yang memiliki kelebihan daya tarik penampilan fisik yang indah membuat harganya menjadi mahal.
  • Kelangkaan populasinya
Tau kenapa burung kicauan sejenis burung imprit, burung trocok dan burung lainnya yang masih sering kita melihatnya harganya relatif murah? karena proses mendapatkannya sangatlah mudah atau masih dikatakan gampang, sehingga daripada membeli mereka lebih baik mendapatkannya sendiri. Sekarang zamannya memang seperti itu, contoh lainnya saja pada uang kuno.

Uang kuno pada zaman dahulu yang memiliki nilai Rp 1, Rp 5 mungkin sekarang jika kita ingin mendapatkannya pada pengoleksi uang klasik, pasti mereka akan mematok harga jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Begitu juga dengan burung kicauan, nyatanya saja pada burung kicauan seperti jalak bali yang sudah dinyatakan langka, harga pasarannya sekarang di atas 10 juta rupiah. 

Karena jumlah populasinya yang semakin sedikit membuat burung kicauan langka memiliki harga yang sangat tinggi. Jadi, tidak menutup kemungkinan burung kicauan yang mungkin saat ini harga jualnya murah, ke depan akan menjadi burung kicauan kategori mahal akibat kelangkaan jenisnya di alam liar.

Faktor-faktor di atas merupakan faktor yang umum dijadikan tolak ukur tingkatan harga setiap burung kicauan. Mudah-mudahan menghilangkan rasa penasaran anda dan semoga bermanfaat. Terima kasih

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Antisipasi Masuknya Musim Penghujan Bagi Burung

 Gudang Burung  - Pergantian musim di Indonesia yang sudah tidak menentu membawa kondisi yang tidak stabil bagi keadaan burung kicauan, karena hal itu dapat mengakibatkan burung mengalami proses penurunan stamina, drop, dan berpeluang un...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Karakter Dasar Kenari

Gudang Burung - Burung Kenari salah satu dari puluhan jenis burung kicauan yang paling digemari oleh pecinta burung ocehan di Indonesia. Bukan tanpa alasan mengapa burung kenari menjadi primadona bagi pecinta burung kicauan karena disebabkan karak...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Saja Melek Batas Kecepatan, Bagaimana Denganmu?

Gudang Burung - Burung memang tidak bisa membaca marka jalan. Namun jangan salah, burung ternyata mampu mengetahui perbedaan batas kecepatan di beberapa jalan.Burung akan terbang menghindari mobil lebih cepat pada jalan dengan batas kecepatan yang...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Garuda di Doodle Google Bukan Burung Garuda ?

Burung Garuda di Doodle Google Bukan Burung Garuda ?

Gudang Burung - Situs mesin pencari internet Google turut merayakan HUT Ke-68 tahun Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2013), dengan menampilkan desain dekoratif (doodle) bernuansa merah putih, lengkap dengan sosok burung berwarna emas.Tapi, apakah b...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Penyebab Burung Hanya Ngriwik Terus

 Gudang Burung - Banyak pertanyaan mengenai hal ini. Kebanyakan adalah para penghobi pemula seperti saya serta teman-teman penghobi burung lainnya. Pastilah kita merasa cemas dan khawatir jika burung yang kita pelihara tidak segera menemukan ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Elang Bondol Terluka Setelah Tabrak Gedung

Gudang Burung - Seekor elang bondol (Haliastur indus) ditemukan terluka di lapangan Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Selasa 13 Agustus 2013. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Malang dan Profauna merawat dan mengevakuasi satwa...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Teknik Berburu Hebat Sang ”Superbird”

Teknik Berburu Hebat Sang ''Superbird'' 1

Gudang Burung - Tim peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan National Research Council of Argentina baru-baru ini mengamati perilaku burung laut bernama Imperial Cormorant. Mereka mengabadikan menggunakan kamera kecil dan mengamati ak...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cat Kuku dari Bulu Merak

Gudang BurungBrand cat kuku asal Inggris Ciate selalu menyuguhkan produk kuteks aneh seperti Caviar dan beludru. Kini, Ciate kembali memberikan gebrakan baru dengan merilis menikur dari bulu. 
Terinspirasi dari peragaan busana haute couture, Charlotte Knight, seniman menikur dan direktur artistik Ciate menciptakan efek bulu burung merak pada kuku. Charlotte membuat para pecinta kuku dapat menghias kukunya sendiri di rumah tanpa bantuan terapis. 

Dikutip Vogue, dalam satu set produk bernama Ciate Feathered itu terdiri dari nail polish, top coat, gunting , kikiran kuku dan bulu. Setelah menggunakan kutek, lalu tempel bulu, gunting sisa bulu yang berlebihan. Terakhir Anda bisa memulas top coat di atas bulu, agar bulu tidak mudah lepas. 

Ciate Feathered tersedia di gerai kosmetik Sephora pada September mendatang. Tersedia dua warna bulu, warna coklat dan warna terang. Kedua warna tersebut persis seperti warna bulu burung merak. Ciate Feathered dijual seharga €22 atau senilai Rp 300 ribuan. 

Sebelumnya, cat kuku dengan tekstur bulu juga pernah dirilis oleh Nails Inc. Cat kuku ini memiliki fitur bulu-bulu halus kecil, seperti partikel yang dicampur dalam berbagai warna pastel sehingga menimbulkan efek bulu pada kuku. Kuteks tersebut dijual seharga £11 atau sekitar Rp 132 ribuan.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Penggunaan Ponsel Untuk Tangkap Burung

Gudang BurungBagi Rustam (50), telepon seluler (ponsel) tidak sekadar sebagai alat untuk berkomunikasi. Ponsel juga dimanfaatkan warga Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Aceh Timurini untuk menangkap burung di sawah.
Pada suatu hari lima tahun yang lalu, tutur pria ini kepada Serambi, Senin (12/8), dirinya kehabisan ide bagaimana cara menangkap burung, terutama ruak-ruak (ayam-ayaman) yang dalam bahasa Aceh dinamai bu-bruek.Burung yang bersuara nyaring ini susah ditangkap meskipun memakai  jaring khusus, apalagi dengan cara menyergap langsung di sarangnya.
Akhirnya muncullah ide untuk memancing dengan suara rekaman burung, menggunakan handphone (hp). Bermodalkan seratusan ribu rupiah, Rustam pun mencari hp bekas di pasar yang bisa merekam suara. Untuk mendapatkan suara, Rustam menunggu sang burung berkoar-koar, lalu merekam suaranya dengan hp tersebut.
Berbekal suara rekaman yang sudah dimilikinya, esok malamnya, Rustam pun mulai memburu ruak-ruak. “Menangkapnya harus malam hari,” kata pria ini.
Cara kerja Rustam begini. Pertama-tama ia taruh hp dan memutar suara burung tersebut di lokasi penangkapan. Ketika suara terdengar, si burung akan mendekati suara tersebut. Rustam yang sudah menyelinap sedari tadi langsung menghidupkan lampu senter menyorot mata burung. Lalu burung yang tak lagi berkutik itu dia tangkap dan dimasukkan ke dalam keranjang satu per satu.
Rustam mengaku beraksi setiap malam mulai pukul 20.00 sampai pukul 00.00 WIB. “Ya, lumayanlah, setiap malam bisa dapat puluhan burung,” katanya. Burung-burung itu dijual Rp 5.000 per ekor. Selain bisa menambah penghasilan, burung-burung ini juga bisa menambah menu hidangan keluarga Rustam di rumah.
Burung yang nama ilmiahnya Amaurornis phoenicurus ini dapat hidup di kawasan berair seperti sawah, payau, maupun hamparan padang terbuka. Makanan utamanya serangga. Suaranya bising, terutama pada waktu subuh dan magrib. Dari suaranya yang bising itulah Rustam berhasil menangkapnya dan menjadi sumber pendapatan harian baginya.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Leher Burung Unta Bukti Fleksibilitas Leher Dinosaurus

Gudang Burung - Ilmuwan yang meneliti burung unta modern mengungkapkan bahwa hewan berleher panjang ini bisa memberikan petunjuk terkait fleksibiltias dinosaurus yang berusia ratusan juta tahun lalu. Dinosaurus ini juga yang memiliki leh...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Wafatnya Kris Biantoro

Wafatnya Kris Biantoro

Gudang Burung - Kris Biantoro melakukan rutinitasnya beberapa saat, sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia sempat memandikan dan memberi burung peliharaannya di rumah. Setelah itu badannya terasa lemas. Tubuhnya roboh.Jum, pembantu rumah t...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Desas-Desus Wajah Asli Sang Burung Purba

(ilustrasi) Gudang Burung - Perdebatan soal pendapat bahwa Archaeopteryx merupakan hewan peralihan antara dinosaurus dan burung sudah berlangsung lebih dari 150 tahun. Kini, para ilmuwan menemukan bukti baru tentang hewan purba ini.Para ilmuw...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Semakin Maraknya Facial Kotoran Burung

 Gudang Burung - Untuk memiliki wajah yang menarik, banyak wanita rela melalukan berbagai perawatan. Salah satunya adalah facial kotoran burung yang dibanderol seharga USD 180 atau kurang lebih Rp 1,8 juta.Dalam sebulan, di salon perawat...

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888