Home / Tag Archives: Sekilas Info

Tag Archives: Sekilas Info

Antisipasi Masuknya Musim Penghujan Bagi Burung

 Gudang Burung  - Pergantian musim di Indonesia yang sudah tidak menentu membawa kondisi yang tidak stabil bagi keadaan burung kicauan, karena hal itu dapat mengakibatkan burung mengalami proses penurunan stamina, drop, dan berpeluang un...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Karakter Dasar Kenari

Gudang Burung - Burung Kenari salah satu dari puluhan jenis burung kicauan yang paling digemari oleh pecinta burung ocehan di Indonesia. Bukan tanpa alasan mengapa burung kenari menjadi primadona bagi pecinta burung kicauan karena disebabkan karak...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Saja Melek Batas Kecepatan, Bagaimana Denganmu?

Gudang Burung - Burung memang tidak bisa membaca marka jalan. Namun jangan salah, burung ternyata mampu mengetahui perbedaan batas kecepatan di beberapa jalan.Burung akan terbang menghindari mobil lebih cepat pada jalan dengan batas kecepatan yang...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Garuda di Doodle Google Bukan Burung Garuda ?

Burung Garuda di Doodle Google Bukan Burung Garuda ?

Gudang Burung - Situs mesin pencari internet Google turut merayakan HUT Ke-68 tahun Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2013), dengan menampilkan desain dekoratif (doodle) bernuansa merah putih, lengkap dengan sosok burung berwarna emas.Tapi, apakah b...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Penyebab Burung Hanya Ngriwik Terus

 Gudang Burung - Banyak pertanyaan mengenai hal ini. Kebanyakan adalah para penghobi pemula seperti saya serta teman-teman penghobi burung lainnya. Pastilah kita merasa cemas dan khawatir jika burung yang kita pelihara tidak segera menemukan ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Elang Bondol Terluka Setelah Tabrak Gedung

Gudang Burung - Seekor elang bondol (Haliastur indus) ditemukan terluka di lapangan Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Selasa 13 Agustus 2013. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Malang dan Profauna merawat dan mengevakuasi satwa...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Teknik Berburu Hebat Sang ”Superbird”

Teknik Berburu Hebat Sang ''Superbird'' 1

Gudang Burung - Tim peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan National Research Council of Argentina baru-baru ini mengamati perilaku burung laut bernama Imperial Cormorant. Mereka mengabadikan menggunakan kamera kecil dan mengamati ak...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cat Kuku dari Bulu Merak

Gudang BurungBrand cat kuku asal Inggris Ciate selalu menyuguhkan produk kuteks aneh seperti Caviar dan beludru. Kini, Ciate kembali memberikan gebrakan baru dengan merilis menikur dari bulu. 
Terinspirasi dari peragaan busana haute couture, Charlotte Knight, seniman menikur dan direktur artistik Ciate menciptakan efek bulu burung merak pada kuku. Charlotte membuat para pecinta kuku dapat menghias kukunya sendiri di rumah tanpa bantuan terapis. 

Dikutip Vogue, dalam satu set produk bernama Ciate Feathered itu terdiri dari nail polish, top coat, gunting , kikiran kuku dan bulu. Setelah menggunakan kutek, lalu tempel bulu, gunting sisa bulu yang berlebihan. Terakhir Anda bisa memulas top coat di atas bulu, agar bulu tidak mudah lepas. 

Ciate Feathered tersedia di gerai kosmetik Sephora pada September mendatang. Tersedia dua warna bulu, warna coklat dan warna terang. Kedua warna tersebut persis seperti warna bulu burung merak. Ciate Feathered dijual seharga €22 atau senilai Rp 300 ribuan. 

Sebelumnya, cat kuku dengan tekstur bulu juga pernah dirilis oleh Nails Inc. Cat kuku ini memiliki fitur bulu-bulu halus kecil, seperti partikel yang dicampur dalam berbagai warna pastel sehingga menimbulkan efek bulu pada kuku. Kuteks tersebut dijual seharga £11 atau sekitar Rp 132 ribuan.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Penggunaan Ponsel Untuk Tangkap Burung

Gudang BurungBagi Rustam (50), telepon seluler (ponsel) tidak sekadar sebagai alat untuk berkomunikasi. Ponsel juga dimanfaatkan warga Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Aceh Timurini untuk menangkap burung di sawah.
Pada suatu hari lima tahun yang lalu, tutur pria ini kepada Serambi, Senin (12/8), dirinya kehabisan ide bagaimana cara menangkap burung, terutama ruak-ruak (ayam-ayaman) yang dalam bahasa Aceh dinamai bu-bruek.Burung yang bersuara nyaring ini susah ditangkap meskipun memakai  jaring khusus, apalagi dengan cara menyergap langsung di sarangnya.
Akhirnya muncullah ide untuk memancing dengan suara rekaman burung, menggunakan handphone (hp). Bermodalkan seratusan ribu rupiah, Rustam pun mencari hp bekas di pasar yang bisa merekam suara. Untuk mendapatkan suara, Rustam menunggu sang burung berkoar-koar, lalu merekam suaranya dengan hp tersebut.
Berbekal suara rekaman yang sudah dimilikinya, esok malamnya, Rustam pun mulai memburu ruak-ruak. “Menangkapnya harus malam hari,” kata pria ini.
Cara kerja Rustam begini. Pertama-tama ia taruh hp dan memutar suara burung tersebut di lokasi penangkapan. Ketika suara terdengar, si burung akan mendekati suara tersebut. Rustam yang sudah menyelinap sedari tadi langsung menghidupkan lampu senter menyorot mata burung. Lalu burung yang tak lagi berkutik itu dia tangkap dan dimasukkan ke dalam keranjang satu per satu.
Rustam mengaku beraksi setiap malam mulai pukul 20.00 sampai pukul 00.00 WIB. “Ya, lumayanlah, setiap malam bisa dapat puluhan burung,” katanya. Burung-burung itu dijual Rp 5.000 per ekor. Selain bisa menambah penghasilan, burung-burung ini juga bisa menambah menu hidangan keluarga Rustam di rumah.
Burung yang nama ilmiahnya Amaurornis phoenicurus ini dapat hidup di kawasan berair seperti sawah, payau, maupun hamparan padang terbuka. Makanan utamanya serangga. Suaranya bising, terutama pada waktu subuh dan magrib. Dari suaranya yang bising itulah Rustam berhasil menangkapnya dan menjadi sumber pendapatan harian baginya.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Leher Burung Unta Bukti Fleksibilitas Leher Dinosaurus

Gudang Burung - Ilmuwan yang meneliti burung unta modern mengungkapkan bahwa hewan berleher panjang ini bisa memberikan petunjuk terkait fleksibiltias dinosaurus yang berusia ratusan juta tahun lalu. Dinosaurus ini juga yang memiliki leh...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Wafatnya Kris Biantoro

Wafatnya Kris Biantoro

Gudang Burung - Kris Biantoro melakukan rutinitasnya beberapa saat, sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia sempat memandikan dan memberi burung peliharaannya di rumah. Setelah itu badannya terasa lemas. Tubuhnya roboh.Jum, pembantu rumah t...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Desas-Desus Wajah Asli Sang Burung Purba

(ilustrasi) Gudang Burung - Perdebatan soal pendapat bahwa Archaeopteryx merupakan hewan peralihan antara dinosaurus dan burung sudah berlangsung lebih dari 150 tahun. Kini, para ilmuwan menemukan bukti baru tentang hewan purba ini.Para ilmuw...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Semakin Maraknya Facial Kotoran Burung

 Gudang Burung - Untuk memiliki wajah yang menarik, banyak wanita rela melalukan berbagai perawatan. Salah satunya adalah facial kotoran burung yang dibanderol seharga USD 180 atau kurang lebih Rp 1,8 juta.Dalam sebulan, di salon perawat...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Miliki Taman Burung, GLZoo Siap Sambut Pengunjung


Gudang BurungTaman Burung Gembira Loka Zoo, Sabtu (3/8), dibuka Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX.  Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung jalak putih dan sriguntung di sangkar besar bentuk dome.Taman burung ini menambah wahana bagi pengunjung, khususnya yang sedang berlibur Lebaran. Ada 348 ekor burung dengan 64 jenis burung dari berbagai negara.    

Dijelaskan Direktur Utama GLZoo, KMT A Tirtodiprojo, taman burung ini dibangun di atas  tanah 4.500 meter persegi. Pengerjaan dilakukan selama 10 bulan sejak awal Oktober 2012.
Tahap pertama pembangunan GLZoo Bird Park ini menghabiskan dana sebesar Rp 3,5 miliar. Sedangkan pembangunan mekanikal/elektrikal sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk mendapatkan koleksi burung dikeluarkan dana sebesar Rp 1,5 miliar. “Bird park ini kami bangun dengan konsep natural,” kata Tirtodiprojo.     

Di area taman burung ada 31 kandang berisi sekitar 348 ekor burung dari 64 jenis burung. Di sangkar bentuk dome dan kandang lory, pengunjung bisa berinteraksi dengan burung-burung koleksi kebun binatang setempat. “Ada burung-burung lokal maupun dari luar negeri,” sebutnya.

Bird Park of GLZoo dibagi dalam sembilan area, yaitu area flamingo, elang, kandang bentuk kubah/dome, interaksi lory, paruh bengkok, cendrawasih, kolam terbuka, kandang pecuk hitam dan penguin.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Peta di Dalam Otak Burung Merpati

Gudang Burung - Misteri mengenai bagaimana seekor merpati selalu dapat menemukan jalan pulang akhirnya terpecahkan. Hasil riset seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (26/7/2013), menyatakan merpati punya "peta" yang mampu menuntunnya menemukan ara...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Hantu Kesal, Serang Bebek

Gudang Burung - Devid Camerlynck (37), seorang fotografer yang beruntung mendapatkan sebuah momen di mana seekor burung hantu terlihat emosional terhadap seekor bebek liar yang sedang terbang rendah di sebuah kolam di Ypres, Belgia.Raut wajah buru...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Sarang Walet Mampu Tunda Penuaan Dini

Gudang Burung - Sarang burung walet diketahui memiliki khasiat yang baik bagi tubuh, karena kandungan protein yang terdapat di dalamnya. Uniknya lagi, sarang burung walet ternyata juga penting untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit bagi...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

IPB Melarang perburuan Di Kawasan Kampus

Pengetahuan Seputar burung Ciblek



Gudang Burung - Institut Pertanian Bogor (IPB) lebih dari setahun telah dicanangkan sebagai ‘Kampus Biodiversitas’ oleh Rektor Profesor Herry Suhardiyanto. 

Niat mulia ini tentunya mengingat Kampus IPB Dramaga memiliki potensi keanekaragaman hayati, berupa flora dan fauna, sekaligus salah satu spot biodiversitas tertinggi di Kawasan Bogor.
Burung merupakan salah satu satwaliar yang populasinya terbanyak di Kampus IPB Dramaga. Ini tidak lepas dari masih banyaknya pepohonan yang tumbuh di sekitarnya, seperti keberadaan tegakan sengon, hutan campuran, arboretum fahutan, arboretum bambu, lengkap dengan lanskap taman yang menyediakan berbagai jenis pakan bagi satwa bersayap ini.
Kelompok Pemerhati Burung (KPB) ‘Perenjak’ dari Himakova pernah melakukan monitoring keberadaan burung-burung di Kampus IPB Dramaga Hasilnya cukup mengejutkan karena lebih dari 85 spesies burung berbeda ditemukan. 
“Demi menjaga kelestarian aves ini, KPB Perenjak sudah menerbitkan buku panduan identifikasi jenis-jenis burung di Kampus IPB Dramaga,” kata Ketua KPB, M Fahmi Permana.
Meski telah dicanangkan sebagai ‘Kampus Biodiversitas’ atau ‘Kampus Konservasi,’ nyatanya IPB Dramaga belum terlepas dari ancaman perburuan burung yang tanpa mengindahkan tagline kampus tetap mengambil manfaat untuk kepentingan pribadi. 
Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Reza Aulia mengaku sering memergoki langsung bagaimana lincahnya pemburu perorangan atau kelompok ini menggunakan berbagai metode untuk mencuri kekayaan burung di lingkungan IPB.
Cara yang mereka gunakan beragam, mulai dari menggunakan jaring, hingga menggunakan burung lain sebagai pemikat bagi burung yang akan diburu,” ujar Reza. 
Metode pemikat burung ini terbilang unik, sebab pemburu menggantungkan sangkar burung di ranting pohon pada ketinggian tertentu. Di dalam kandang tersebut, pemburu biasanya sudah mengikatkan seekor burung (jantan atau betina) yang kakinya sudah diikat, kemudian biasanya akan berkicau untuk menarik perhatian burung lain.
Burung-burung kampus yang tertarik dengan Si Burung Pemikat akan masuk ke kandang tersebut dan secara otomatis kandang itu akan menutup dengan sendirinya. 
Reza sering kali menemukan kandang-kandang burung pemikat ini tergantung di Kebun Cikabayan. “Saya sudah berulang kali menegur mereka (si pemburu), namun belum ada efek jera,” ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi sementara, KPB bekerjasama dengan Uni Konservasi Fauna telah memasang sejumlah papan peringatan di beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat berburu burung. Misalnya papan peringatan yang bertuliskan larangan untuk berburu di lingkungan kampus.
Ironi para pemikat burung
Belum adanya dasar hukum yang jelas menjadi hambatan bagi Himakova untuk menindak kehadiran para pemburu sekaligus pemikat burung di lingkungan Kampus IPB Dramaga.  Pembina KPBDr Yeni Aryati Mulyani mengaku sudah beberapa kali melaporkan pelanggaran tersebut kepada IPB melalui milis staf.
“Sayangnya, sejauh ini belum ada respon dari yang berwenang (pihak rektorat),” ujar Yeni. Salah satu dosen pengajar di DKSHE ini melihat jika pimpinan IPB memberlakukan kebijakan formal di lapangan, maka seluruh civitas akademika IPB lebih percaya diri untuk menegur atau mengingatkan si pelaku di lapangan. Mereka juga bisa meminta semua pihak berwenang, seperti Kepala RT, RW, dan Lurah untuk ikut memelihara keanekaragaman hayati di wilayah kampus.
Yeni mengatakan gerakan konservasi seperti yang dilakukan anggota-anggota Himakovamembutuhkan dukungan kuat dari segenap lini dan pimpinan IPB. 
Khususnya dukungan kebijakan tegas berupa aturan dan sanksi terkait kelestarian biodiversitas di Kampus IPB Dramaga. Jika untuk mengonservasi kampus seluas 250 hektare (ha) saja kita gagal, bagaimana mungkin kita mampu mengonservasi hutan Indonesia yang luasnya lebih dari 130 juta ha? 

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888