Home / Tag Archives: Migrasi Burung

Tag Archives: Migrasi Burung

Optimalnya Migrasi Puffin

Gudang Burung - Sekilas burung ini memang terlihat mungil dan sangat lucu. Namun, burung Puffin memiliki kepintaran dalam membaca arah migrasi buat mereka sendiri secara optimal.Sebuah studi baru menunjukkan bahwa burung jenis ini tidak bergantung...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Laut Gallilee, Surga bagi Burung Migasi

Gudang Burung - Laut Gallilee merupakan rumah bagi ratusan juta burung setiap tahunnya. Laut ini menjadi wilayah migrasi bagi 540 spesies burung. Wilayah yang terdapat di Israel ini, merupakan surga bagi pengamat dan pecinta burung. Terletak ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Hari Burung Migran Dunia 2014 : Ekowisata Berkelanjutan dan Habitat Migrasi



Gudang Burung - Setiap tahun, memasuki pekan kedua di bulan Mei kita kembali memperingati Hari Burung Migran Sedunia atau World Migratory Bird Day, tepatnya tanggal 10 dan 11 Mei.

Peringatan khusus terhadap keberadaan burung- burung migran ini, menjadi simbol betapa pentingnya peran burung-burung migran ini dalam menjaga keseimbangan fungsi ekologis antara bumi di belahan utara dan selatan selama masa pergantian musim.

Migrasi ini menunjukkan, pentingnya peran habitat yang sehat bagi keberlangsungan berbagai spesies burung di dunia.

Indonesia, sebagai salah satu negara utama yang dilintasi oleh burung migran dunia ini juga menjadi bagian dari peringatan World Migratory Bird Day 2014 yang tahun ini bertema Detination Flyways – Migratory Birds and Tourism”. 

Tanah air kita termasuk di dalam jalur terbang bagian timur Asia/Australasia. Jalur terbang ini mencakup daerah berbiak di Siberia, China dan Alaska, memanjang ke selatan melewati daerah persinggahan di Asia Tenggara, PNG, Australasia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik.

World Migratory Bird Day 2014 Event Map

Posisi Indonesia yang terbentang antara benua Australia dan Asia Daratan di sisi utara, memiliki nilai penting dalam migrasi burung yang terjadi setiap tahun.

Misalnya Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Pada musim kemarau, burung-burung pemakan ikan bermigrasi ke wilayah ini untuk mencari makan. 

Burung-burung pencari ikan diantaranya dari famili Alcedinidae seperti Raja Udang, serta berbagai spesies langka dari famili Bucerotidae (rangkong) dan famili Ciconiidae (bangau). Dari seluruh jenis spesies burung yang ada di Indonesia (1.519) maka 20%-nya (310 spesies) berada di Danau Sentarum.

Selain itu Indonesia juga menjadi tujuan akhir bagi berbagai burung raptor untuk bermigrasi.  Ribuan raptor bermigrasi mencari makan dari kawasan Asia Utara  menuju kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

Hingga saat ini, Indonesia tujuan migrasi terbesar raptor Asia Timur, dan sebagian kecil mereka ke Timor Leste.  Musim migrasi biasa dua kali: musim gugur (September-November), dan musim semi (Maret-Mei).

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Kuntul Mulai Migrasi Saat Memasuki Musim Tanam

Gudang Burung - Memasuki masa tanam kedua yang dilakukan sebagian petani, khususnya diKecamatan Tugumulyo membuat ratusan burung menghinggapi area persawahan mereka. Petani di wilayah tersebut seringkali menyebut, hinggapnya Burung Kuntul itu seba...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Migrasi Burung Di Bali Terancam Cemaran Minyak


Gudang Burung - Indonesia kedatangan burung jenis elang, laut, dan pantai dari bumi belahan utara setiap bulan September-November. Burung-burung tersebut datang dalam jumlah ribuan, mereka kerap mencari makan dekat dengan permukiman, seperti persawahan, pelabuhan, atau tambak yang tidak memiliki perlindungan hukum setara dengan cagar alam.
Tidak jarang dalam perjalanan burung-burung migrasi tersebut mengalami banyak ancaman, seperti cuaca buruk, hilang atau berkurangnya habitat sementara, perburuan bahkan polusi. Pelabuhan Benoa yang terletak di Denpasar, Bali adalah salah satu lokasi makan dan istirahat burung pantai, seperti Cerek pasir Mongolia, Cerek-pasir besar, Cerek besar, Trinil ekor-kelabu, Trinil bedaran, Gajahan pengala, Gajahan timur. 

Namun pada 28 Januari 2014, teridentifikasi sekitar 20 burung pantai terkena tumpahan residu minyak yang berada di sebelah barat Pelabuhan Benoa.

”Saya sempat mengabadikan beberapa burung pantai yang terkena tumpahan residu minyak, baik yang sebagian ataupun yang seluruh tubuhnya terkena tumpahan minyak,” ujar Yuyun Yanwar fotografer asal Bali dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (13/2/2014).

Dari informasi tersebut, maka pada 4-10 Februari 2014, Bagan Penandaan Burung di Indonesia  (Indonesian Bird Banding Scheme), Cikabayan Birdbanding Club dari Bogor, Anak Burung Birdbanding Club dari Surabaya, Bali Birdbanding Club, dan staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali berusaha menangkap, membersihkan burung yang terkena tumpahan residu minyak, kemudian dilepaskan kembali.

Tim berhasil menangkap 5 individu yang terdiri dari 1 individu Cerek besar Pluvialis squatarola, 2 individu Cerek-pasir besar Charadrius leschenaultii, 1 individu Cerek-pasir Mongolia Charadrius mongolus dan 1 individu Trinil ekor-kelabu Heteroscelus brevipes dengan kondisi 5%, 30%, dan 80% terkena tumpahan residu minyak.

“Sulit sekali kami menangkap burung-burung tersebut untuk membersihkan dari tumpahan minyak. Burung tersebut masih bisa terbang meski kondisinya ada yang 100% terkena tumpahan residu minyak sehingga sering berpindah tempat,” ujar Iwan Londo dari Anak Burung Birdbanding Club, Surabaya.

Fathur Rohman staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengungkapkan burung yang terkena tumpahan minyak akan menjadi ancaman yang serius terhadap keberlangsungan hidup. “Karena burung dapat menelisik bulu-bulu dan akibatnya minyak bisa tertelan dan menjadi racun dalam tubuh,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa cepat atau lambat tumpahan minyak akan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem, tidak terkecuali burung pantai. “Kami (BKSDA Bali) dan pengamat burung di sini akan tetap memantau burung yang masih terkena atau yang sudah dibersihkan,” kata Fathur.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

50 Miliar Burung Bermigrasi Setiap Tahunnya

 

Gudang Burung - Tahukah Anda berapa banyak burung bermigrasi setiap tahun? Setidaknya ada 50 miliar individu burung. 

Berbagai jenis burung bermigrasi, seperti elang, burung pantai, burung laut, melakukan perjalanan ribuan kilometer melintasi antar negara dan benua, demi mendapatkan makanan atau tempat beristirahat sementara. 
Sayangnya, tekanan dari pertumbuhan manusia, urbanisasi yang cepat, polusi, perubahan iklim dan penggunaan daerah alami, seperti pantai, hutan menyebabkan para burung kehilangan habitatnya. Akibatnya beberapa jenis burung mengalami kepunahan.
  
World Migratory Bird Day yang diadakan pada 11-12 Mei 2013  dirayakan di lebih dari 65 negara, termasuk Indonesia. Kali ini kegiatan ini menyoroti pentingnya jaringan ekologi bagi kelangsungan hidup migran. Kolaborasi dan jaringan sangat penting untuk membangun konservasi, mengurangi ancaman pada burung migran dan kebutuhan kerjasama dengan dunia internasional.

“Kami sangat mendukung kegiatan World Migratory Bird Day yang dilakukan oleh kelompok pengamat burung dan taman nasional di berbagai lokasi di Indonesia,” ujar Kepala Sub Direktorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan Agus SB Sutito dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (11/5/2013). 



Sebagai salah satu jalur burung migrasi di East Australasian Flyway, Indonesia merupakan lokasi penting secara internasional.  


“Oleh sebab itu, kerjasama internasional di sepanjang negara-negara yang dilaluinya menjadi sangat penting untuk melestarikan dan melindungi burung air migran dan habitatnya,“ tambah Agus yang juga menjabat focal point Kemitraan untuk Jalur Terbang  Asia Timur –Australasia (East Asian-Australasian Flyway Partnership/EAAFP).  


Beberapa contoh habitat penting bagi burung migran yaitu sepanjang pantai utara Sumatera; Waduk, tambak, pantai sepanjang Pesisir Jawa, Bali dan Lombok; Daerah mangrove dan rawa di Kalimantan maupun di Papua.

“Di  Indonesia, terdapat 14 daerah digunakan untuk merayakan WMBD 2013. Dari kelompok pengamat burung hingga taman nasional meramaikan kegiatan ini. Kegiatan mereka memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan burung- burung agar tetap bermigrasi setiap tahunnya.,” jelas Fransisca Noni, dari Burung Nusantara. 



Kegiatan akan dilakukan di Sumatera dengan lokasi di Medan oleh Pilar Indonesia dan Biopalas, Universitas Sumatera Utara; Padang oleh Museum Zoologi, Universitas Andalas dan Pariaman Birdwatching; Palembang oleh Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Sriwijaya.

 
Di Jawa dengan lokasi di Surabaya oleh KSBL Pecuk, Peksia Himbio dan Kirik-kirik FKH Universitas Airlangga, “Srigunting” Universitas Negeri Surabaya; Yogyakarta oleh Paguyuban Pengamat Burung Jogja; Semarang oleh Pelatuk Biologi Universitas Negeri Semarang; Jakarta oleh KPB Nycticorax; dan Purwokerto oleh Biodiversity Society. 

Kalimantan dengan lokasi di Ketapang oleh Birding Society of Ketapang.Di Lombok dengan lokasi di Sekotong dan Gili Meno oleh Kelompok Pengamat Burung Kecial.
Di Bali dengan lokasi di Pulau Serangan oleh Minat Profesi Satwa Liar Rothschildi FKH Universitas Udayana. Dan di Papua oleh Taman Nasional Wasur.

Para aktivitis bidang burung ini akan melakukan kegiatan bersama pengamat burung yang berada di sekitar lokasi, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengamati burung, membagikan stiker, melakukan kegiatan foto alam liar, dan berdiskusi. 

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Migrasi Camar Kepala Hitam Di Batam

  Gudang Burung - Sekelompok burung Camar Kepala Hitam (Chroicocephalus ridibundus) hinggap di bekas keramba jaring apung di Perairan Nongsa, Batam, Sabtu (14/12). Menurut data rilisan Raptor Indonesia (RAIN) Kepulauan Riau adalah satu dar...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Migrasi Burung Starling Kotori Roma

Gudang Burung - Setelah beberapa waktu lalu Madrid, Spanyol, 'dihiasi' tumpukan sampah, kini giliran kota Roma, Italia, yang menjadi kotor dan tidak sedap dipandang. Kotornya Roma bukan karena unjuk rasa seperti yang terjadi di Madrid, tapi kotoran ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Migrasi Burung Ganggu Ketenangan di Queensland

Gudang Burung - Pemandangan ribuan burung merpati di kota-kota besar, khususnya tempat wisata, cukup umum. Tapi bila burung kakatua dan galah yang habitatnya di hutan datang ke kota, bisa menimbulkan kerugian besar.Ribuan burung tersebut telah ber...

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888