Sekelompok ahli burung yang dipimpin oleh Dr Manuel Schweizer dari Natural History Museum di Bern, Swiss telah menemukan spesies burung hantu baru yang bermukim di gurun-gurun di Mesir, Israel, Arab Saudi, Yordania, Oman dan Yaman.Spesies burung hantu …


Gudang Burung – Ratusan rumah burung hantu (Rubuha) tersebar di setiap lahan pertanian di Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Sleman.

Meski demikian, saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak. Program Rubuha yang digagas oleh warga bersama pihak desa setempat ini butuh perhatian pemerintah.
Pantauan Harian Jogja, hampir setiap area persawahan di Desa Sumberagung, Moyudan dapat ditemui Rubuha. Rumah burung hantu berukuran 60 x 60 x 50 sentimeter dengan tiang setinggi sekitar enam meter terpasang di tiap pematang atau pinggiran sawah yang biasa ditanami padi. 
Kendati demikian, banyak di antara Rubuha itu yang sudah lapuk karena dibangun tidak secara permanen sehingga roboh.
Rubuha dibangun sejak 2013 atas inisiatif kelompok tani desa setempat sebagai hunian burung hantu yang siap memangsa tikus sawah. 
Mereka sebelumnya belajar program itu dari Demak, Jawa Tengah. Desa ini juga sudah memiliki kandang khusus burung hantu spesies Tyto Alba.
Buang Sarono, 54, warga Dusun Jetis Kaliurang, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, menjadi salah satu petani yang mengurus keberadaan kadang yang berdiri di atas tanah kas desa.
Pria yang mengikuti program sejak awal ini menceritakan kali pertama Tyto Alba sebanyak enam ekor dari Demak, Jawa Tengah. Kemudian ditambah pemberian dari berbagai warga sampai akhirnya berjumlah sekitar 18 ekor. Saat ini, jumlah burung hantu itu diprediksi ratusan.
Tetapi tidak berada di dalam kandang, melainkan menghuni dari ratusan Rubuha yang ada di tiap-tiap areal persawahan. “Saat ini mungkin sudah mencapai ratusan di tiap-tiap Rubuha. Tapi tidak semua Rubuha dipilih,” terangnya, Kamis

Gudang Burung – Perkembangan populasi burung hantu Tyto Alba atau Serak Jawa sebagai predator hama tikus di Kabupaten Semarang cukup menggembirakan. Pada tahun 1996, sebanyak 15 pasang induk Tyto Alba dari Sumatera Utara dilepaskan di Kecamat…

Gudang Burung – Burung hantu yang tergolong liar dan buas, dapat juga menjadi binatang peliaharaan yang lucu dan jinak. Komunitas pnggemar burung malam ini pun kian banyak.

Tak hanya Limbad yang biasa memelihara burung hantu dan digunakan sebagai partner kerjanya. Kini semakin banyak komunitas pecinta burung hantu yang memelihara dan mengkoleksi burung hantu, termasuk di Surabaya.
Komunitas Burung Hantu Surabaya (Kabhasura), berdiri sejak tahun 2012. Kini, anggotanya 21 orang. Tujuan mendirikan komunitas ini, menurut Naufal, sekretaris Kabhasura, bertujuan untuk mempersatukan para pecinta burung hantu dan memperkenalkannya ke masyarakat umum.
“Dulu mitosnya, kalau ada burung hantu, biasanya ada orang mati. Nah, kita ingin menghapus mitos itu. Burung hantu juga bisa dipelihara sperti hewan lainnya,” kata Naufal.
Naufal juga menjelaskankan bahwa burung hantu liar, bisa menjadi jinak asalkan tahu caranya.
“Prosesnya harus melalui karantina. Jadi burung hantu kita taruh di tempat gelap. Bikin ruangan khusus seperti kotak, dan kita kasih makan. Perlu dinormalkan dulu. Karena kalau yang masih liar itu gak mau makan,” ungkapnya.
Harga burung hantu bervariasi, tergantung dari jenis, ukuran dan tingkat kejinakkannya. Selain ajang kumpul sesama pecinta burung hantu, Kabashura juga tidak sembarangan menerima orang yang ingin membeli burung hantu mereka.
“Kita lihat dulu orangnya. Kita tanyai. Kalau asal beli buat pengen-pengen doang, ya gak kita kasih. Kita harus percaya dulu apa falconer (pemilik burung predator) sungguh-sungguh memeliharanya.
Wakil Ketua Kabhasuran, Rendy, menambahkan, jika ada 8 jenis burung hantu asal Indonesia yang mudah dan biasa mereka pegang. Diantaranya, Scops Owl, Javan Owlet, Oriental bay owl, Brown Hawk owl, Barn owl, Spotted wood owl, Buffy Fish Owl, dan Barred Eagle owl.

Gudang Burung – Burung hantu merupakan burung pemangsa yang aktif berburu dimalam hari. Namun tahukah anda kalau ternyata ada sekitar 222 jenis burung hantu yang hidup di dunia ini??? Apa saja jenis-jenis burung hantu tersebut? Berikut a…

Gudang Burung – Berbekal studi banding ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah, warga Dusun Kruwet, Desa Sumberagung, Moyudan kini memiliki burung hantu sebagai pemangsa tikus. Keberadannya dinilai dapat mengurangi hama secara signifikanAkhirnya warga dus…

Gudang Burung – Sebuah upacara pemberkatan pernikahan terpaksa ditunda karena burung hantu yang bertugas menjadi pembawa cincin pernikahan tertidur di atap gereja.Burung hantu bernama Darcy itu seharusnya bertugas untuk terbang melalui altar di Ge…

Gudang Burung – Burung hantu atau sering disebut Owl memang terlihat menyeramkan. Apalagi dari namanya, tidak sedikit yang beranggapan hewan ini sangat identik dengan mistik. Tapi sesungguhnya, burung hantu ijustru unik dan menarik. Karena ke…

Gudang Burung – Petani di Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, kekurangan puluhan rumah burung hantu (rubuha) menyusul mulai berkembang biaknya satwa yang merupakan predator tikus itu.

Saat ini baru ada 12 rubuha di Bulakrejo. Padahal untuk lahan seluas 248 hektare setidaknya butuh 60 rubuha. Penjelasan itu disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani Bulakrejo, Parno Raharjo, saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Sabtu (14/9/2013) siang.
“Satu rubuha idealnya untuk lahan seluas empat hektare. Sejak kami mulai dirikan rubuha awal tahun ini, sudah ada dua burung hantu yang berkembang biak. Tapi karena tidak ada rubuha yang kosong, empat burung yang berhasil menetas pergi entah kemana,” katanya.
Parno menjelaskan, induk burung hantu mempunyai kebiasaan mengusir anak-anaknya yang telah menginjak usia tiga hingga empat bulan. Supaya tidak pergi jauh, menurut Parno alangkah bagusnya bila sudah ada rubuha baru yang bisa dihuni burung-burung ini.
Terkendala Dana
Dana menjadi salah satu kendala pendirian rubuha baru. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu rubuha sekitar Rp250.000. Beruntung sejumlah pihak mulai memberikan sumbangan dana suka rela untuk mengembangkan budidaya burung hantu ini. “Baru baru ini ada yang memberi Rp200.000 untuk membeli paku dan kayu reng. Ada lagi donasi Rp250.000 yang bisa untuk membuat rubuha baru,” imbuh Parno.
Dia menambahkan, rubuha berbentuk seperti bekupon burung dara. Bahan utama pembuatnya papan kayu. Rubuha ini dipasang di sawah dengan ketinggian sekitar lima meter. Kaki-kaki rubuha menggunakan dua batang bambu. Rencananya, Parno menerangkan, pihaknya akan membuat rubuha permanen. “Rubuha permanen ini memakai satu tiang cor semen,” tambahnya.
Parno berharap Pemkab Sukoharjo memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan petani Bulakrejo. Dukungan dimaksud bisa berupa dana operasional maupun pembinaan berkelanjutan. Dia juga menyarankan penggunaan burung hantu untuk membasmi tikus.
Sebab menurut dia hasil yang dicapai cukup signifikan. Parno mencontohkan kondisi tanaman padi Bulakrejo saat ini yang jauh dari hama tikus. “Tikus dengar suara burung ini saja sudah ketakutan. Sejak pakai burung ini padi di Bulakrejo bagus-bagus,” ungkap dia.
Kabid Produksi Dinas Pertanian Sukoharjo, Sumadi, mengapresiasi positif petani Bulakrejo. Menurut dia penggunaan burung hantu untuk membasmi tikus bisa ditiru oleh petani lain. Apalagi sejauh ini pendekatan tersebut terbukti cukup berhasil.

barn owlBagi penggemar BOP atau Birds Of Prey burung ini mungkin tidak asing lagi, bahkan bisa jadi ini merupakan ikon bagi mereka. Barn Owl sejenis burung hantu yang cantik dengan segala kelebihannya yang tentu saja mengundang kita untuk memiliki dan…