Setia Sampai Mati, Ini Beberapa Fakta Unik Lovebird yang Bikin Terharu

Home | Burung Lovebird | Setia Sampai Mati, Ini Beberapa Fakta Unik Lovebird yang Bikin Terharu

Fakta unik Lovebird sangat menarik untuk diketahui. Burung Lovebird atau burung cinta merupakan jenis burung yang cukup diminati oleh masyarakat.

Lovebird ini dikenal sebagai burung jenis perlombaan yang memiliki kicauan unik dan juga “ngekek” alias panjang.

Secara ilmiah, Lovebird tergolong dalam genus agapornis atau dalam bahasa latin disebut agape yang artinya cinta dan arnis yang artinya burung.

Setia Sampai Mati, Ini Beberapa Fakta Unik Lovebird yang Bikin Terharu idntimes.com

Lovebird ini banyak sekali ditemukan di wilayah Amerika, San Frasisco, dan juga beberapa kota lain di Afrika. Di wilayah ini, Lovebird sangat bebas berterbangan.

Lovebird dikenal sebagai African parrot. Dimana sudah ada semenjak ratusan tahun lamanya. Sebab penelitian juga menemukan fosil Lovebird yang diperkirakan telah berumur 1,9 tahun berada di Afrika.

Burung Lovebird ini termasuk jenis parrot yang berukuran kecil dengan warna bulu yang hijau. Panjang tubuhnya dari paruh hingga bagian ekor hanya sekitar 12-17 cm hingga usia dewasa.

Burung ini merupakan pilihan tepat bagi orang yang ingin memelihara parrot. Akan tetapi, jika anda menganggap ukuran Ammazon atau Macaw terlalu besar.

Burung Lovebird atau Agapornis ini tak hanya memiliki 1 spesies saja. Akan tetapi, terdapat beberapa spesies Lovebird di alam yaitu Lovebird Madagaskar, Abyssinia,Red-headed, dan masih banyak lagi jenis yang lainnya.

Meskipun di alam hanya terdapat 9 spesies saja. Saat ini terdapat lebih dari 9 spesies Lovebird. Kebanyakan, jenis Lovebird yang sekarang ini merupakan hasil persilangan dari beberapa jenis burung tertentu.

Tujuan dari persilangan ini adalah untuk menghasilkan burung dengan spesies dan juga warna yang baru pula.

Lovebird merupakan burung berpasangan yang umumnya akan menghabiskan sepanjang hidupnya bersama pasangan mereka. Jika terpisah, mereka akan merasa depresi yang berakibat pada kematian.

Akan tetapi, Lovebird juga dapat dipelihara sendirian jika sang pemilik tidak menginginkan burung yang anda miliki beranak terus-menerus. Ketika Lovebird dipelihara sendirian, justru akan menjalin interaksi yang baik dengan sang pemilik.

Burung-burung monogami ini akan mencapai usia kematangan seksual ketika mereka berusia sekitar sepuluh bulan.

Perkawinan mereka dimulai dengan pacaran kemudian akan berlanjut selama rentang waktu sekitar 15 tahun.

Monogami sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial kawanan dan juga mendasari banyak perilaku sosial.

Jika pasangan mati atau terpisah dari kawanannya, rekan burung ini akan menunjukkan perilaku yang tidak menentu oleh sebagian orang disamakan dengan depresi.

Fakta unik Lovebird lainnya, burung yang sering dipelihara sebagai hewan peliharaan ini juga tidak suka jika dipelihara sendirian.

Seringkali, setelah berpisah dalam waktu yang cukup panjang atau dalam periode yang penuh dengan tekanan. Pasangan-pasangan Lovebird ini akan saling memberi makan untuk membangun kembali ikatan mereka.

Jika bonding dengan sesama burung dilakukan dengan cara menyuapi makanan, maka para pemilik bisa melakukan bonding dengan melakukan interaksi secara langsung dan juga intensif seperti memberi mereka makan secara langsung.

Lovebird biasanya bertahan hidup dengan memakan makanan sehat berupa biji, beri buah, dan kadang-kadang juga larva serangga di alam liar.

Akan tetapi di Afrika, mereka dikenal sebagai burung pengganggu atau hama tanaman. Disana burung ini dianggap licik karena sering berpesta di kebun jagung.

Meskipun demikian, burung ini tidak melakukannya sendiri. Fakta unik Lovebird lainnya, burung ini tetap setia mengajak para rekannya berpesta di ladang jagung untuk makan bersama.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *