Majalah Kicau – Tips Perawatan Burung

Gudang Burung – Sobat burung dimanapun anda berada, pada dasarnya setiap jenis burung jalak (jalak kebo, jalak nias, jalak suren, jalak batam dan lainnya) adalah burung peniru yang sangat hebat, mengucapkan kosa kata pun bisa di lakukann…

Gudang Burung – Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) mengambil burung jenis Elang Brontok di Dusun Wonorejo, Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Burung yang dilindungi itu diambil dari rumah Wakijo, warga setempat.Pengembilan Elang Brontok it…


Gudang Burung – Ahli paleontologi menemukan spesies baru yang diidentifikasi sebagai dinosaurus berbentuk seperti burung atau ayam. Diperkirakan spesies ini telah menjadi penghuni Bumi pada 150 juta yang lalu.
Terungkapnya spesies ini berawal dari beberapa fosil yang ditemukan oleh seorang petani di Provinsi Liaoning, China. Mereka menjelaskan bahwa makhluk purba itu hanya memiliki ukuran tubuh 1,6 kaki atau sekira setengah meter dan memiliki lengan depan yang sangat panjang.

Dikutip Softpedia, Jumat, diyakini keseluruhan tubuh dinosaurus berukuran mini ini ditutupi oleh bulu. Secara anatomi, spesies ini memiliki gigi kecil berbentuk segitiga dan sangat tajam. Hal ini membuat para ilmuwan menyimpulkan bahwa dinosaurus yang diberi nama Aurornis Xui ini termasuk dalam pohon keluarga burung.

“Menurut pendapat saya, ini adalah sejenis burung. Akan tetapi, perlu diketahui juga perbedaan antara burung dan dinosaurus sangat tipis. Sehingga, kami perlu mengkaji lebih dalam lagi,” jelas paleontolog Pascal Godefroit.

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim ini, namun ilmuwan mengatakan dinosaurus ini kemungkinan besar tidak bisa terbang layaknya unggas pada umumnya


Gudang Burung – Burung hantu terbesar di dunia yang banyak hidup di Rusia, terancam punah. Berkurangnya populasi burung hantu turut menjadi indikator kesehatan hutan-hutan di Rusia. Pasalnya, berkurangnya spesies burung hantu disebabkan maraknya pembalakan yang terjadi di wilayah ini.
“Burung hantu Blakiston pemakan ikan ini merupakan indikator kesehatan hutan, sungai, dan juga populasi mangsa mereka, ikan salmon,” ujar Jonathan Slaght, seorang ahli biologi satwa liar di 
Wildlife Conservation Society kepada LiveScience, Jumat, 16 Agustus 2013.

Burung hantu yang bisa mencapai bobot 4,6 kilogram ini membutuhkan pohon-pohon besar yang menjadi penyokong kesehatan hutan Rusia. Jika populasi burung hantu menurun, ini menandakan pohon besar yang berkurang akibat pembalakan juga semakin banyak.


Para ilmuwan menemukan, baik populasi burung hantu maupun mangsanya, ikan salmon sangat bergantung pada pohon-pohon tua untuk berkembang biak dan makan. Pohon ini menyediakan rongga bersarang yang cukup besar untuk burung-burung. Dan, jika pohon mati, ia akan jatuh ke sungai di dekatnya. Pohon ini sangat penting bagi ikan salmon pada tahap yang berbeda dalam hidup mereka.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, penebangan dan kegiatan manusia lainnya telah menjadi ancaman bagi mereka. Penemuan baru menunjukkan, konservasi dan pengelolaan hutan primer sangat penting untuk mempertahankan populasi burung hantu dan ikan salmon, serta ikan trout, harimau siberia, beruang asia, dan babi hutan yangt juga hidup di sana.

Gudang Burung – Seekor elang bondol (Haliastur indus) ditemukan terluka di lapangan Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Selasa 13 Agustus 2013. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Malang dan Profauna merawat dan mengevakuasi satwa…

Gudang Burung – Tim peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan National Research Council of Argentina baru-baru ini mengamati perilaku burung laut bernama Imperial Cormorant. Mereka mengabadikan menggunakan kamera kecil dan mengamati ak…

Gudang Burung – Brand cat kuku asal Inggris Ciate selalu menyuguhkan produk kuteks aneh seperti Caviar dan beludru. Kini, Ciate kembali memberikan gebrakan baru dengan merilis menikur dari bulu. 
Terinspirasi dari peragaan busana haute couture, Charlotte Knight, seniman menikur dan direktur artistik Ciate menciptakan efek bulu burung merak pada kuku. Charlotte membuat para pecinta kuku dapat menghias kukunya sendiri di rumah tanpa bantuan terapis. 

Dikutip Vogue, dalam satu set produk bernama Ciate Feathered itu terdiri dari nail polish, top coat, gunting , kikiran kuku dan bulu. Setelah menggunakan kutek, lalu tempel bulu, gunting sisa bulu yang berlebihan. Terakhir Anda bisa memulas top coat di atas bulu, agar bulu tidak mudah lepas. 

Ciate Feathered tersedia di gerai kosmetik Sephora pada September mendatang. Tersedia dua warna bulu, warna coklat dan warna terang. Kedua warna tersebut persis seperti warna bulu burung merak. Ciate Feathered dijual seharga €22 atau senilai Rp 300 ribuan. 

Sebelumnya, cat kuku dengan tekstur bulu juga pernah dirilis oleh Nails Inc. Cat kuku ini memiliki fitur bulu-bulu halus kecil, seperti partikel yang dicampur dalam berbagai warna pastel sehingga menimbulkan efek bulu pada kuku. Kuteks tersebut dijual seharga £11 atau sekitar Rp 132 ribuan.


Gudang Burung  – Stamina drop saat pekerjaan masih menumpuk, sarang burung walet menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk mendongkraknya. Ada satu kedai yang menawarkan olahan sarang burung walet dengan harga terjangkau.
Sarang burung walet dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, di antaranya obat penyakit pernapasan dan menambah kebugaran tubuh. Namun, mahalnya harga sarang burung walet membuat orang enggan membeli. Di Kendal, Jawa Tengah, disajikan beragam minuman serba sarang burung walet dengan harga terjangkau.

Minuman sarang burung walet yang berkhasiat ini dipadukan dengan minuman hangat maupun dingin. Di kedai Sarang Walet di Jalan Ar Rahman Weleri Kendal, Jawa Tengah, sarang walet disajikan bersama kopi, teh, hingga minuman dingin.

Ada sekira 15 menu sajian sarang wallet, seperti kopi walet, kopi tarik walet, teh walet, kopi vietnam dril walet, hingga es buah walet. Meski berbahan sarang walet yang harganya dikenal mahal, pengunjung tidak perlu khawatir. Menu di sini dapat dinikmati mulai harga Rp8.000 hingga Rp15 ribu.

Bagi penikmat kopi, sajian kopi walet terasa berbeda dengan kopi biasa. Ada rasa hangat dan tidak terasa pahit karena campuran sarang burung walet. Rempah-rempah seperti jahe dan sereh juga terasa kental sehingga menghilangkan bau amis dari sarang burung walet.

Menurut pemilik kedai Sarang Walet, Arif Budiman, Indonesia sebagai produsen terbesar sarang walet tidak menikmati khasiatnya karena banyak diekspor ke China. Padahal, khasiat sarang walet baik bagi kesehatan dan bisa dinikmati dengan harga murah.

Diakuinya, sarang burung walet yang digunakan untuk campuran berbagai minuman berasal dari potongan sarang walet rontok usai dipilah-pilah. Sisa sarang walet inilah yang dicampur dengan rempah-rempah, seperti jahe, sereh, dan kayu manis sebagai bahan campuran minuman, seperti kopi, teh, dan es buah.

“Walaupun hanya potongan atau sisa sarang burung walet, khasiat yang terkandung sama dengan sarang walet yang diekspor ke China. Sarang burung walet sendiri saya ambil dari penangkaran sedangkan kopinya pakai kopi Toraja,” kata Arif.

Arif menambahkan, potongan atau sisa sarang walet dijual Rp2 juta per kilogram sedangkan sarang walet yang bagus dijual hingga Rp8 juta per kilogramnya. Kedai Sarang Walet sendiri, menurutnya, merupakan yang pertama di Indonesia yang menyajikan menu sarang walet dengan harga terjangkau. Dalam sehari, Arif mengaku meraup omset hingga Rp2 juta dari usaha kedai Sarang Walet.

Gudang Burung – Bagi Rustam (50), telepon seluler (ponsel) tidak sekadar sebagai alat untuk berkomunikasi. Ponsel juga dimanfaatkan warga Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Aceh Timurini untuk menangkap burung di sawah.

Pada suatu hari lima tahun yang lalu, tutur pria ini kepada Serambi, Senin (12/8), dirinya kehabisan ide bagaimana cara menangkap burung, terutama ruak-ruak (ayam-ayaman) yang dalam bahasa Aceh dinamai bu-bruek.Burung yang bersuara nyaring ini susah ditangkap meskipun memakai  jaring khusus, apalagi dengan cara menyergap langsung di sarangnya.

Akhirnya muncullah ide untuk memancing dengan suara rekaman burung, menggunakan handphone (hp). Bermodalkan seratusan ribu rupiah, Rustam pun mencari hp bekas di pasar yang bisa merekam suara. Untuk mendapatkan suara, Rustam menunggu sang burung berkoar-koar, lalu merekam suaranya dengan hp tersebut.
Berbekal suara rekaman yang sudah dimilikinya, esok malamnya, Rustam pun mulai memburu ruak-ruak. “Menangkapnya harus malam hari,” kata pria ini.
Cara kerja Rustam begini. Pertama-tama ia taruh hp dan memutar suara burung tersebut di lokasi penangkapan. Ketika suara terdengar, si burung akan mendekati suara tersebut. Rustam yang sudah menyelinap sedari tadi langsung menghidupkan lampu senter menyorot mata burung. Lalu burung yang tak lagi berkutik itu dia tangkap dan dimasukkan ke dalam keranjang satu per satu.
Rustam mengaku beraksi setiap malam mulai pukul 20.00 sampai pukul 00.00 WIB. “Ya, lumayanlah, setiap malam bisa dapat puluhan burung,” katanya. Burung-burung itu dijual Rp 5.000 per ekor. Selain bisa menambah penghasilan, burung-burung ini juga bisa menambah menu hidangan keluarga Rustam di rumah.
Burung yang nama ilmiahnya Amaurornis phoenicurus ini dapat hidup di kawasan berair seperti sawah, payau, maupun hamparan padang terbuka. Makanan utamanya serangga. Suaranya bising, terutama pada waktu subuh dan magrib. Dari suaranya yang bising itulah Rustam berhasil menangkapnya dan menjadi sumber pendapatan harian baginya.

Gudang Burung – Yulius Tri Wardana, 35, warga Dukuh Ngrongah, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, saat ini harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Ngemplak, Boyolali. Gara-gara, Yulius tertangkap tangan saat mencuri burung kenari milik Yopi Tri Siswanto, 20, warga Dukuh Ngrasak, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Senin (12/8/2013).
Kapolres Boyolali, AKBP Budi Haryanto, melalui Kapolsek Ngemplak, AKP Dwi Wahyuni, mengemukakan peristiwa pencurian terjadi Senin (12/8/2013), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban tengah menonton acara televisi di rumahnya.
 Tiba-tiba ada orang tak dikenal (tersangka) yang masuk ke pekarangan rumahnya. Pria itu langsung mengambil burung kenari di sangkar yang tergantung di teras samping rumah. Namun aksi tersangka itu diketahui oleh korban yang melihat peristiwa itu dari jendela kaca. 
Korban pun langsung berlari keluar rumah dan mengejar tersangka. Tak lama kemudian, tersangka yang datang ke rumah itu dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash, dapat ditangkap.
”Saat ini tersangka sudah kami tahan,” ujar Kapolsek ketika ditemui wartawan di Kantor Bupati Boyolali, Rabu (14/8).
Selain menangkap tersangka untuk proses penyelidikan lebih lanjut, Kapolsek menyebutkan pihaknya juga menyita barang bukti berupa seekor burung kenari berikut sangkarnya, serta sepeda motor Suzuki Smash berpelat nomor AD 6785 JB yang dikendarai tersangka saat mencuri.

Gudang Burung – Ilmuwan yang meneliti burung unta modern mengungkapkan bahwa hewan berleher panjang ini bisa memberikan petunjuk terkait fleksibiltias dinosaurus yang berusia ratusan juta tahun lalu. Dinosaurus ini juga yang memiliki leh…

Kalau menjebak menggunakan sangkar jebakan mungkin sudah tidak asing lagi bagi kicau mania dan disini saya akan menerangkan bagaimana cara membuat jebakan burung sederhana dengan menggunakan bahan bahan yang ada disekitar kita. Tapi ingat , ini hanyala…

Gudang Burung – Kris Biantoro melakukan rutinitasnya beberapa saat, sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia sempat memandikan dan memberi burung peliharaannya di rumah. Setelah itu badannya terasa lemas. Tubuhnya roboh.Jum, pembantu rumah t…

(ilustrasi) Gudang Burung – Perdebatan soal pendapat bahwa Archaeopteryx merupakan hewan peralihan antara dinosaurus dan burung sudah berlangsung lebih dari 150 tahun. Kini, para ilmuwan menemukan bukti baru tentang hewan purba ini.Para ilmuw…

Gudang Burung – Saya menulis ini bukan untuk sok tau,tetapi untuk berbagi ilmu dan pengalaman saya dengan murai batu, untuk itu apabila nanti dalam tulisan saya kurang berkopenten,  mohon saran dan kritikannya.Disini saya akan menulis sedikit…

 Gudang Burung – Hal lain yang tak kalah penting dalam pemilihan bakalan Murai Batu adalah mengenai tempat asal Murai Batu tersebut. Tentu saja, yang tak lain dan tak bukan favorit Murai Batu lovers adalah jenis Murai Batu yang berasal dari M…


Gudang Burung  – Berawal dari sekedar hobi, Eko Santoso beralih profesi menjadi terapis burung yang mogok berkicau. Jasanya kini diburu para pemilik burung seharga jutaan sampai puluhan juta rupiah.
 
Kian tenarnya warga Kelurahan Karangwaru itu di kalangan para penghobi tak lepas dari semakin banyaknya kasus burung mogok ‘bernyanyi’. Baik karena faktor stres, salah ransum makanan, atau penyebab lain. Bila sudah begini kejadiannya, pasti sang pemilik burung akan bertandang ke rumah Eko.

Untuk memulihkan burung yang mogok berkicau, Eko yang sudah menggeluti profesinya selama 6 tahun pasti memperhatikan habitat asal burung yang diterapi. Kemudian mencermati ransum makan, rutinitas mandi, waktu isolasi di ruang gelap, lamanya dijemur di bawah sinar matahari, dan pasokan air minum murni. Dengan sentuhan tangan dinginnya, burung-burung itu pun riang gembira dan bernyanyi lagi.

“Pemulihan burung kicau yang mogok, seperti kenari, tledekan, kacer, dan pentet memerlukan waktu dua minggu. Sedangkan burung anis merah dan cucak ijo memerlukan waktu lebih lama yakni dua bulan,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, burung yang mogok berkicau dan diterapi olehnya sangat beragam jenis dan harganya. Mulai dari harga tiga sampai puluhan juta rupiah.

Saat ini Eko dibantu oleh anaknya menerapi tujuh ekor burung. Dengan keahlian yang dimiliki selama menerapi burung yang mogok berkicau Eko tidak memungut biaya kepada sang pemilik. Hanya saja pemilik burung biasanya mengganti biaya makanan selama proses terapi, nominalnya pun tidak terlalu besar.

Nah jika burung Anda ngambek, jangan khawatir, silahkan saja datang ke tempat Eko dan menjalani terapi. Insya Allah burung Anda akan berkicau lagi. 

 Gudang Burung  – Memilih Murai Batu bakalan tak hanya diperhatikan segi fisik, usia, maupun tingkah lakunya saja. Tetapi juga suara kretekannya. Apa itu kretekan? Kretekan yang bagus adalah kretekan keras. Kretekan keras tidak berkorelasi a…