Majalah Kicau – Tips Perawatan Burung

(ilustrasi)Gudang Burung – Suryanto (30) ditangkap Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri, terkait jual beli hewan langka liar yang dilindungi, di Pasar Burung Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (18/9/2…

Gudang Burung – Burung jantan yang menunjukkan perilaku sosial ‘pemalu’ tampak senang bergabung dengan kawanan burung sejenisnya. Studi baru menemukan, burung ‘pemalu’ memiliki perilaku sosial lebih sedikit ketimbang burung jantan yang b…

Gudang Burung – Sebuah upacara pemberkatan pernikahan terpaksa ditunda karena burung hantu yang bertugas menjadi pembawa cincin pernikahan tertidur di atap gereja.Burung hantu bernama Darcy itu seharusnya bertugas untuk terbang melalui altar di Ge…

Gudang Burung – Kebanyakan burung diketahui memilih pasangan dengan komunikasi antarburung dan dengan keindahan warna bulu calon pasangannya. Namun, para ilmuwan di Michigan State University mengatakan, burung menemukan pasangan berdasarkan b…

Gudang Burung – Burung hantu atau sering disebut Owl memang terlihat menyeramkan. Apalagi dari namanya, tidak sedikit yang beranggapan hewan ini sangat identik dengan mistik. Tapi sesungguhnya, burung hantu ijustru unik dan menarik. Karena ke…

Gudang Burung – Petani di Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, kekurangan puluhan rumah burung hantu (rubuha) menyusul mulai berkembang biaknya satwa yang merupakan predator tikus itu.

Saat ini baru ada 12 rubuha di Bulakrejo. Padahal untuk lahan seluas 248 hektare setidaknya butuh 60 rubuha. Penjelasan itu disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani Bulakrejo, Parno Raharjo, saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Sabtu (14/9/2013) siang.
“Satu rubuha idealnya untuk lahan seluas empat hektare. Sejak kami mulai dirikan rubuha awal tahun ini, sudah ada dua burung hantu yang berkembang biak. Tapi karena tidak ada rubuha yang kosong, empat burung yang berhasil menetas pergi entah kemana,” katanya.
Parno menjelaskan, induk burung hantu mempunyai kebiasaan mengusir anak-anaknya yang telah menginjak usia tiga hingga empat bulan. Supaya tidak pergi jauh, menurut Parno alangkah bagusnya bila sudah ada rubuha baru yang bisa dihuni burung-burung ini.
Terkendala Dana
Dana menjadi salah satu kendala pendirian rubuha baru. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu rubuha sekitar Rp250.000. Beruntung sejumlah pihak mulai memberikan sumbangan dana suka rela untuk mengembangkan budidaya burung hantu ini. “Baru baru ini ada yang memberi Rp200.000 untuk membeli paku dan kayu reng. Ada lagi donasi Rp250.000 yang bisa untuk membuat rubuha baru,” imbuh Parno.
Dia menambahkan, rubuha berbentuk seperti bekupon burung dara. Bahan utama pembuatnya papan kayu. Rubuha ini dipasang di sawah dengan ketinggian sekitar lima meter. Kaki-kaki rubuha menggunakan dua batang bambu. Rencananya, Parno menerangkan, pihaknya akan membuat rubuha permanen. “Rubuha permanen ini memakai satu tiang cor semen,” tambahnya.
Parno berharap Pemkab Sukoharjo memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan petani Bulakrejo. Dukungan dimaksud bisa berupa dana operasional maupun pembinaan berkelanjutan. Dia juga menyarankan penggunaan burung hantu untuk membasmi tikus.
Sebab menurut dia hasil yang dicapai cukup signifikan. Parno mencontohkan kondisi tanaman padi Bulakrejo saat ini yang jauh dari hama tikus. “Tikus dengar suara burung ini saja sudah ketakutan. Sejak pakai burung ini padi di Bulakrejo bagus-bagus,” ungkap dia.
Kabid Produksi Dinas Pertanian Sukoharjo, Sumadi, mengapresiasi positif petani Bulakrejo. Menurut dia penggunaan burung hantu untuk membasmi tikus bisa ditiru oleh petani lain. Apalagi sejauh ini pendekatan tersebut terbukti cukup berhasil.

Gudang Burung – Ilmuwan mengatakan bahwa burung kecil dan serangga bisa merespon serta melihat informasi ketimbang hewan yang lebih besar. Ini menandakan burung bisa bereaksi lebih cepat dengan cara kabur ketika ada serangan dari predato…

Sumatera Utara merupakan salah satu daerah penting bagi kehidupan jenis burung liar. Hal ini secara resmi ditetapkan oleh Birdlife International sejak 2004. Di provinsi ini terdapat dua kelompok besar burung liar yaitu burung darat (terestrial birds) dan burung air (waterbirds).
Secara umum tercatat 397 spesies burung liar di Pulau Sumatera. Sayangnya, kekayaan avifauna di pulau ini justru membuka ruang terjadinya perdagangan satwa liar.
Perdagangan burung-burung bermunculan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi, piaraan sampai seremonial adat.

Salah satu lokasi burung air liar yang sedang menjadi bahan pembicaraan adalah Kawasan Pesisir Pantai Timur Kabupaten Deli Serdang. Lokasi tersebut merupakan persinggahan ribuan burung air migran selama musim migrasi pada September sampai Maret.
Menurut UU No.5/1990 dan PP No 7/1999, dari 57 spesies burung air migran yang terdapat di Indonesia hanya 8 spesies yang dilindungi, di antaranya adalah jenis gajahan Numenius spp. (5 spesies), Limnodromus semipalmatus (Trinil-lumpur Asia), Tringa guttifer (Trinil Nordmann), dan Vanellus macropterus (Trulek Jawa).
Berdasarkan penelitian hingga 2011, terdapat 28 spesies burung air migran yang singgah di Pesisir Pantai Timur. Kelompok burung tersebut didominasi oleh dua famili yaitu Charadriidae (cerek-cerekan) dan Scolopacidae (trinil, biru laut, gajahan, dan kedidi).
Di antara kedua suku tersebut tercatat Pluvialis fulva (Cerek kernyut), Pluvialis squatarola (Cerek besar), Charadrius mongolus (Cerek-pasir Mongolia), Charadrius leschenaultii (Cerek-pasir besar), Limosa lapponica (Biru-laut ekor-blorok), Limosa limosa (Biru-laut ekor-hitam), Limndoromus semipalmatus (Trinil-lumpur Asia), Tringa totanus (Trinil kaki-merah), Tringa nebularia (Trinil-kaki hijau), Tringa guttifer (Trinil Nordmann), Tringa stagnatilis (Trinil semak), Numenius phaeopus (Gajahan pengala), Numenius arquata (Gajahan besar), Calidris tenuirostris (Kedidi besar), Calidris canutus (Kedidi merah), dan Calidris ferruginea (Kedidi golgol). Jumlah kelompok burung terbanyak yang teramati mencapai 8 ribu ekor lebih.
Mereka berkumpul mencari makan pada hamparan lumpur selama musim migrasi. Jumlah fantastis seperti ini tentu memikat sebagian masyarakat pesisir untuk menangkap dan menjual burung migran sebagai hidangan.
Selanjutnya para penjerat burung pun ‘panen’. Meski hanya dengan menggunakan perangkap sederhana, mereka mampu menangkap jumlah yang tak sedikit dengan harga yang murah!
Berdasarkan catatan kami, harga burung migran dari jenis Gajahan pengala dijual Rp. 15 ribu siap santap. Untuk jenis-jenis yang lebih kecil seperti Trinil kaki-merah, Trinil-lumpur Asia, dan Kedidi besar dihargai Rp. 7 ribu dan Xenus cinereus (Trinil bedaran), Cerek-pasir Mongolia serta Cerek kernyut dijual Rp. 5 ribu.
Lalu bagaimana para penjerat memperoleh burung-burung tersebut? Biasanya mereka meletakkan jaring-jaring halus (mirip mist net) di hamparan lumpur atau di daerah rawa dan tambak yang ada di sekitar pesisir tempat burung berkumpul.
Pengecekan baru dilakukan dua sampai tiga hari kemudian. Oleh karena itu, tidak heran terkadang ditemukan burung yang terjerat dan sudah mati. Setelah itu, mereka mengantarkannya ke pengumpul atau pembeli langsung. Ketika musim migrasi, mereka lebih sering melakukan pengecekan.
Teknik sederhana lainnya adalah dengan menggunakan bambu dan getah. Peralatan itu dimodifikasi sesuai dengan sifat burung yang ingin ditangkap. Perangkap terdiri dari dua ruangan, yaitu ruang bawah sebagai tempat burung pancingan yang berfungsi untuk memancing burung dengan suara dan ruang atas sebagai ruang perangkap. Perangkap bambu digunakan untuk burung-burung seperti Parus major (Gelatik-batu kelabu), Prinia familiaris (Perenjak jawa), Orthotomus ruficeps (Cinenen kelabu), Pycnonotus zeylanicus (Cucak rawa), Pycnonotus aurigaster (Cucak kutilang) dan Lanius schach (Bentet kelabu).
Sedangkan perangkap getah digunakan dengan cara mengoleskan getah tersebut di cabang pohon berbuah yang sudah diketahui tempat burung sering bertengger. Alat ini mudah sekali menjerat jenis burung yang lebih besar seperti Garrulax leucophus bicolor (Poksai jambul), Oriolus chinensis (Kepudang kuduk-hitam) dan Cissa chinensis (Ekek layongan).
Perdagangan burung pun juga terjadi di Kota Medan. Di kota ini justru terdapat display burung-burung liar. Pasar yang terkenal adalah Pasar Bintang, Pasar Brayan, dan Pasar Merak Jinggayang melaksanakan praktik jual beli unggas serta satwa lain. Tapi yang dijual di pasar tersebut dominan kelompok burung darat.
Eksistensi pasar burung ini tidak lepas dari keberadaan peminat burung. Kontes kicau burung yang menarik menjadikan pasar burung tetap diminati beberapa warga. Begitu juga kebutuhan burung untuk keperluan adat istiadat dan kepentingan lainnya.
Selain itu, posisi Kota Medan sangat strategis sebagai jalur perdagangan satwa liar. Tidak heran kota ini juga menjadi persinggahan praktik penyelundupan satwa liar ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri.
Suplai burung yang dijual kebanyakan hasil tangkapan dari hutan sekitar Kota Medan. Dalam pengamatan selama sehari di tiga lokasi perdagangan burung, tidak kurang 80 spesies kami catat dari lebih 20 toko yang beroperasi. Kelompok pipit, bondol, gelatik (famili Estrildidae) merupakan kelompok burung yang paling banyak dijual. Jumlahnya lebih dari 300 ekor per pasar. Jenis-jenis yang umumnya dijual yaitu Lonchura maja (Bondol haji), L. punctulata (Bondol peking), L. malacca (Bondol rawa). Selain itu, kelompok cucak-cucakan, merbah, empuloh, dan brinji (Pycnonotidae) juga banyak dijual.
Salah satu jenis burung favorit pembeli dari kelompok ini adalah Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) karena kicauannya yang merdu. Harganya mencapai Rp 6 juta hingga 8 juta per ekor. Di beberapa toko juga ditemukan jenis burung yang dilindungi yaitu Elanus caeruleus (Elang tikus), Anthreptes malacensis (Burung-madu kelapa), dan Gracula religiosa (Tiong emas). Untuk jenis Tiong emas ditemukan hampir merata di setiap toko dengan kisaran harga Rp. 1,5 juta sampai Rp. 4 juta.
Permintaan burung yang terus meningkat sudah pasti menyebabkan turunnya jumlah burung di alam liar. Menurut pengakuan salah seorang penangkap, selama 10 tahun ia merasakan turunnya populasi burung target. “Saya tidak pernah lagi menjumpai burung Cucak rawa,” katanya. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian dari berbagai pihak supaya fungsi ekologis burung di alam tetap terjaga.
Sumber: burung-nusantara.org


Gudang Burung – Empat perampok membawa kabur 25 burung kenari senilai sekitar Rp 50 juta dari rumah Franky Setiawan di Jalan Bantaran Indah, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (9/9/2013). Pada perampokan yang terjadi pada sekira pukul 13.00 WIB, kawanan perampok itu juga menganiaya Franky, seorang peternak burung kenari. 


Burung yang dicuri di antaranya lima ekor kenari jenis yorkshire, ekor jenis F3. Belum lagi, burung kenari betina yang siap bertelur serta pemacek jambul kuning serta hijau. Menurut Franky, bila ditotal, harganya mencapai Rp 50 juta.

Franky mengatakan, pelaku menjebol sangkar burung dengan cara mengoyak sangkar sehingga membuat burung ketakutan. Burung berbulu indah aneka warna tersebut kemudian dimasukkan dalam sebuah kantong kain. “Mereka sudah menyiapkan kantong untuk membawa kabur burung-burungnya,” kata Franky, Senin (9/9/2013).

Setelah itu, kata Franky, pelaku kabur meski dirinya sudah berteriak minta tolong tetapi tidak ada pertolongan karena suasana lingkungan perumahan yang sepi. “Kondisi sekitar memang sepi meski siang hari. Sepertinya mereka sudah menggambar rumah saya,” ucapnya.

Dianiaya

Franky menuturkan, sekitar pukul 13.00 WIB dua orang datang ke rumahnya dengan menggunakan motor Yamaha Mio. Mereka mengatakan ingin membeli burung kenari yang sedang dijemur di teras.

“Saya memang beternak burung kenari, dan sudah banyak langganan saya,” tutur Franky, saat ditemui di rumahnya.

Berselang lima belas menit kemudian datang dua orang lainnya menggunakan sepeda motor. Mereka saling bersalaman, layaknya orang yang tidak saling kenal. Mereka terlihat serius bertanya mengenai cara beternak kenari yorkshire.
Sekitar satu jam para pelaku terus bertanya. Franky mulai curiga dengan tingkah mereka. Namun terlambat, para pelaku sudah menyergapnya.

“Saya mencuci sayur dengan posisi membelakangi mereka. Saat itu dua orang menyergap saya dari belakang,” tuturnya.

Seorang di antara mereka mengambil gunting di atas meja dan menempelkannya ke perut Franky. Di bawah ancaman Franky tidak berani berteriak. Franky hanya berusaha menangkap gunting tersebut agar tidak benar-benar ditusukkan.

Laki-laki yang tinggal sendirian di rumah ini kemudian diseret masuk rumah dan dihujani pukulan. Seorang berjaket hitam dan berkumis tebal mengeluarkan sebilah celurit besar. Orang tersebut memukulkan gagang celurit ke jidat Franky hingga robek dan berdarah.

Franky mengaku, sudah merintis usaha beternak kenari sejak setahun lalu. Usaha ini cukup bisa menjadi sandaran penghasilannya. “Saya sudah ikhlaskan saja. Yang penting saya selamat,” ujarnya lirih.

Namun, lelaki berambut sebahu ini menolak melapor ke polisi. Menurut dia laporan ke polisi hanya memperumit masalah. Franky mengaku, sudah merintis usaha beternak kenari sejak setahun lalu. Usaha ini cukup bisa menjadi sandaran penghasilannya. 

“Saya sudah ikhlaskan saja. Yang penting saya selamat,” ujarnya lirih.

Namun, lelaki berambut sebahu ini menolak melapor ke polisi. Menurut dia laporan ke polisi hanya memperumit masalah. Namun, lelaki berambut sebahu ini menolak melapor ke polisi. Menurut dia laporan ke polisi hanya memperumit masalah.


SUARA MASTER KAPAS TEMBAK ATAU JENGGOT TEMBAK

SALAM KICAU MANIA..
Sudah terasa lama saya gak berbagi tentang suara masteran buat isian,karena masih banyak kesibukan.
Kali ini saya mau berbagi lagi buat para kicau mania,yaitu suara isian Jenggot Tembak atau di sebut juga kapas tembak yang nama umum nya adalah Merbah Belukar.
Burung ini di sebut juga dengan nama lain Mancrang, dan nama ilmiahnya adalah Pycnonotus Plumosus, sedangkan dalam bahasa inggrisnya adalah Olive-winged Bulbul.

Semua kicay mania pasti sudah banyak yang tau, kalo burung ini untuk masteran burung atau sekedar buat koleksi, kebanyakan burung ini untuk memasteer muray batu,kacer serta buujrung yang lain.
Suara kapas tembak kali ini berbeda dengan yang sudah saya posting sebelumnya, suara kapas tembak kali ini suaranya ngerol,mantab buat isian.
Ok sobat KM, yang mau download langsung menuju link di bawah ini.

DOWNLOAD SUARA JENGGOT TEMBAK

Gudang Burung  – Burung Cucak Biru ini memiliki ukuran agak besar, sekitar 24 sampai 27 cm panjang. Mata berwarna merah serta kelopak mata berwarna merah muda. Sang jantan berwarna biru laut cerah pada bulu atas, yang dikombinasikan deng…