Mengenal Habitat dan Makanan Anis Merah di Alam Liar

Burung yang satu ini namanya adalah anis merah, jenis burung ini sampai sekarang menjadi salah satu jenis burung yang paling banyak disukai atau dipelihara khususnya di negara Indonesia. Bahkan menempati urutan ke-3 dari jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat pecinta burung kicau.

Kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang seperti apa habitat dan juga makanan anis merah di alam liar dan juga saat menjadi peliharaan. Ada beberapa nama lokal yang sering disebutkan untuk anis merah ini seperti punglor cacing, punglor merah atau anis bata.


kicaumania.net

Sebenarnya habitat anis merah sendiri berada di alam liar yakni di daerah hutan lembab dengan banyaknya pohon yang berdaun lebar serta kepadatan tingkat medium. Tetapi mereka juga bisa hidup di hutan bambu dan juga hutan sekunder. Ada yang berkeliaran di taman dan perkebunan. Burung ini hidup di daerah yang memiliki ketinggian 250 hingga 1830 meter di atas permukaan laut.

Anis merah sendiri tergolong kedalam jenis burung omnivora, sehingga saat hidup di alam liar ia akan mudah mencari makanan. Makanan anis merah sendiri diantaranya adalah berbagai macam serangga, buah dan juga cacing. Burung burung anis merah ini membuat sarang di atas pohon namun tidak membentuk kawanan.

Saat anis merah mencari makanan di alam liar ia sering berada di tanah di bawah pohon yang rindang. Anis merah mencari serangga, cacing dan juga buah-buahan di bawah dedaunan yang jatuh dari pohon. Ketika burung ini membuat sarang, maka ia akan membuatnya dari daun yang sudah kering, akar, ranting dan juga seresah kering yang dibentuk seperti mangkuk.

Pecinta burung kicau yang sudah memelihara burung anis merah ini sering menggunakannya sebagai salah satu burung yang dikonteskan. Oleh sebab itu, tak heran jika burung ini menjadi salah satu jenis burung yang semakin lama semakin populer di kalangan para pecinta burung.

Di dalam latihan bersama atau kontes anis merah juga menjadi andalan master kicau . Adapun beberapa hal yang dinilai dalam kontes tersebut adalah variasi, volume, irama lagu yang dikeluarkan dan juga tingkah laku atau teler. Yang paling berbeda dari burung lain adalah anis merah memiliki keunggulan dalam bidang kontes dan paling digemari pemiliknya. Ketika ikut kontes, burung ini bisa memperagakan berbagai macam model perilaku teler nya.


jitunews.com

Jenis burung anis merah ini panjang tubuhnya 20 sampai 24 cm. Selain itu, burung ini memiliki berat badan 40 hingga 60 gram. Anis merah termasuk kedalam burung yang pemalu yang sering berkeliaran sendiri atau berpasangan.

Anis merah termasuk kedalam burung penerbang yang cepat dan juga tenang tetapi cenderung berdiam diri saat bahaya sampai kondisi kembali aman.

Ketika anda memilih burung anis merah sebagai peliharaan, maka anda harus memberinya pakan yang tepat agar anis merah gacor. Cara perawatan burung anis merah juga harus dilakukan secara tepat agar burung ini bisa ngoceh atau gacor.

Seperti yang kita tahu bahwa anis merah sendiri termasuk kedalam jenis burung yang manja dan butuh waktu yang tidak sebentar agar bisa gacor. Jadi saat anda merawat burung anis merah ini dengan asal-asalan pastinya anda tidak akan mendapatkan kualitas yang baik.

Makanan anis merah peliharaan harus diperhatikan jenis dan juga takarannya. Anda bisa memberikan pakan berupa buah-buahan segar seperti pepaya, pisang kepok, apel merah, pir dan lain sebagainya.

Selain itu anda juga bisa memberikan makanan tambahan atau extra fooding. Makanan tersebut diantaranya berupa ulat bambu, ulat hongkong, cacing tanah, kroto, belalang hijau, jangkrik dan lain sebagainya.

Bukan itu saja, selain buah segar dan juga EF, anda bisa memberikan makanan anis merah berupa Voer. Ini juga menjadi salah satu cara membuat burung ini bisa teler ngeplong.

About dr.gaplek

Check Also

Cara Menangkarkan Burung Gelatik Jawa yang Hasil Anakannya Bagus

Home | Burung Gelatik | Cara Menangkarkan Burung Gelatik Jawa yang Hasil Anakannya BagusCara menangkarkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *