Loading...
Pengetahuan

Mengatasi Ekor Murai Patah Dan Rusak

Mengatsi Ekor Murai Patah Dan Rusak — Karakter dari batu murai yaitu “ngruji ekor”.  Ada burung yang memang punya “ekor dulu kalau nabrak dikurung” (disebut “ngruji ekor”). Perhatikan bagaimana batu murai saat nabrak kisi-kisi. Jika ia memegang tubuh bagian bawah di batang menggunakan ekor dan sebagian besar ekor secara otomatis keluar dari kandang, berarti burung itu memang tipe “ngruji tail”. Burung seperti ini, dalam kondisi bulu baru dan stres ekornya terlihat rusak. Untuk waktu yang lama, daun ekornya pecah dan ekornya seluruhnya menyerupai sisir berwajah dua. Ini adalah karakter dan tidak bisa diubah.



Selain terkena kutu bulu pada burung, faktor yang menjadi penyabab rusaknya ekor murai adalah krangnya penjemuran. Bulu burung menjadi kurang kuat dan mengkilat iti tanda burung kurang sehat. Kekurangan vitamin dan nutrisi. Ganti jenis pakan dan berikan jangkrik dengan kualitas bagus.


Kena kutu/pernah kena kutu. Kutu menyebabkan bulu burung rusak. Perlu dicek, apakah di bulu-bulu tertentu (pangkal bulu ekor, leher, sayap) ada warna putih2 seperti tepung di bagian yang dekat dengan batang bulu. Kalau iya, berarti ada kutunya dan perlu ditangani dengan penyemprotan air daun sirih. Rebus daun sirih dan airnya (jangan terlalu kental) digunakan untuk menyemprot bulu murai batu selama tiga hari. Setiap setalah semprot, jangan langsung dibilas dengan air, tetapi tunggu sampai sekitar 30 menit.


Sering langsung dijemur begitu habis mandi/kena air. Penjemuran ketika kondisi bulu basah, menyebabkan bulu terlihat / mudah rusak. Sebab, ketika bulu belum sempat ditatan rapi oleh burung, sudah kering duluan. Ini ibarat baru saja mandi dengan rambut basah dan cuma dihanduki langsung di-hairdryer. Dijamin rambut kelihatan mawut sekali. Mabung tidak bisa dipaksakan. Kita hanya bisa mempercepat/menyempurnakan proses mabung ketika proses sudah terlihat dimulai (jatuhnya bulu2 kecil). Cara untuk treatmen mabung sudah ada di situs ini dan bisa cari.


Mengenai ekor MB, bisa baca-baca lagi situs ini untuk kategori “Murai Batu”. Sudah relatif bisa dijadikan referensi.Cara nglatih mental yang sering dipertemukan dengan murai batu lain tetapi tidak perlu lama-lama. Sebab, mempertemukan dengan murai batu lain sekadar untuk memancing dia bunyi. Setelah dia bunyi, pisahkan sehingga tidak sama2 melihat. Masing-masing akan bunyi tanpa ada rasa terintimidasi dan “merasa sama-sama menang”. Hal itu akan meningkatkan mental tanding.


Burung mau rajin bunyi kalau kondisinya fit (fisik dan mental/tidak takut orang lagi). Meski demikian, ada burung yang memang hanya mau bunyi pada waktu2 tertentu. Ini karena kebiasaan sejak lahir. Karena itu saya sarankan kalau memelihara burung, khususnya MB, adalah burung hasil tangkaran. Burung hasil tangkaran relatif sudah rajin bunyi sejak trotol dan tidak pernah ada masa berhenti bunyi. Dengan syarat, sejak awal sudah terbiasa dengan lingkungan ramai.

Trending artikel yang sedang hits:
  1. ekor murai patah
  2. mengatasi ekor murai patah
  3. ekor murai batu patah
  4. rawatan ekor murai patah
  5. cara merawat ekor murai batu pa
  6. cara mengatasi bulu ekor murai batu patah
  7. cara merawat murai ekor patah
  8. ciri ciri ekor murai patah
  9. ekor mb yg patah
  10. ekor mur ai patah

About the author

Dian Anggraini

Majalah Kicau menjadi tempat membaca dan mencari referensi para penggemar burung. Mari kita jalani hoby sambil menjaga kelestarian burung berkicau di Indonesia. Salam Kicau!

Leave a Comment