Kelangsungan Hidup Angsa Putih yang Menjadi Perhatian

Kelangsungan hidup Angsa Putih menjadi perhatian bagi kita bersama. Mengingat jenis Angsa yang satu ini termasuk ke dalam kategori hewan yang dilindungi.

Angsa Putih sejatinya merupakan salah satu  jenis burung air yang dapat terbang. Seperti yang kita tahu bahwa hampir sebagian hidupnya dihabiskan di air.

Kebanyakan Angsa putih hidup dan bertempat tinggal di daerah beriklim sedang. Jarang diantara spesies ini hidup di iklim tropis.

Kelangsungan Hidup Angsa Putihphdi.or_.id

Angsa Putih memiliki kebiasaan makan seperti kebanyakan jenis Angsa lainnya. Tergolong burung herbivora, Angsa jenis ini mencari makanannya di darat dan di air.

Pada umumnya, Angsa Putih berasal dari keluarga bebek, angsa dan juga itik. Secara ilmiah Angsa Putih disebut juga dengan Cygnus olor.

Jika kita berbicara mengenai kelangsungan hidup Angsa Putih, maka tak terlepas dari perilaku Angsa tersebut. Angsa Putih atau dapat disebut sebagai Mute Swan ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar.

Panjang yang dimilikinya dapat mencapai 1450 hingga 1600 meter. Seperti namanya, hampir seluruh bulunya didominasi oleh warna putih.

Karena bulunya yang indah dan bentuk tubuhnya yang menawan, menjadi daya tarik Angsa ini untuk dipelihara. Uniknya lagi, jenis Angsa ini tidak dapat terbang tinggi dan hanya memilih berenang di air saja.

Selain memiliki tubuh dan bulu yang indah, Angsa Putih juga mempunyai kemampuan bernyanyi dengan suaranya yang unik. Lantunan nyanyian dari Angsa Putih ini akan kita dengar dari paruhnya yang berwarna jingga berbalut hitam yang memikat.

Untuk mengetahui dengan pasti kelangsungan hidup Angsa Putih, tingkat persebaran dari jenis Angsa ini juga penting untuk diperhatikan. Angsa Putih, ternyata juga memiliki kemampuan dalam melakukan migrasi.

Migrasi yang dilakukannya ini, tidak lain dengan tujuan untuk bertahan hidup dan berkembangbiak. Meskipun belum diketahui secara pasti, asal Angsa Putih ini, tetapi persebarannya dapat kita lihat secara nyata.

Angsa Putih sangat mudah kita jumpai di kawasan Eropa dan Asia. Dimana setiap populasinya selalu melakukan migrasi dari kawasan Eropa Barat menuju ke Asia Tengah.

Daerah yang dipilih untuk bermigrasi ini memiliki kesesuaian dengan habitat hidupnya. Angsa Putih akan lebih mudah mencari makan dan beradaptasi di lingkungan tersebut.

Daerah yang paling sering dijadikan tempat bermigrasi yaitu di wilayah Laut Kaspia. Hal ini dipicu oleh faktor kondisi musim dingin yang telah membeku.

Kelangsungan Hidup Angsa Putih yang Menjadi Perhatianpixabay.com

Keberadaan Angsa Putih saat ini  menunjukkan jumlah populasi yang selalu berfluktuasi setiap tahunnya. Pada tahun 1972, Angsa Putih menjadi satu di antara spesies yang dilindungi oleh Konvensi Ramsar dan juga Agreement on the Conservation of African Eurasian Migratory Waterbird.

Dengan upaya perlindungan inilah, habitat dan jumlah populasi Angsa Putih dapat terjaga dengan baik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah populasinya saat ini.

Polusi menjadi salah satu faktor penyebab kelangsungan hidup Angsa Putih terganggu. Jika udara tempat tinggalnya semakin tercemar, maka kemampuan terbang dari Angsa Putih juga akan terganggu.

Mengingat sebagian hidup Angsa Putih di air, dengan adanya pencemaran timbal ini, jelas akan mengganggu habitat hidupnya. Terutama kebutuhan dalam mencari makan. Jika ketersediaan makan yang kurang mencukupi, maka kelangsungan hidupnya pun juga akan menurun.

Banyaknya pembangunan di sekitar wilayah habitat Angsa Putih juga dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Pembangunan yang semakin banyak, maka menyebabkan habitatnya semakin sempit, dan kemudian akan berlanjut pada kelangsungan hidup Angsa Putih yang terus berkurang.

About dr.gaplek

Check Also

Tips dan Cara Mengenali Burung Murai Batu Pancingan Paling Mudah

Home | Tips Dan Perawatan | Tips dan Cara Mengenali Burung Murai Batu Pancingan Paling …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *