Daftar Harga Burung Cucak Rowo Ternakan & Hutan

Burung Cucak Rowo adalah sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae atau keluarga cucak-cucakan.

Burung ini juga dikenal umum sebagai cucak rawa dalam Bahasa Indonesia, cangkurawah Bahasa Sunda, barau-barau Bahasa Melayu dan lain-lain.

Dalam bahasa Inggris disebut Straw Headed Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami pucat.

Dan nama ilmiahnya adalah Pycnonotus zeylanicus (Gmelin, 1789).

Burung Cucak Rowo Anakan – jalaksuren.net

Burung yang berukuran sedang, saat dewasa panjang tubuh total yang diukur dari ujung paruh hingga ujung ekornya adalah sekitar 28 cm.

Mahkota sisi atas kepala dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning-jerami pucat, setrip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam.

Punggung coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat-zaitun.

Dagu dan tenggorokan putih atau keputihan, leher dan dada abu-abu bercoret putih, perut abu-abu, dan pantat kuning.

Untuk anakan usia di bawah 2 bulan, bagian dada yang bercoret putih, bercorak atau lorengnya rata-rata belum begitu kelihatan jelas, warnanya belum kontras.

Burung Cucak Rowo Dewasa – facebook.com/bernardphotojournals

Iris mata berwarna kemerahan, paruh hitam dan kaki coklat gelap.

Kalau sudah dewasa, sudah birahi atau rata-rata usia di atas 1,5 tahun, warna matanya berubah jadi coklat kemerah-merahan.

Jadi bisa di bilang, jika warna mata belum merah artinya burung belum siap kawin atau di ternak, meskipun dalam beberapa kasus cucak rowo usia 11-12 bulan sudah ada yang bisa bereproduksi.

Seperti namanya, cucak rawa biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas.

Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan.

Menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra termasuk Pulau Nias, Kalimantan dan Jawa bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini dianggap punah karena perburuan.

Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin.

Di habitat buatan, sangkar gantung, kandang umbaran atau kandang ternak, bisa kita kasih aneka serangga seperti jangkrik, ulat-ulatan yang biasa di jual di kios burung. Untuk menu yang lain bisa di kasih buah pisang kepok atau pepaya.

Untuk iritnya bisa diberi voer ayam, voer lele atau voer khusus burung yang biasa di jual di kios burung.

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung jika ada kesempatan waktu luang selalu rutin di mandikan, bisa di karamba atau di semprot dan lalu di jemur.

Tidak lupa juga untuk rutin di kasih suplemen atau multivitamin meskipun tidak harus setiap hari. Di kios-kios burung ada banyak yang jual aneka suplemen atau multivitamin untuk burung.

Harga Burung Cucak Rowo bisa dibilang adalah yang paling stabil sendiri, di antara harga burung jenis yang lainnya. Berdasarkan pengalaman malah tidak pernah turun, hampir setiap berganti tahun harga malah cenderung naik.

Salah satu faktor yang membentuk harga cucak rowo stabil adalah :

Di ternak sulit, cucak rowo terkenal nomor satu di dalam hal sulit untuk di ternak. Meskipun berhasil produksi, rata-rata burung cucak rowo bertelur cuma dua butir. Belum lagi di tambah tingkat resiko kematian selama proses pembesaran.Cucak rowo tangkapan hutan semakin sulit di cari. Faktor alam dan manusia, hutan habitat aslinya sudah banyak yang gundul karena di tebangi untuk industri atau pemukiman warga dan tangan-tangan jahil manusia yang melakukan perburuan liar untuk alasan ekonomi.Di pasar burung tidak ada yang jual cucak rowo impor. Setahu saya tidak ada, rata-rata yang di jual adalah cucak rowo hutan dan cucak rowo hasil penangkaran. Meskipun dengar-dengar ada juga cucak rowo impor, tapi belum pernah menemui langsung.

Dengan melihat ketiga alasan tersebut di atas sudah bisa di simpulkan, bahwa stok yang diperjualbelikan cuma sedikit dan bakalan sulit di cari. Hal ini bisa buktikan sendiri dengan melihat langsung stok-stok di pedagang pasar burung, pedagang rumahan atau kios-kios kecil di pinggir jalan.

Jadi burung cucak rowo sangat prospek sekali untuk di tangkar, jika dilihat dari sejarah harganya maupun ketersediannya di pasaran yang tidak akan mungkin banjir karena adanya impor masuk atau tangkapan hutan yang banyak.

Untuk status konservasi adalah tidak dilindungi, jadi bebas diperjualbelikan untuk umum, meskipun beberapa saat lalu sempat di lindungi.

Di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 cucak rowo masuk burung yang dilindungi (Poin nomor 612).

Tetapi tidak berselang lama kemudian terbit peraturan baru yang otomatis menggantikan peraturan lama, yaitu Permen No.P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018. Dan di peraturan baru ini cucak rowo sudah tidak dilindungi lagi, sudah di hapus namanya dari daftar burung-burung yang dilindungi.

Berikut ini adalah daftar harga yang kami rangkum untuk sederhananya :

Anakan hasil ternakan, usia sekitar 2-5 bulan.Remaja hasil ternakan, usia sekitar 7-12 bulan.Dewasa hasil ternakan, usia di atas 1,5 tahun atau mata sudah merah.Anakan, remaja dan dewasa hutan, harga rata-rata sama.Kicauan ternakan dan hutan, dari suara engkel, ngelagu, semi ropel hingga ropel speed rapat.

Burung Cucak Rowo adalah salah satu jenis burung hobi yang dinikmatin dari segi suara kicauannya, jadi harganya pun relatif. Terkadang ada juga, asal yang mau beli suka, berapun harganya rela dibayarnya, jadi untuk harga kicuan tidak ada pasarannya. Tergantung kesepatan antara yang mau jual dan yang mau beli.

Untuk membedakan burung cucak rowo hutan dan ternakan adalah lewat suara dan tingkah lakunya, kalau untuk visual fisik hampir mirip atau sama saja.

Burung cucak rowo hutan terkadang-kadang mengeluarkan bunyi “krok”, 99% bunyinya keluar, bisa di tungguin untuk membuktikannya, meskipun burung belum gacor.

Burung ternakan setahu saya jarang banget, meskipun kadang-kadang menemui juga bisa mengeluarkan suara “krok”. Mungkin asal-usul kakek nenek dulu-dulunya ada burung hutannya, bisa juga karena sering atau setiap hari berdampingan atau dekat dengan suara burung hutan, jadi bisa menirukan.

Dari tingkah lakunya 90% burung hutan adalah gerabakan, nabrak-nabrak atau giras dan bulu-bulunya otomatis banyak yang rusak. Ada juga tidak gerabakan dan bulu mulus “jika” sudah rawatan lama.

Untuk burung ternakan sendiri 50:50, ada yang giras dan jinak, bulu mulus dan rusak, tergantung perawatan. Jika dari kecil di sangkar gantung 90% banyak mapannya, jika burung di kandang ternak 90% banyak girasnya.

Gambaran kesimpulannya coba lihat tabel berikut :

Bunyi KrokGiras / GerabakanPersentase

Tips dan kesimpulan, jika ada yang menawarkan cucak rowo bilangnya burung hutan, tetapi setelah di tunggu-tunggu sekian lama tidak keluar suara “krok”, jangan mudah percaya omongannya, waspada dan wajib hati-hati. Soalnya untuk pasaran harga dan kwalitas suara rata-rata burung hutan lebih mahal dan istimewa suaranya jika di bandingkan dengan burung hasil penangkaran.

Sumber referensi : Artikel Cucak Rawa – Wikipedia, Harga Burung – Cucak Rowo Safrudin Farm, Harga Burung dan Foto Web – UD. Jalak Suren, Foto Facebook – Bernard Photojournals, Foto Web – Dictio, Assets PDF – KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk request harga burung, koreksi harga burung, saran, kritik dan lain-lain, silahkan tinggalkan ulasan di bagian komentar.

About dr.gaplek

Check Also

Pengertian Luas Burung Blekok Sawah dan Habitatnya

Burung blekok sawah merupakan salah satu jenis burung yang tergolong dari keluarga Ardeidae. Nama latin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *