Loading...
Pentet

Cendet Tiba-tiba Bisu? Ini Solusinya

Halo Penggemar burung Cendet? Ada yang Cendetnya ngambek?


Burung Cendet mempunyai suara kicauan yang keras dan gacor. Burung petarung ini memang punya ciri khas suara tersendiri bila dibandingkan dengan burung lainnya. Bahkan, jika dilakukan pemasteran dengan baik, burung Cendet atau Pentet dapat meniru suara masteran tersebut. Namun, terkadang burung Cendet macet bunyi. Tiba-tiba, burung ini tidak mau berkicau sama sekali.


Kira-kira, apa yang menyebabkan burung Cendet macet bunyi? Ternyata faktor yang menyebabkan burung Cendet diam tidak mau bersuara cukup banyak. Ada burung Cendet jadi pendiam yang disebabkan karena faktor internal, ada pula yang eksternal. Meski begitu, lebih banyak perawatan harian Cendet juga dapat membuatnya macet bunyi.


Burung Cendet gacor di alam (plus.google.com)

” data-medium-file=”https://i2.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2018/01/Burung-Cendet-makan-ular-predator-rps-science.org_.jpg?fit=300%2C211″ data-large-file=”https://i2.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2018/01/Burung-Cendet-makan-ular-predator-rps-science.org_.jpg?fit=735%2C517″ srcset=”https://i2.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2018/01/Burung-Cendet-makan-ular-predator-rps-science.org_.jpg?w=800 800w, https://i2.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2018/01/Burung-Cendet-makan-ular-predator-rps-science.org_.jpg?resize=300%2C211 300w, https://i2.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2018/01/Burung-Cendet-makan-ular-predator-rps-science.org_.jpg?resize=768%2C540 768w” sizes=”(max-width: 735px) 100vw, 735px”>

Burung Cendet makan ular predator (rps-science.org)

Terapi mandi malam sangat baik membuat burung Cendet berkicau lagi. Caranya, burung Cendet dimandikan pada malam hari, setelah solat Isya atau pada rentang jam 19.00-21.00. Burung Cendet dimandikan dengan cara disemprot halus. Penyemprotan ini jangan sampai basah kuyup. Setelah itu, biarkan sampai bulu Cendet mengering dengan sendirinya, sambil diberi jangkrik secukupnya.


Sama seperti manusia yang bangun pagi, pasti tubuh menjadi lebih segar dan bugar. Nah, hal ini juga dirasakan oleh burung Cendet yang menjalankan terapi pengembunan. Terapi ini dapat mengembalikan naluri alamiah burung Cendet untuk berkicau lagi di alam. Terapi pengembunan sendiri bisa dilakukan setelah solat subuh, atau pukul 04.00 sampai matahari terbit.


Terapi lain yang juga membantu burung Cendet cepat bunyi adalah pemberian extra fooding (EF) seperti jangkrik, kroto, dan ulat Hongkong. Dengan pemberian pakan tammbahan yang bersifat panas, birahi burung Cendet akan naik dan berkicau lagi. Kalau sudah normal lagi suaranya, pemberian EF bisa disesuaikan dengan perawatan harian seperti biasa.


Burung Cendet perlu dikarantina sendirian tanpa gangguan dari burung lain, terutama burung sejenis. Selain itu, burung Cendet yang sedang dikarantina jangan sampai melihat atau mendengar suara burung Cendet lain. Kalau burung Cendet dibiarkan mendengar suara burung Cendet lain, maka performanya bisa semakin drop dan tidak mau bunyi.


Cendet termasuk burung petarung, jadi sulit menyatukan burung ini dengan burung lain dalam satu kandang. Namun, cobalah memasukkan pasangan Cendet tersebut atau kicau mania sering menyebutnya untulan. Terapi ini kalau bisa dilakukan di kandang umbaran yang luas agar Cendet lebih leluasa bergerak mengejar untulan atau Cendet betina untuk melatih emosinya. Nantinya, otot sayap menjadi kuat dan membuat Cendet fighter kembali, serta volume suaranya akan keras sambil berdiri nagen.


Untuk mengembalikan suara Cendet yang macet bunyi, pemilik harus melakukan terapi pemasteran. Pemasteran dapat dilakukan dengan suara MP3 atau suara masteran dari YouTube. Terapi ini dilakukan paling akhir, setelah burung Cendet terlihat berani bertemu dengan burung sejenis. Waktu pemasteran Cendet yang baik pada jam 10.00-15.00 dengan cara dikerodong.


Bagaimana? Apakah cendet mania sedikit lega?

Trending artikel yang sedang hits:
  1. warna telur burung cendet
  2. bulan apa burung cendet bertelur
Loading...

About the author

Dian Anggraini

Majalah Kicau menjadi tempat membaca dan mencari referensi para penggemar burung. Mari kita jalani hoby sambil menjaga kelestarian burung berkicau di Indonesia. Salam Kicau!

Leave a Comment