Gudang Burung – Saya menulis ini bukan untuk sok tau,tetapi untuk berbagi ilmu dan pengalaman saya dengan murai batu, untuk itu apabila nanti dalam tulisan saya kurang berkopenten,  mohon saran dan kritikannya.Disini saya akan menulis sedikit…

 Gudang Burung – Hal lain yang tak kalah penting dalam pemilihan bakalan Murai Batu adalah mengenai tempat asal Murai Batu tersebut. Tentu saja, yang tak lain dan tak bukan favorit Murai Batu lovers adalah jenis Murai Batu yang berasal dari M…


Gudang Burung  – Berawal dari sekedar hobi, Eko Santoso beralih profesi menjadi terapis burung yang mogok berkicau. Jasanya kini diburu para pemilik burung seharga jutaan sampai puluhan juta rupiah.
 
Kian tenarnya warga Kelurahan Karangwaru itu di kalangan para penghobi tak lepas dari semakin banyaknya kasus burung mogok ‘bernyanyi’. Baik karena faktor stres, salah ransum makanan, atau penyebab lain. Bila sudah begini kejadiannya, pasti sang pemilik burung akan bertandang ke rumah Eko.

Untuk memulihkan burung yang mogok berkicau, Eko yang sudah menggeluti profesinya selama 6 tahun pasti memperhatikan habitat asal burung yang diterapi. Kemudian mencermati ransum makan, rutinitas mandi, waktu isolasi di ruang gelap, lamanya dijemur di bawah sinar matahari, dan pasokan air minum murni. Dengan sentuhan tangan dinginnya, burung-burung itu pun riang gembira dan bernyanyi lagi.

“Pemulihan burung kicau yang mogok, seperti kenari, tledekan, kacer, dan pentet memerlukan waktu dua minggu. Sedangkan burung anis merah dan cucak ijo memerlukan waktu lebih lama yakni dua bulan,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, burung yang mogok berkicau dan diterapi olehnya sangat beragam jenis dan harganya. Mulai dari harga tiga sampai puluhan juta rupiah.

Saat ini Eko dibantu oleh anaknya menerapi tujuh ekor burung. Dengan keahlian yang dimiliki selama menerapi burung yang mogok berkicau Eko tidak memungut biaya kepada sang pemilik. Hanya saja pemilik burung biasanya mengganti biaya makanan selama proses terapi, nominalnya pun tidak terlalu besar.

Nah jika burung Anda ngambek, jangan khawatir, silahkan saja datang ke tempat Eko dan menjalani terapi. Insya Allah burung Anda akan berkicau lagi. 

 Gudang Burung  – Memilih Murai Batu bakalan tak hanya diperhatikan segi fisik, usia, maupun tingkah lakunya saja. Tetapi juga suara kretekannya. Apa itu kretekan? Kretekan yang bagus adalah kretekan keras. Kretekan keras tidak berkorelasi a…

Guidang Burung  – Oleh-oleh merupakan hal yang harus selalu dibawa para pemudik ketika berlebaran di kampung halamannya. Seperti halnya, Taufik yang akan mudik ke Palembang. Dia membawakan oleh-oleh unik untuk keluarganya di Kota Pempek itu.T…


Gudang Burung – Setelah dari segi fisik serta usia, kita dapat mengetahui karakter seekor burung dari bagaimana tingkahnya ketika dipegang oleh seseorang. Seperti halnya ketika akan memilih Murai Batu. Hal ini sangat sederhana, tetapi juga sangat penting.
Karena karakter burung bisa dinilai dari mentalnya. Mental burung yang bagus adalah ketika burung tersebut kita pegang, maka burung tersebut memberikan perlawanan. Entah dengan berusaha mematuk tangan kita, ataupun bersuara dengan kencang.
Jika demikian, beruntunglah anda karena burung tersebut masuk ke dalam kategori burung bermental bagus, yang ketika di adu dengan burung lainnya tidak ‘’mbagong’’.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)


Gudang BurungSeperti yang telah saya paparkan mengenai asal Murai Batu, sekarang kita akan membahas lebih detail tentang bagaimana sifat, ciri fisik, maupun karakter Murai Batu yang berasal dari tanah Kalimantan.
Yang pertama adalah Murai Batu Palangka
Yang kedua adalah Murai Batu Banjar
Yang ketiga adalah Murai Batu Mahkota
Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau yang lain. Salam kicau. (rsp)


Gudang Burung  – Ketika segi fisik dari memilih bakalan Murai Batu telah kita lalui bersama, tetapi kita masih merasa bingung menyangkut memilih Murai Batu bakalan yang bagus. Bagaimana jika demikian? Apa tidak ada cara yang lain?
Tentu saja ada. Ketika dari segi fisik telah kita lalui, mulai dari segi kaki, warna bulu dada, maka hal yang dapat kita lakukan agar mengetahui burung bakalan yang akan kita beli muda ataukah sudah tua, anda dapat melakukan hal berikut ini.
Mintalah izin terlebih dahulu dengan penjual burung untuk menangkap burung tersebut. Setelah itu, bilanglah kepada si penjual untuk membuka paruh burung Murai Batu tersebut. Jika :
  •         Rongga mulut berwarna putih atau cerah, berarti Murai Batu tersebut tergolong Murai Batu yang muda.
  •     Rongga mulut berwarna hitam atau gelap, berarti Murai Batu tersebut tergolong Murai Batu yang telah dewasa.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi lainnya. Salam kicau. (rsp)

 Gudang Burung – Untuk memiliki wajah yang menarik, banyak wanita rela melalukan berbagai perawatan. Salah satunya adalah facial kotoran burung yang dibanderol seharga USD 180 atau kurang lebih Rp 1,8 juta.Dalam sebulan, di salon perawat…


Gudang Burung  – Dalam memilih Murai Batu bakalan yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah mengenai warna serta bentuk ekor dari burung tersebut, serta warna bulu dada. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.

Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah warna ekor serta bentuknya dan bulu dada. Mengapawarna ekor serta bentuknya dan bulu dada?

Dari segi ekor serta bentuknya : pilihlah Murai Batu yang ekornya tidak terlalu panjang, berukuran medium yakni sekitar 15-25 cm. Serta dari pangkal bulu hingga ujung bulu melengkung ke bawah. Biasanya burung ber ekor seperti ini cepat jadi dan anda akan melihat ekornya yang cantik ketika burung berkicau.

Dari segi warna bulu dada : pilihlah Murai Batu yang bulu dadanya berwarna kuning ke oranyean. Tapi usahakan yang dominan warna kuning, atau warna kuningnya lebih cerah daripada warna oranye nya. 

Demikian sedikit tips yang dapat saya bagikan. Bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi tentang pengalaman pribadi serta pengalaman teman-teman penghobi burung kicau lainnya. Salam kicau. (rsp)


Gudang Burung – Dalam memilih Murai Batu bakalan yang pertama kali diperhatikan adalah mengenai bentuk warna kaki dari burung tersebut. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.

Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah kaki burung itu sendiri. Mengapa kaki?
Karena kita dapat menilai umur atau usia burung dari warna serta tekstur kakinya. Untuk yang direkomendasikan adalah memilih Murai Batu yang kakinya berwarna hitam mengkilap dan tidak bersisik.
Karena apabila kakinya berwarna hitam saja dan telah bersisik, maka Murai Batu tersebut sudah tergolong dewasa yang mungkin juga sulit untuk dipelihara. Jikalau terpaksanya tidak ada atau susah mendapatkan burung yang berkaki hitam mengkilap dan tidak bersisik, sebaiknya anda mencari ke tempat yang menjual burung Murai Batu yang belakangan ini semakin banyak di kota-kota besar.
Tips lainnya adalah memilih Murai Batu yang berkaki putih, karena untuk Murai Batu berkaki seperti ini tergolong masih muda yang berumur sekitar 3 bulan. Tetapi jangan memilih yang masih berwarna merah muda atau pink, karena Murai Batu tersebut sedang dalam proses yang dinilai masih memerlukan perhatian yang lebih dari si penjual Murai Batu tersebut.

Gudang Burung – Taman Burung Gembira Loka Zoo, Sabtu (3/8), dibuka Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX.  Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung jalak putih dan sriguntung di sangkar besar bentuk dome.Taman burung ini menambah wahana bagi pengunjung, khususnya yang sedang berlibur Lebaran. Ada 348 ekor burung dengan 64 jenis burung dari berbagai negara.    

Dijelaskan Direktur Utama GLZoo, KMT A Tirtodiprojo, taman burung ini dibangun di atas  tanah 4.500 meter persegi. Pengerjaan dilakukan selama 10 bulan sejak awal Oktober 2012.

Tahap pertama pembangunan GLZoo Bird Park ini menghabiskan dana sebesar Rp 3,5 miliar. Sedangkan pembangunan mekanikal/elektrikal sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk mendapatkan koleksi burung dikeluarkan dana sebesar Rp 1,5 miliar. “Bird park ini kami bangun dengan konsep natural,” kata Tirtodiprojo.     

Di area taman burung ada 31 kandang berisi sekitar 348 ekor burung dari 64 jenis burung. Di sangkar bentuk dome dan kandang lory, pengunjung bisa berinteraksi dengan burung-burung koleksi kebun binatang setempat. “Ada burung-burung lokal maupun dari luar negeri,” sebutnya.

Bird Park of GLZoo dibagi dalam sembilan area, yaitu area flamingo, elang, kandang bentuk kubah/dome, interaksi lory, paruh bengkok, cendrawasih, kolam terbuka, kandang pecuk hitam dan penguin.


Gudang BurungDalam memilih Murai Batu bakalan yang pertama kali diperhatikan adalah mengenai bentuk paruh dari burung tersebut. Jikalau anda sudah profesional mengenai cara memilih bakalan Murai Batu bakalan yang bagus, mungkin bukan merupakan sesuatu yang sulit.
Tetapi jika bagi para pemula, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama agar tidak mendapatkan bakalan yang terkesan ‘’abal-abalan’’. Hal yang perlu diperhatikan adalah paruh burung itu sendiri. Mengapa paruh?
Karena dari segi bentuk maupun ukuran paruh burung Murai Batu akan mempengaruhi panjang-pendeknya suara yang dihasilkan nantinya. Dan juga berhubungan langsung dengan keras atau lemahnya suara yang dihasilkan.
Pemilihan burung yang berdasarkan paruh ini sebenarnya tergantung selera masing-masing penghobi burung itu sendiri, serta bagaimana melatih burung peliharaannya.
·         Bentuk paruh yang tipis dan lurus : volume suara antara rendah-medium, tetapi panjang dalam hal trecetan serta besetan yang tajam. Dan juga burung berparuh seperti ini lebih mudah ‘’jadi’’. Bentuk paruh yang tebal dan lurus : volume burung antara medium-tinggi, tetapi perlu waktu yang lebih untuk membuat burung berparuh seperti ini agar suaranya semakin dahsyat.

Gudang Burung – Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo mulai mencoba penggunaan predator burung hantu alias manuk ceguk untuk membasmi hama. Dispertan menargetkan, setiap desa menggunakan predator ini sebagai pembasmi hama.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo Giyarti mengatakan, Dispertan akan membagikan 200 unit burung hantu kepada petani. Untuk merealisasikan bantuan rumah bagi burung hantu tersebut, Dispertan mengajukan anggaran melalui APBD Perubahan 2013.
Penggunaan burung hantu sebagai hewan predator untuk mengurangi hama tikus menjadi hal baru. Saat ini, penggunaan predator itu sudah mulai diterapkan di Sukoharjo Kota dan Baki.
Menurut Giyarti, penggunaan burung hantu sebagai predator hama tikus cukup efektif. Selain karena biaya yang murah dan pemeliharaan yang mudah, cara tersebut memiliki tingkat resiko yang rendah karena tidak menggunakan bahan kimia.
“Hama tikus memang mengganas namun tidak menyebabkan puso. Kami terus awasi MT II ini karena, Sukoharjo menjadi sumber kebutuhan beras hingga skala nasional,” ujar Giyarti, Rabu 

Gudang Burung – Dahulu memelihara burung hanya sebagai hobi, saat ini sudah banyak yang menangkarkan burung sebagai lahan pendapatan. Bahkan mencermati tren burung berkicau sepanjang tahun lalu, dan prediksinya untuk tahun 2013 ini, murai batu dan…

Gudang Burung – Burung camar di Inggris mengalami perubahan tingkah laku setelah memakan semut terbang. Peneliti alam menyatakan bahwa setelah adanya gelombang panas yang terjadi beberapa waktu terakhir, bagian barat daya Inggris dipenuhi den…

sangkar-rokok130705b.jpg (673×373)


Gudang Burung – Seorang perokok berat telah mengambil langkah drastis untuk menghentikan kebiasaannya. Ia mengunci kepalanya dalam sangkar yang mencegah dia menempatkan rokok di mulutnya. 

Ibrahim Yücel begitu yakin dengan kemauannya untuk berhenti merokok. Ia membuat helm berbentuk sangkar yang terinspirasi dari helm pengendara motor. Yücel, yang saat ini berumur 42 tahun, telah menghabiskan dua bungkus rokok per hari sejak usianya 16 tahun. Ayahnya meninggal akibat kanker paru-paru. Sejak itu ia memutuskan berhenti merokok.

“Ini saya lakukan demi kesehatan dan kebaikan keluarga saya,” kata Yücel. Namun, segala upaya Yücel  gagal dan ia kembali merokok. Menurut laporan Daily Mail, ia hampir putus asa. 

Yücel, yang berasal dari Turki ini, akhirnya  merancang helm mirip dengan kandang burung. Helm ia buat untuk mencegahnya balik ke kebiasaan buruknya. Helm tersebut digunakan setiap saat olehnya. Untuk menghindari keinginan membuka helmnya, Yücel sengaja menitipkan kunci helm tersebut kepada istrinya. 

Awalnya, keluarga Yücel meragukan tentang tindakan konyolnya memakai helm kemana pun ia pergi. Namun, setelah beberapa hari, akhirnya keluarga Yücel pun mendukung sepenuh hati keputusannya karena hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya dan keluarganya. 

Gudang Burung – Misteri mengenai bagaimana seekor merpati selalu dapat menemukan jalan pulang akhirnya terpecahkan. Hasil riset seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (26/7/2013), menyatakan merpati punya “peta” yang mampu menuntunnya menemukan ara…