Burung Astrapia Arfak Burung Unik yang Berasal Dari Papua

Salah satu jenis burung Cendrawasih yang dapat ditemui di Indonesia adalah burung Astrapia Arfak. Cendrawasih atau burung Paradisaeidae dari ordo Passeriformes ialah salah satu burung yang ditemukan di Indonesia bagian Timur, seperti Papua, Papua Nugini, pulau-pulau Selat Torres, dan juga Australia bagian timur.

Selama ini burung Cendrawasih hanya dikenal oleh masyarakat punya satu nama saja. Akan tetapi, ternyata terdapat 42 jenis burung Cendrawasih dan sebanyak 30 diantaranya dapat ditemui di wilayah Indonesia.

Burung Astrapia Arfak Burung Unik yang Berasal Dari Papua sains.kompas.com

Burung astrapia arfak atau dengan nama lain Astrapia Nigra merupakan sebuah jenis burung. Burung ini berasal dari dua bahasa yaitu bahasa Yunani dan juga bahasa Latin.

Astrapia dalam bahasa Yunani memiliki arti penerangan serta Nigra dalam bahasa Latin memiliki arti hitam. Burung ini merupakan burung endemik yang berada di wilayah Papua Barat.

Burung ini banyak ditemui di wilayah Pegunungan Arfak, Papua, Indonesia terutama di daerah Tamarau.

Burung ini termasuk ke dalam jenis burung aves yang langka dan juga dilindungi karena jumlahnya yang sangat terbatas.

Tak hanya itu, burung ini juga hanya dapat ditemui di beberapa tempat saja, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Burung Astrapia Arfak merupakan jenis burung yang memiliki ukuran yang cukup besar. Burung ini memiliki panjang kurang lebih 76cm, berwarna hitam, dengan warna bulu yang begitu beragam seperti ungu, hijau, dan juga perunggu.

Burung ini memiliki paruh yang pendek dan juga ekor yang tumpul. Burung Astrapia Arfak berjenis jantan memiliki karakteristik memiliki ekor yang lurus dan juga panjang.

Memiliki bulu yang berwarna hitam pada bagian dada dan juga memiliki bulu pada bagian kepala yang kompleks.

Pada dasarnya bulu pada bagian kepala pejantan memiliki warna hitam, panjangnya juga dapat mencapai hingga 60cm.

Pada bagian tengkuk hingga lapisan tanjung memiliki warna kuning kehijauan. Untuk bagian sayap, pada bagian atas burung jantan ini memiliki warna ungu kemilau seperti warna ekornya.

Lain dengan burung betina. Astrapia Arfak betina ini memiliki warna coklat kehitaman yang terlihat lebih pucat ketimbang burung jantan pada bagian perutnya. Burung betina biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil yaitu sekitar 50cm saja.

Musim perkawinan dari burung yang satu ini memang belum jelas teridentifikasi. Akan tetapi, telah didapatkan bahwa anak burung ini lahir pada bulan Juli hingga bulan Agustus.

Burung betina akan membangun sebuah sarang dan ditinggali dirinya sendiri bersama dengan anak-anaknya. Periode inkubasi dan juga dekapan oleh burung kepada anak-anak mereka juga belum diketahui secara jelas.

Burung Astrapia Arfak dapat dengan mudah ditemukan di wilayah hutan pegunungan dan juga sub-alpin pada ketinggian antara 1700 hingga 2250m.

Hingga saat ini belum terdapat konfirmasi yang cukup jelas mengenai spesifik makanan jenis apa yang dikonsumsi oleh burung unik yang satu ini.

Akan tetapi, jika dilansir dari beberapa sumber, makanan utama burung ini adalah buah pandan dan juga buah anthropoda.

Keberadaan hutan hujan sebagian besar tidak terganggu karena isolasi geografis dan juga kepadatan penduduk serta gaya hidup para penduduk yang masih terbilang cukup tradisional.

Ancaman utama yang mengintai burung Astrapia Arfak ini adalah pemburuan liar. Biasanya para pemburu akan mengincar bulu dari burung ini untuk kemudian diperjualbelikan.

Maka dari itu, dilakukannya pencegahan dengan pembangunan cagar alam di daerah pegunungan Arfak dan juga perluasan daerah cagar alam tersebut sangat penting .

Hal ini untuk memproteksi satwa yang berada di wilayah Pegunungan Tamrau dan juga Pegunungan Artefak.

About dr.gaplek

Check Also

Mengenal Burung Alap-Alap Australia dan Perilakunya

Burung alap alap adalah jenis dari sekelompok burung predator atau jenis burung pemangsa yang di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *