Gudang Burung – Seorang pria Mesir di wilayah Qena yang berada sekitar 450 kilometer (280 mil) tenggara dari Kairo, menemukan burung yang mencurigakan antara empat burung lainnya di dekat rumah. Ia kemudian membawa burung tersebut ke kantor polisi…

Gudang Burung – Dalam memulai berternak kenari ada 3 faktor yang perlu anda perhatikan misalnya saja usia kenari, seperti halnya pada manusia usia juga sangat berpengaruh terhadap kesuksesan ternak kenari, jika di logika kenari yang…

Gudang Burung – Cara Menjinakkan Burung Kicauan,  burung baru apalagi burung dari hasil tangkapan hutan pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunnya, tidak jarang burung tangkapan hutan mati beberapa hari setelah di ta…

Gudang Burung – Manfaat Laron Untuk Burung Kicauan, nah ni saya mendapatkan informasi mengenai manfaat laron untuk burung kicauan yang anda miliki seperti yang  kita ketahui laron itu memiliki kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi dan…

Gudang Burung – Untuk Menangani Serak Pada Murai Batu, ada beberapa hal yangperlu anda perhatikan misalnya saja penyebab serak pada burung murai dan cara mengatasi serak pada burung murai batu, sebelum ke cara penanganan burung serak&nbs…

Gudang Burung – Seekor burung pemakan bangkai dilengkapi GPS ditemukan di Kota Kereinek wilayah Darfur, sebelah barat Sudan pekan lalu. Burung itu juga dilengkapi peralatan bertenaga surya untuk menyiarkan gambar melalui satelit. Di peralatan itu …

Gudang Burung  – Seekor Jalak spesies baru ditemukan oleh dua ahli ornithology di Nepal Timur. Menurut harian The Himalayan Times, seekor burung berbahu putih, Sturnus sinensis, terlihat di antara kumpulan burung Jala…

Gudang Burung – Burung Cucak Biru (Irena puella), yang dalam bahasa Inggrisnya bernama Asian Fairy-bluebird, adalah suatu jenis burung pemakan buah-buahan dan serangga kecil, yang merupakan burung lokal Indonesia. Tersebar di beberapa wi…

Gudang Burung – Obsesi seseorang akan suatu hal bisa jadi sangat aneh dan unik. Salah satunya adalah yang terjadi pada wanita asal Miami satu ini. Divya Anantharaman, begitu terobsesi untuk mengawetkan hewan mati. Namun hobi taxidermy itu diarahka…


Gudang Burung – Bengkel selama ini identik untuk kendaraan bermotor baik roda dua atau empat. Namun, 
sebuah bengkel di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, justru melayani jasa “servis” burung-burung stres dan liar menjadi jinak serta merdu kicaunya.

Bengkel burung. Itulah sebutan bengkel yang dikelola Marsono, warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Dolopo, sejak 15 lalu. Dia memiliki keahlian khusus merawat berbagai jenis burung dengan beragam masalahnya.

Bapak dua anak itu pun piawai menjadikan burung pemula menjadi pandai berkicau setelah mendapat sentuhan tangan dinginnya. Tak heran, jika pelanggannya datang dari berbagai daerah dan jumlahnya mencapai ratusan orang.

Apalagi, bagi sebagian orang, burung berkicau merupakan hewan yang sangat diidam-idamkan. Pemilik burung berkicau rela menghabiskan banyak uang agar burung peliharaannya bisa berkicau merdu dan menang dalam berbagai perlombaan.  

Ada puluhan jenis burung berkicau yang mampu diservis Marsono. Di antaranya jenis cendet, murai batu, punglor merah, cucak hijau dan lainnya. Perawatan burung dilakukan secara bertahap dan rutin, yakni karantina, memandikan, memberi makan, hingga melatih kicaunya.

“Mengenai tarif besarnya bervariasi antara Rp50 ribu hingga Rp500 ribu setiap burungnya,” ujar Marsono, Minggu (1/9/2013).

Kepiawaian Marsono merawat burung diperoleh secara autodidak dan tidak sengaja. Saat masih remaja dan, dia mempunyai hobi berburu burung untuk dijual. Harga burung menjadi mahal jika burung tersebut bisa berkicau merdu.

“Dari situlah saya mulai mencoba melatih burung tangkapan supaya bisa berkicau,” katanya.
 
Dari profesinya itu, Marsono mengaku bisa menghidupi kedua anak dan seorang istri. Bahkan, berkat keahliannya itu banyak pelanggan yang berhasil menjadi pemenang dalam berbagai lomba burung berkicau.

Ratusan burung pemakan bangkai yang hidup di Taman Nasional Bwabwata, Namibia ditemukan mati secara tiba-tiba.Gudang Burung – Dilansir dari Softpedia (2/9), berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh petugas taman nasional tersebut diketahui seki…

Gudang Burung – Burung ‘teror’ raksasa prasejarah, yang pernah terpikir sebagai predator kejam yang mampu mematahkan leher mamalia dengan paruhnya besarnya, benar-benar seekor vegetarian (pemakan sayur dan buah), menurut sebuah studi baru.

Hewan gastornis setinggi dua meter ini merupakan makhluk terbang yang hidup di Eropa antara 40 dan 55 juta tahun yang lalu.Karena ukuran dan penampilannya, burung ini dianggap sebagai karnivora puncak, seperti diketahui dalam sebuah konferensi Goldschmidt di Florence.

Namun kini tim peneliti Jerman, yang mempelajari sisa-sisa fosil dari binatang-binatang yang ditemukan di bekas tambang batubara terbuka, mengatakan burung-burung ini dipercaya benar-benar bukan pemakan daging.
Dr Thomas Tütken dari Universitas Bonn mengatakan: “Burung teror dianggap telah menggunakan paruhnya yang besar untuk menangkap dan mematahkan leher mangsanya, yang didukung oleh model biomekanik kekuatan gigitannya.”
Tetapi baru-baru ini penelitian telah meragukan reputasi menakutkan burung purba ini. Paleontologis di AS menemukan jejak kaki yang diyakini milik sepupu gastornis dari Amerika, dan tidak menunjukkan jejak cakar yang tajam yang digunakan untuk bergulat mangsa, yang mungkin diharapkan dari seekor raptor.
Juga, ukuran tipis burung dan ketidakmampuan untuk bergerak cepat membuat beberapa pakar percaya itu tidak bisa memangsa mamalia awal.
Dr Tütken dan rekan-rekannya, seperti diberitakan Mail Online, mengambil pendekatan baru untuk menentukan diet gastornis, dan dengan menganalisis komposisi isotop kalsium dalam tulang fosil, mereka mampu mengidentifikasi apa proporsi diet makhluk itu tanaman atau hewan, dan posisinya dalam rantai makanan.
Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa komposisi isotop kalsium dari tulang burung teror mirip dengan mamalia herbivora dan dinosaurus dan bukan yang karnivora. Namun para peneliti perlu cross check data menggunakan kumpulan fosil lain sebelum mengkonfirmasi temuan mereka.

Gudang Burung – Disini tersedia gambar burung dimana burung-burung ini adalah burung nasional tercantik di dunia. Setiap negara pasti mempunyai burung khasnya masing-masing oleh sebab itu disini kami sediakan 10 gambar burung nasional yang paling …

Gudang Burung – Hutan mini di lingkungan Universitas Gadjah Mada saat ini mengalami gangguan keseimbangan ekosistem terutama pada hutan mini yang berada di sebelah utara Gedung Pusat.Gangguan ekosistem itu disebabkan populasi burung jenis kuntul-k…


Gudang Burung – Jika ada yang bertanya, kenapa harga untuk setiap burung kicauan itu berbeda-beda? Apa sih penentu tinggi rendahnya harga burung kicauan? Bukankah umumnya setiap burung kicauan sudah jelas memiliki kemampuan berkicau. 

Mungkin diantara kita pernah berpikiran seperti itu, kenapa harga burung kicauan A lebih mahal daripada harga burung kicauan B, apa yang menjadi tolak ukurnya. Kembali ke pernyataan sebelumnya bahwa setiap burung kicauan memiliki kemampuan berkicau, yang perlu digaris bawahi adalah kemampuan variasi kicauan setiap burung itu berbeda-beda. 

Sama halnya ketika dalam sebuah ajang kontes bernyanyi, tidak semua peserta yang mengikuti kontes tersebut menjadi pemenang, padahal mereka-mereka yang mengikutinya sudah bisa dikategorikan mampu ‘bernyanyi. Tentunya yang menjadi pemenang adalah penyanyi-penyanyi dengan karakter dan suaranya yang merdu. 

Ketika penilaian-penilaian tersebut menunjukkan kualitas pada objek tertentu maka secara otomatis akan menaikkan level tingkatan apapun (harga ataupun kuantitas) sehingga nilai dari objek tersebut menjadi tinggi.
Nah, Untuk burung kicauan sendiri penilaian-penilaian/faktor yang mempengaruhi perbedaan untuk setiap harganya bisa disebabkan sebagai berikut :

  • Kemampuannya dalam berkicau

Tentu saja ini merupakan faktor yang paling mendasari tinggi rendahnya harga burung kicauan. Para penghobi pasti sudah mengerti kenapa harga burung kicauan seperti Murai batu lebih mahal dibanding harga burung kicauan lainnya. 

Yah, kemampuan Murai Batu dalam mengolah variasi kicauannya merupakan nilai plus yang tidak dimiliki burung kicauan lain. Itulah kenapa, harga murai batu melonjak tinggi. Keunikan suara kicauan juga bisa menjadi penyebab tingginya harga, contohnya burung cucak jenggot dan jalak suren. Intinya, semakin menarik kicauan burung tersebut di mata banyak orang, maka nilai harga jualnya juga akan semakin tinggi.

  • Keindahan penampilan

Tidak sedikit orang membeli burung kicauan karena terpesona melihat kemolekan burung tersebut. Beberapa burung kicauan memiliki bentuk tubuh yang gagah nan indah walau tanpa diimbangi suara kicauan yang merdu, kita sebut saja burung Merak, cendrawasih, kasuari, love bird. Biasanya mereka yang membeli burung kicauan seperti ini bukan untuk dilombakan melainkan sebagai burung hias. Burung kicauan yang memiliki kelebihan daya tarik penampilan fisik yang indah membuat harganya menjadi mahal.

  • Kelangkaan populasinya

Tau kenapa burung kicauan sejenis burung imprit, burung trocok dan burung lainnya yang masih sering kita melihatnya harganya relatif murah? karena proses mendapatkannya sangatlah mudah atau masih dikatakan gampang, sehingga daripada membeli mereka lebih baik mendapatkannya sendiri. Sekarang zamannya memang seperti itu, contoh lainnya saja pada uang kuno.

Uang kuno pada zaman dahulu yang memiliki nilai Rp 1, Rp 5 mungkin sekarang jika kita ingin mendapatkannya pada pengoleksi uang klasik, pasti mereka akan mematok harga jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Begitu juga dengan burung kicauan, nyatanya saja pada burung kicauan seperti jalak bali yang sudah dinyatakan langka, harga pasarannya sekarang di atas 10 juta rupiah. 

Karena jumlah populasinya yang semakin sedikit membuat burung kicauan langka memiliki harga yang sangat tinggi. Jadi, tidak menutup kemungkinan burung kicauan yang mungkin saat ini harga jualnya murah, ke depan akan menjadi burung kicauan kategori mahal akibat kelangkaan jenisnya di alam liar.

Faktor-faktor di atas merupakan faktor yang umum dijadikan tolak ukur tingkatan harga setiap burung kicauan. Mudah-mudahan menghilangkan rasa penasaran anda dan semoga bermanfaat. Terima kasih

Gudang Burung – Kepolisian Argentina menangkap tiga orang anggota kompolotan pengedar narkoba di distrik Lomas de Zamora, wilayah Buenos Aires, Argentina, yang menggunakan burung merpati untuk mendistribusikan ganja.Ketiga orang tersebut dinyataka…

Gudang Burung – Jenis Murai Batu yang ditemui di Aceh memiliki tipe yang seragam dengan tipe Murai Batu yang ditemukan di beberapa wilayah sekitarnya. Seperti Nias, Kepulauan Mentawai dan hampir semua pulau-pulau kecil yang ada di pantai barat Pul…