Loading...
Pengetahuan

Alasan Burung Bentuk Formasi V

 
Gudang BurungSudah lama diamati mata manusia, sekelompok burung yang terbang di angkasa akan membentuk formasi mirip huruf ‘V’. Mengapa demikian? Misteri itu kini mungkin berhasil dipecahkan. Ilmuwan dari Royal Veterinary College memasang perangkat pencatat data ke sekumpulan burung langka yang dilatih untuk bermigrasi mengikuti panduan pesawat layang (microlight) di depannya. 

Dengan cara itu terungkap, burung-burung terbang dalam posisi yang optimal. Untuk mendapatkan daya angkat dari burung yang ada di depannya dengan cara tetap dekat dengan ujung sayapnya. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, Nature juga menunjukkan burung mengatur kepakannya saat terbang bersama. 

Eksperimen sebelumnya pada pelikan — yang menguak petunjuk nyata pertama para burung untuk menghemat energi dengan terbang membentuk formasi V — juga mengungkap bahwa detak jantung burung turun saat mereka terbang bersama membentuk formasi tersebut. 

Bedanya dengan penelitian sebelumnya, hasil eksperimen terbaru melacak dan memonitor penerbangan masing-masing burung dalam kelompoknya — merekam data posisi, kecepatan, dan arah terbang, juga tiap kepakan sayapnya.

Penelitian tersebut dimungkinkan berkat proyek konservasi unik yang dilakukan Waldarappteam di Austria yang mengembangbiakkan ibis botak dan melatih mereka untuk bermigrasi di belakang microlight. Tujuan dari proyek konservasi itu adalah mengembalikan ibis-ibis yang makin langka akibat perburuan itu ke Eropa.
Perekam data kecil yang dipasang pada burung tersebut menunjukkan, para ibis sering berganti posisi dan mengubah waktu kepakan sayap mereka untuk memberikan keuntungan aerodinamis. 

“Mereka tampaknya sangat menyadari posisi burung-burung lain dalam kawanan dan mereka menempatkan diri mereka di posisi terbaik,” kata pemimpin tim peneliti dari Royal Veterinary College, Dr Steven Portugal seperti dimuat BBC, Kamis (16/1/2014). 

Burung-burung memanfaatkan udara yang bergerak ke atas yang dipicu oleh burung yang berada di depannya. Yang disebut ‘upwash’.

Saat meluncur atau mengepak, burung mendorong udara ke bawah di bawah sayapnya. Kondisi itu buruk bagi burung yang ada di dekatnya. Bisa-bisa burung lain terdorong ke bawah. Namun, saat udara meremas sekitar bagian luar sayap itu menciptakan upwash di ujung sayap.

“Memberikan tumpangan gratis untuk burung yang mengikutinya,” kata Dr Portugal. “Jadi, burung lain ingin menempatkan ujung sayapnya di upwash dari burung di depannya.”

Hasil yang tak kalah mengejutkan, adalah bahwa burung-burung juga mengatur kepakan sayapnya secara sempurna menyesuaikan dengan udara dari burung di depannya. 

“Burung-burung mampu melakukan hal menakjubkan,” kata Dr Portugal. 

Tak hanya bermanfaat bagi burung. Formasi ‘V’ juga bisa bermanfaat bagi manusia. Banyak perusahaan yang mengembangkan pesawat tak berawak, atau UAV, mencari cara untuk menyalin formasi V. Untuk menghemat energi.

Namun bagi para ilmuwan, itu adalah wawasan fenomena alam yang luar biasa yang benar-benar menarik.

“Formasi V yang begitu indah,” kata Adrian Thomas, profesor biomekanika di Universitas Oxford .
“Kita melihat burung-burung sepanjang waktu dan benar-benar ingin memahami dan ingin mendapat kejelasan soal formasi V. Dan tim ahli itu telah berhasil memecahkannya.”

About the author

Siti Nuraini

Menjalani hidup tanpa kesenangan seolah berlayar ditengah lautan luas tanpa kawan, tanpa harapan mau berlabuh dimana. Burung yang imut bersuara merdu bisa mewarnai kehidupan kita. Saya ingin menjadi sahabat anda pecinta burung kicauan di seluruh dunia. Pesan saya hanya satu, sayangi dan lestarikan satwa indah ini. Salam Kicau!

Leave a Comment