Home / 2018 / September

Monthly Archives: September 2018

Tips menyilangkan kenari dengan finch

Persilangan antara finch dengan burung kenari sering juga disebut dengan 'kenari mule' atau yang pada dasarnya dikenal dengan sebutan kenari hybrid. Persilangan kenari dengan finch ini akan menghasilkan burung dengan nada yang lebih merdu dan irama yan...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Suara legendaris dari poksay hongkong

Suara legendaris dari poksay hongkong 1

Poksay hongkong pipi putih atau poksay tompel adalah burung yang bersuara sangat merdu , kicauannya berupa siulan namun penuh variasi , tidak seperti burung kicau lainnya yang mampu melagukan nyanyian burung lainnya , burung poksay ini melagukan nyanyiannya dengan lagu lagu siulan yang berbeda dari burung kicau lainnya¬† sehingga suaranya …

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cara mudah menjinakan burung kacer

Cara mudah menjinakan burung kacer

Banyak di antara para kicau mania merasa kesulitan mencari cara untuk menjinakkan kacer, entah itu kacer poci maupun kacer hitam. Apa sebab? Kacer-kacer tersebut biasanya Muda Hutan. Sehingga apabila perawatan awal tidak tepat sasaran, burung tersebut bukanya makin jinak malah makin giras. Sayangnya, tidak ada aturan baku dalam masalah ini. …

Baca selengkapnya dijamin seru! »

SUARA ALAM BURUNG SIRTU

SUARA KICAUAN BURUNG CIPOH GACOR - SUARA SIRDU - SUARA BURUNG SIRDUMLangsung aja para KicauMania..Download suara kicauan merdu burung sirtu ini..cocok juga buat isian burung kesayangan..Suara kicauan nya sudah saya gabungin dengan suara alam.Monggo lan...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Galapagos Cormorant: Burung Terbesar di Keluarga Pecuk

Pecuk atau disebut juga kormoran (dari bahasa Inggris: cormorant) merupakan sekelompok burung yang berada dalam keluarga Phalacrocoracidae. Postur tubuhnya bervariasi. Yang terkecil adalah pecuk kerdil (Phalacrororax pygmaeus) dengan ukuran 45 cm dan b...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Takahe Belum Punah




Pada akhir abad ke-19, masyarakat dunia pernah dikejutkan dengan penemuan empat spesimen burung takahe di Selandia Baru. Temuan para ahli perunggasan di tahun 1898 ini memunculkan dugaan bahwa burung endemik yang hanya ada di Selandia Baru itu memang sudah punah. Benarkah demikian?

Ternyata tidak! Setengah abad kemudian, tepatnya pada 20 November 1948, ahli perburungan Geoffret Orbell menemukan sekelompok burung takahe di sekitar Danau Te Anau di Pegunungan Murchison, Pulau Selatan, Selandia Baru. Meski populasinya sudah sangat langka, sehingga statusnya dinyatakan Terancam Punah, takahe hingga kini masih eksis di kawasan tersebut.
Dalam dunia perunggasan, burung takahe memiliki nama latin Porphyrio hochstetteri. Nama ini diberikan pada tahun 1883 sebagai penghormatan terhadap geolog asal Austria, Ferdinand von Hochstetter.  Sekitar 16 tahun sejak ditemukan, takahe tiba-tiba dinyatakan punah karena penemuan empat spesimen burung tersebut: dugaan yang terbukti keliru.

Berdasarkan taksonomi (tatanama biologi), burung takahe berada dalam ordo Gruiformes, keluarga Rallidae, dan genus Porphyrio. Takahe merupakan burung berpostur terbesar di keluarga Rallidae. Ia masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Takahe Pulau Utara (Porphyrio mantelli) yang benar-benar sudah punah dan hanya diketahui dari sisa-sisa kerangkanya saja.


Tidak Bisa Terbang

Takahe termasuk salah satu burung unik. Meski bobotnya tidak terlalu berat, rata-rata sekitar 3 kg dengan tinggi 63 cm, burung ini tidak bisa terbang. Mungkin karena ukuran sayapnya yang relatif kecil dibandingkan dengan panjang dan tinggi tubuhnya. Kedua kakinya sangat kuat, sedangkan paruhnya besar.
Takahē dewasa umumnya berwarna ungu-kebiruan, dengan punggung berwarna hijau. Paruh berwarna kemerahan, sedangkan lutut berwarna merah muda. Burung jantan dan betina memiliki warna yang sama, tetapi ukuran tubuh takahē betina lebih kecil. Adapun anak takahe berwarna cokelat pucat.
Suaranya yang keras dan berisik membuat burung ini tidak diminati masyarakat Selandia Baru sebagai satwa peliharaan. Coba kalau ada warga yang mau menangkarkan, mungkin bisa mencegah ancaman kepunahan, bahkan bisa dijadikan burung lomba yang unik. (*)
https://majalahkicau.com

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tetenger Telur Perkutut Akan Menetas

Dalam artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai Tetenger Burung Perkutut Akan Bertelur. Kali ini akan dijelaskan tetenger telur perkutut akan menetas. Tetenger ini bisa dijadikan ajang latihan untuk mengasah kepekaan Anda, terutama penangkar pemula...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tetenger Burung Perkutut Akan Bertelur

Burung perkutut memiliki beberapa kebiasaan yang bisa dijadikan tengara, tetenger, atau pertanda bagi manusia yang memelihara atau menangkarnya. Kebiasaan itu muncul sebagai insting, sifat alamiahnya, yang memudahkan penangkar untuk melihat tanda-tand...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Beberapa Penyebab Telur Perkutut Tidak Menetas

Bagi penangkar burung perkutut, telur menjadi salah satu modal utama dalam usahanya. Sebab dari telurlah, penangkar bisa memperoleh piyik-piyik baru, kemudian dipelihara sampai remaja atau dewasa untuk dijual. Namun karena beberapa faktor, tidak semua...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Musim Hujan, Waktu Tepat Jodohkan Derkuku


Memasuki bulan Oktober, hujan mulai turun di beberapa daerah. Menurut beberapa peternak burung derkuku, inilah waktu yang tepat untuk menjodohkan burung endemik di Asia Tenggara tersebut. Benarkah demikian?
H Dhofir, pemilik Mila Bird Farm Jogja, memberikan tips menarik mengenai penjodohan derkuku di musim hujan, sebagaimana diceritakannya kepada Tabloid Burung Agrobis. Menurut dia, pada musim hujan, cuaca tentu lebih dingin daripada musim kemarau, sehingga derkuku cenderung tidak agresif.
Selain itu, umumnya burung mengalami moulting (rontok bulu). “Karena itu, begitu disodori pasangan baru, biasanya langsung diterima dengan tangan terbuka. Cuaca dingin membuat derkuku jantan dan betina secara naluriah ingin berdekat-dekatan,” ujarnya.
Proses penjodohan tidak jauh berbeda dari perkutut dan puter, dua spesies yang masih kerabat dekat derkuku. Semula hanya saling berdekatan, kemudian dilanjutkan dengan percumbuan di mana burung jantan akan menyisir bulu-bulu betina. Proses penjodohan mencapai puncaknya ketika derkuku jantan mengawini pasangannya.
Menurut H Dhofir, frekuensi perkawinan derkuku di musim hujan relatif rendah atau tidak terlalu rutin. Akibatnya, periode bertelur pun menjadi renggang. Berdasarkan pengalaman, jika mereka kawin pada awal musim hujan seperti sekarang ini, telur baru keluar Januari atau tiga bulan lagi.
Burung Galak pun Jinak
H Dhofir (kiri), pemilik Mita BF Kotagede (Foto: KR Jogja)
Apakah menjodohkan derkuku di musim hujan dan baru tiga bulan menghasilkan telur merupakan tindakan sia-sia? Tentu tidak! Cara ini justru membantu para peternak yang kesulitan menjodohkan derkuku jantan dengan sifat super agresif.
Tidak sedikit pejantan yang galak, suka mematuk bahkan menghajar calon pasangannya. Jika kualitas suaranya bagus, apalagi jika berasal dari trah juara, tentu sulit bagi peternak untuk bisa mendapatkan anakan dari burung tersebut.
Itu sebabnya, burung-burung galak sangat tepat dikawinkan pada bulan-bulan ini, atau setidaknya sampai pertengahan bulan depan. Sebab proses penjodohan menjadi lebih mudah.
Untuk mempercepat penjodohan, H Dhofir yang mukim di Kotagede biasanya memberikan jamu atau suplemen perangsang birahi. Untuk jamu, ia meramunya sendiri dari bahan-bahan herbal. Adapun untuk suplemen, ia membelinya di toko-toko burung.
Sebagai pemain derkuku yang punya banyak jago di lapangan, musim hujan merupakan saat yang tepat untuk menjodohkan para mantan jawara. Kalau pun baru bertelur bulan Januari, anakan sudah besar dan siap berlaga di musim kemarau. Wah, manajemen praktis dari praktisi sejati…. Om dan Tante punya pengalaman berbeda? (*)
https://majalahkicau.com

Baca selengkapnya dijamin seru! »

KICAUAN MERDU KOLIBRI WULUNG GACOR

INDONESIA HUMMINGBIRDs SINGING - FAMILY TROCHILIDAE SONG



Hummingbirds are birds that comprise the family Trochilidae. They are among the smallest of birds, most species measuring in the 7.5–13 cm (3–5 in) range. Indeed, the smallest extant bird species is a hummingbird, the 5-cm Bee Hummingbird. They can hover in mid-air by rapidly flapping their wings 12–80 times per second (depending on the species). They are known as hummingbirds because of the humming sound created by their beating wings, which sometimes sound like bees or other insects. To conserve energy while they sleep or when food is scarce, they have the ability to go into a hibernation-like state (torpor) where their metabolic rate is slowed to 1/15th of its normal rate.
When the nights get colder, their body temperature can drop significantly and thus slow down their heart and breathing rate, thus burning much less energy overnight. As the day heats back up, the hummingbirds body temperature will come back up and they will get back to their normal activity.
They are also the only group of birds with the ability to fly backwards.
They can fly at speeds exceeding 15 m/s (54 km/h; 34 mph).
Individuals from some species of hummingbirds weigh less than a penny.
wikipedia.org

Bagi para kicaumania yang lagi nyari isian burung kolibri..kali ini saya akan bagikan kicauan nya.
Suara nya lumayan enak,nembak nembak..suara kicauan nya saya rekam dari piaraan saya sendiri..
Monggo para kicaumania langsung download suara kicauan kolibri..


LINK DOWNLOAD SUARA KOLIBRI TARUNG


CLICK HERE

 

Baca selengkapnya dijamin seru! »

SUARA MURAI FIGHTER – SHAMA SINGING

KICAUAN MB FIGHTER




Salam KicauMania..Salam MB Mania..
Bagi Murai Mania yang belum punya koleksi suara kicauan murai batu yang lagi fighter..kali ini saya sediakan suara kicauan Mb yang lagi fight.
Monggo..para Murai Mania langsung download ocehan nya..
Langsung aja..

LINK DOWNLOAD :

CLICK HERE

Baca selengkapnya dijamin seru! »

KICAU CUCAK IJO BANYUWANGI

SINGING CHLOROPSEIDAE BIRD INDONESIA




Setelah kemarin ada yang request suara kicauan cocak ijoe..kali ini akan saya share suara kicauan nya..
Di bawah ini akan ada beberapa link download nya..silahkan download semua nya,karena kicauan nya berbeda beda..dari suara yang ngekek panjang,yang guacor,dan ada juga yang cetekan..tapi suara nya sudah saya kombinasi dengan suara alam..jadi ada suara air mengalir nya..
Monggo para Kicau Mania sedot semua nya..Semoga anda puas ya om..???

LINK DOWNLOAD SUARA CUCAK IJO GACOR


DOWNLOAD 1

DOWNLOAD 2 

DOWNLOAD 3

 

Baca selengkapnya dijamin seru! »

KICAUAN BURUNG AIR MANCUR – BIRD FOUNTAIN SINGING

 ISIAN BURUNG AIR MANCUR
Suara burung ini cocok untuk masteran Burung Murai Batu.
Monggo..yang mau download..silahkan download link di bawah.




DOWNLOAD KICAUAN

CLICK HERE
affiliate marketing

Baca selengkapnya dijamin seru! »

DOWNLOAD SUARA KICAU MASTERAN MOZAMBIQUE – SARINUS MOZAMBICUS

KICAU MOZAMBIQUE


DOWNLOAD :
CLICK SINI..


LIHAT VIDEO IN ACTION :


affiliate marketing

Baca selengkapnya dijamin seru! »

MASTER ISIAN SANGER

KICAUAN HERDA SANGER - SERINUS LEUCOPYGIUS SONG


Monggo para Kicau Mania sejagat raya..Silahkan sedoot suara kicauan yang merdu ini untuk masteran burung kesayangan nya..



DOWNLOAD SUARA ISIAN SANGER


CLICK HERE 


Baca selengkapnya dijamin seru! »

Daftar Nama burung burung yang ada di indonesia lengkap

Daftar Nama burung burung yang ada di indonesia lengkap 18

Berikut daftar nama burung petengger (passeriformes) yang bisa ditemukan di Indonesia. 


Keterangan urutan
Bhs latin - Indonesia - status konservasi


Status Konservasi
NE = Tidak dievaluasi  NT = Hampir terancam CR = Kritis
DD = Kurang Data  VU = Rentan                 EW = Telah punah di alam bebas
LC = Beresiko rendah  EN = Terancam punah EX = Punah

Passeriformes : 
Jenis burung pengicau yang ada di indonesia


Eurylaimidae
Calyptomena viridis : Madi-hijau Kecil - NT
Calyptomena hosii : Madi-hijau Perut-biru - NT
Calyptomena whiteheadi : Madi-hijau Whitehead - LC
Cymbirhynchus macrorhynchos Sempur-hujan Sungai - LC
Psarisomus dalhousiae : Madi Injab - LC
Serilophus lunatus : Madi Dada-perak - LC
Eurylaimus javanicus : Sempur-hujan Rimba - LC
Eurylaimus ochromalus : Sempur-hujan Darat - NT
Corydon sumatranus : Madi Hitam - LC


Pittidae : Paok
Pitta schneideri Paok Schneider - VU
Pitta caerulea Paok Besar-biru - NT
Pitta guajana Paok Pancawarna - LC
Pitta baudii Paok Kepala-biru - VU
Pitta sordida Paok Hijau - LC
Pitta maxima Paok Halmahera - LC
Pitta erythrogaster Paok Mopo - LC
Pitta arcuata Paok Biru - LC
Pitta granatina Paok Delima - NT
Pitta venusta Paok Topi-hitam - VU
Pitta nympha Paok Bidadari - VU - LANGKA
Pitta moluccensis Paok Hujan - LC
Pitta megarhyncha Paok Bakau - NT
Pitta elegans Paok Laus - LC
Pitta versicolor Paok Lantang - LC


Ptilonorhynchidae
Ailuroedus buccoides Burung-kucing Kuping-putih - LC
Ailuroedus melanotis Burung-kucing Tutul - LC
Archboldia papuensis Namdur Hitam - NT
Amblyornis inornata Namdur Polos - LC
Amblyornis macgregoriae Namdur Jambul-emas - LC
Amblyornis flavifrons Namdur Dahi-emas - LC
Sericulus aureus Namdur Api - LC
Chlamydera lauterbachi Namdur Dada-kuning - LC
Chlamydera cerviniventris Namdur Coklat - LC


Climacteridae
Cormobates placens Munguk Papua - LC


Maluridae
Sipodotus wallacii Cikrak-peri Topi-biru - LC
Malurus grayi Cikrak-peri Paruh-lebar - LC
Malurus alboscapulatus Cikrak-peri Bahu-putih - LC
Malurus cyanocephalus Cikrak-peri Kaisar - LC
Clytomyias insignis Cikrak-peri Topi-merah - LC


Acanthizidae
Crateroscelis murina - Tepus-tikus Merah - LC
Crateroscelis nigrorufa Tepus-tikus Dwiwarna - LC
Crateroscelis robusta - Tepus-tikus Gunung - LC
Sericornis beccarii - Sericornis Beccari - LC
Sericornis virgatus - Sericornis Beragam - LC
Sericornis nouhuysi - Sericornis Besar - LC
Sericornis rufescens - Sericornis Vogelkop - LC
Sericornis perspicillatus - Sericornis Kepala-coklat - LC
Sericornis arfakianus - Sericornis Kelabu-hijau - LC
Sericornis papuensis - Sericornis Papua - LC
Sericornis spilodera - Sericornis Paruh-putih - LC
Gerygone cinerea - Remetuk Kelabu - LC
Gerygone chloronota - Remetuk Tunggir-hijau - LC
Gerygone palpebrosa - Remetuk Bidadari - LC
Gerygone chrysogaster - Remetuk Perut-emas - LC
Gerygone magnirostris - Remetuk Rawa - LC
Gerygone hypoxantha - Remetuk Biak - EN
Gerygone sulphurea -  Remetuk Laut - LC
Gerygone dorsalis - Remetuk Panggul-merah - LC
Gerygone ruficollis - Remetuk Pakis - LC
Acanthiza murina - Remetuk Papua - LC


Pomatostomidae
Pomatostomus isidorei - Cica Papua Merah - LC
Pomatostomus temporalis - Cica Papua Topi-kelabu - LC


Orthonychidae
Melampitta lugubris - Melampitta Kecil - LC
Melampitta gigantea - Melampitta Besar - LC
Ifrita kowaldi - Ifrita Topi-biru - LC


Cnemophilidae
Cnemophilus macgregorii - Cendrawasih Jambul - LC
Cnemophilus loriae - Cendrawasih Loria - LC
Loboparadisea sericea - Cendrawasih Sutera - NT


Melanocharitidae
Melanocharis arfakiana - Burung buah Gelap - DD
Melanocharis nigra - Burung buah Hitam - LC
Melanocharis longicauda - Burung buah Dada-kuning - LC
Melanocharis versteri - Burung buah Kipasan - LC
Melanocharis striativentris - Burung buah Bercoreng - LC
Oedistoma pygmaeum - Cucuk Panjang Kerdil - LC
Toxorhamphus poliopterus -  Cucuk panjang Dagu-kelabu - LC
Toxorhamphus novaeguineae - Cucuk panjang Perut-kuning - LC
Toxorhamphus iliolophus - Cucuk panjang Kate - LC
Oreocharis arfaki - Burung buah Gelatik - LC
Paramythia montium - Burung buah Jambul - LC


Eupetidae
Androphobus viridis - Burung-cambuk Papua - DD
Ptilorrhoa leucosticta - Tepus-permata Gunung - LC
Ptilorrhoa caerulescens - Tepus-permata Biru - LC
Ptilorrhoa castanonota - Tepus-permata Belang - LC
Eupetes macrocerus - Sipinjur Melayu - NT


Cinclosomatidae
Cinclosoma ajax - Anis puyuh Ajax - LC


Machaerirhynchidae
Machaerirhynchus flaviventer - Cucuk pisau Dada-kuning - LC
Machaerirhynchus nigripectus - Cucuk pisau Dada-hitam - LC


Cracticidae
Cracticus mentalis - Jagal Leher-putih - LC
Cracticus cassicus - Jagal Papua - LC
Cracticus quoyi - Jagal Hitam - LC
Gymnorhina tibicen -Jagal Punggung-hitam - LC
Peltops blainvillii - Peltops Hutan - LC
Peltops montanus - Peltops Gunung - LC


Artamidae
Artamus leucorynchus -Kekep Babi - LC
Artamus monachus -Kekep Sulawesi - LC
Artamus maximus -Kekep Besar - LC
Artamus cinereus -Kekep Hitam - LC


Aegithinidae : Cipo
Aegithina tiphia - Cipoh Kacat - LC
Aegithina viridissima - Cipoh Jantung - NT


Pityriaseidae
Pityriasis gymnocephala - Tiong batu Kalimantan - NT


Campephagidae
Tephrodornis gularis - Jinjing Petulak - LC
Coracina larvata - Kepudang sungu Gunung - LC
Coracina javensis - Kepudang sungu Jawa - LC
Coracina schistacea - Kepudang sungu Kelabu - LC
Coracina personata - Kepudang sungu Topeng - LC
Coracina atriceps - Kepudang sungu Maluku - LC
Coracina fortis - Kepudang sungu Buru - NT
Coracina novaehollandiae - Kepudang sungu Besar - LC
Coracina caeruleogrisea - Kepala  sungu Paruh-tebal - LC
Coracina temminckii - Kepudang sungu Biru - LC
Coracina striata - Kepudang sungu Sumatera - LC
Coracina bicolor - Kepudang sungu Belang - NT
Coracina lineata - Kepudang sungu Mata-kuning - LC
Coracina boyeri - Kepudang sungu Kelek-coklat - LC
Coracina leucopygia - Kepudang-sungu Tungging-putih - LC
Coracina papuensis  - Kepudang-sungu Kartula - LC
Coracina longicauda - Kepudang-sungu Kepala-hitam - LC
Coracina parvula - Kepudang sungu Halmahera - LC
Coracina abbotti - Kepudang sungu Kerdil - LC
Coracina tenuirostris - Kepudang sungu Miniak - LC
Coracina dohertyi - Kepudang sungu Sumba - LC
Coracina sula - Kepudang sungu Sula - LC
Coracina dispar - Kepudang sungu Kai - NT
Coracina morio - Kepudang sungu Sulawesi - LC
Coracina ceramensis - Kepudang sungu Pucat - LC
Coracina incerta - LC
Coracina schisticeps - Kepudang sungu Desin - LC
Coracina melas - Kepudang sungu Hitam - LC
Coracina montana - Kepudang sungu Perut-hitam - LC
Coracina fimbriata - Kepudang sungu Kecil - LC
Campochaera sloetii - Kepudang sungu Emas - LC
Lalage nigra -Kapasan Kemiri - LC
Lalage leucopygialis -Kapasan Sulawesi - LC
Lalage sueurii -Kapasan Sayap-putih - LC
Lalage aurea -Kapasan Halmahera - LC
Lalage moesta - LC
Lalage atrovirens -Kapasan Alis-hitam - LC
Lalage leucomela -Kapasan Alis-putih - LC
Pericrocotus divaricatus - Sepah Padang - LC
Pericrocotus cinnamomeus - Sepah Kecil - LC
Pericrocotus igneus - Sepah Tulin - NT
Pericrocotus lansbergei - Sepah Kerdil - LC
Pericrocotus solaris - Sepah Dagu-kelabu - LC
Pericrocotus miniatus - Sepah Gunung - LC
Pericrocotus flammeus - Sepah Hutan - LC
Hemipus picatus - Jingjing Bukit - LC
Hemipus hirundinaceus - Jingjing Batu - LC


Neosittidae
Daphoenositta chrysoptera -Sitella Papua - LC
Daphoenositta miranda -Sitella Hitam - LC


Falcunculidae
Eulacestoma nigropectus -Paruh-bajak Gelambir - LC


Pachycephalidae : Kancilan
Pachycare flavogrisea - Kancilan Topeng-emas - LC
Rhagologus leucostigma - Kancilan Burik - LC
Hylocitrea bonensis - Kancilan Buah - LC
Coracornis raveni - Kancilan Ungu - LC
Aleadryas rufinucha - Kancilan Tengkuk-merah - LC
Pachycephala grisola - Kancilan Bakau - LC
Pachycephala phaionota - Kancilan Pulau - LC
Pachycephala hyperythra - Kancilan Karat - LC
Pachycephala hypoxantha - Kancilan Kalimantan- LC
Pachycephala sulfuriventer - Kancilan Perut-kuning - LC
Pachycephala meyeri - Kancilan Vogelkop - LC
Pachycephala simplex - Kancilan Kelabu - LC
Pachycephala pectoralis - Kancilan Emas - LC
Pachycephala soror - Kancilan Sclater - LC
Pachycephala lorentzi - Kancilan Lorentz - LC
Pachycephala schlegelii - Kancilan Obuhai - LC
Pachycephala nudigula - Populer dengan nama Samyong -LC
Pachycephala aurea - Kancilan Tunggir-emas - LC
Pachycephala griseonota - Kancilan Tuna-warna - LC
Pachycephala arctitorquis - LC
Pachycephala monacha - Kancilan Kepala-hitam - LC


Laniidae : Pentet
Lanius tigrinus - Bentet Loreng - LC
Lanius cristatus - Bentet Coklat - LC
Lanius schach - Bentet Kelabu - LC


Oriolidae
Sphecotheres viridis - Burung-ara Hijau - LC
Oriolus szalayi - Kepudang Coklat - LC
Oriolus sagittatus - Kepudang Tunggir-zaitun - LC - LANGKA
Oriolus flavocinctus - Kepudang Bakau - LC
Oriolus xanthonotus - Kepudang Hutan - NT
Oriolus chinensis - Kepudang Kudung-hitam - LC
Oriolus xanthornus - Kepudang Kerudung-hitam - LC
Oriolus cruentus - Kepudang Hitam - LC


Colluricinclidae
Colluricincla umbrina - LC
Colluricincla megarhyncha - Anis bentet Kecil - LC
Colluricincla sanghirensis - Anis bentet Sangihe - CR
Colluricincla harmonica - Anis bentet Kelabu - LC
Pitohui kirhocephalus - Pitohui Belang - LC
Pitohui dichrous - Pitohui Kepala-hitam - LC
Pitohui incertus - Pitohui Perut-putih - NT
Pitohui ferrugineus - Pitohui Karat - LC
Pitohui cristatus - Pitohui Jambul - LC
Pitohui nigrescens - Pitohui Hitam - LC


Dicruridae: Srigunting
Chaetorhynchus papuensis - Srigunting Kerdil - LC
Dicrurus macrocercus - Srigunting Hitam - LC
Dicrurus leucophaeus - Srigunting Kelabu - LC
Dicrurus aeneus - Srigunting Keladi - LC
Dicrurus remifer - Srigunting Gunung - LC
Dicrurus hottentottus - Srigunting Jambul-rambut - LC
Dicrurus sumatranus - Srigunting Sumatera - NT
Dicrurus montanus - Srigunting Sulawesi - LC
Dicrurus bracteatus - Srigunting Lencana - LC
Dicrurus paradiseus - Srigunting Batu - LC


Rhipiduridae : Kipasan
Rhipidura phoenicura - Kipasan Ekor-merah - LC
Rhipidura albicollis - Kipasan Gunung - LC
Rhipidura euryura - Kipasan Bukit - LC
Rhipidura javanica - Kipasan Belang - LC
Rhipidura perlata - Kipasan Mutiara - LC
Rhipidura leucophrys - Kipasan Kebun - LC
Rhipidura rufiventris - Kipasan Dada-lurik - LC
Rhipidura threnothorax - Kipasan-semak Bayan - LC
Rhipidura maculipectus - Kipasan-semak Hitam - LC
Rhipidura leucothorax - Kipasan-semak Perut-putih - LC
Rhipidura atra - Kipasan Hitam - LC
Rhipidura hyperythra - Kipasan Perut-coklat - LC
Rhipidura albolimbata - Kipasan Ramah - LC
Rhipidura phasiana - Kipasan Bakau - LC
Rhipidura brachyrhyncha - Kipasan Dwiwujud - LC
Rhipidura teysmanni - Kipasan Sulawesi - LC
Rhipidura rufidorsa Kipasan Tunggir-merah - LC
Rhipidura rufifrons Kipasan Dada-hitam - LC


Monarchidae
Hypothymis azurea - Kehicap Ranting - LC
Eutrichomyias rowleyi - Seriwang Sangihe - CR
Terpsiphone paradisi - Seriwang Asia - LC
Terpsiphone cinnamomea - Seriwang Filipina - LC
Monarcha axillaris - Kehicap Hitam - LC
Monarcha rubiensis - Kehicap Merah - LC
Monarcha cinerascens - Kehicap Pulau - LC
Monarcha frater - Kehicap Sayap-hitam - LC
Monarcha castus - LC
Monarcha guttulus - Kehicap Tutul - LC
Monarcha trivirgatus - Kehicap Kacamata - LC
Monarcha sacerdotum - Kehicap Flores - EN
Monarcha everetti - Kehicap Tanahjampea - EN
Monarcha boanensis - Kehicap Boano - CR
Monarcha julianae - Kehicap Kofiau - DD
Monarcha manadensis - Kehicap Bertopi - LC
Monarcha brehmii - Kehicap Biak - EN
Monarcha chrysomela - Kehicap Emas - LC
Arses telescophthalmus - Kehicap Biku-biku - LC
Arses insularis - LC
Grallina cyanoleuca - Branjangan lumpur Australia - LC
Grallina bruijni - Branjangan lumpur Sungai - LC
Myiagra atra - Sikatan Biak - NT
Myiagra rubecula - Sikatan Kelam - LC
Myiagra ruficollis - Sikatan Paruh-lebar - LC
Myiagra cyanoleuca - Sikatan Satin - LC
Myiagra inquieta - Sikatan Gelisah - LC
Myiagra alecto - Sikatan Kilap - LC


Corvidae
Platylophus galericulatus - Tangkar Ongklet ( Cililin ) - NT
Platysmurus leucopterus - Tangkar Kambing - NT
Cissa chinensis - Ekek Layongan - LC
Cissa thalassina - Ekek Geling - LC
Dendrocitta occipitalis - Tangkar-uli Sumatera - LC
Crypsirina temia -Cetrong - LC
Corvus splendens - Gagak Rumah - LC
Corvus enca - Gagak Hutan - LC
Corvus typicus - Gagak Sulawesi - LC
Corvus unicolor - Gagak Banggai - CR
Corvus florensis - Gagak Flores - EN
Corvus validus - Gagak Paruh-panjang - LC
Corvus fuscicapillus - Gagak Kepala-coklat - NT
Corvus tristis - Gagak Kelabu - LC
Corvus macrorhynchos - Gagak Kampung - LC
Corvus orru - Gagak Orru - LC


Paradisaeidae
Lycocorax pyrrhopterus Cendrawasih Gagak - LC
Manucodia ater Manukodia Kilap - LC
Manucodia chalybatus Manukodia Leher-keriting - LC
Manucodia jobiensis Manukodia Jobi - LC
Manucodia keraudrenii Manukodia Trompet - LC
Paradigalla carunculata Paradigalla Ekor-panjang - NT
Paradigalla brevicauda Paradigalla Ekor-pendek - LC
Astrapia nigra Astrapia Arfak - LC
Astrapia splendidissima Astrapia Cemerlang - LC
Parotia sefilata Parotia Arfak - LC
Parotia carolae Parotia Carola - LC
Pteridophora alberti Cendrawasih Panji - LC
Lophorina superba Cendrawasih Kerah - LC
Ptiloris magnificus Toowa Cemerlang - LC
Epimachus fastuosus Paruh-sabit Kurikuri - VU
Epimachus meyeri Paruh-sabit Coklat - LC
Epimachus albertisi Paruh-sabit Ekor-kuning - LC
Epimachus bruijnii Paruh-sabit Paruh-putih - NT
Cicinnurus magnificus Cendrawasih Belah-rotan - LC
Cicinnurus respublica Cendrawasih Botak - NT
Cicinnurus regius Cendrawasih Raja - LC
Semioptera wallacii Bidadari Halmahera - LC
Seleucidis melanoleucus Cendrawasih Mati-kawat - LC
Paradisaea rubra Cendrawasih Merah - NT
Paradisaea minor Cendrawasih Kuning-kecil - LC
Paradisaea apoda Cendrawasih Kuning-besar - LC
Paradisaea raggiana Cendrawasih Raggiana - LC


Petroicidae
Poecilodryas brachyura Robin Dagu-hitam - LC
Poecilodryas hypoleuca Robin Belang - LC
Poecilodryas placens Robin Kuning - NT
Poecilodryas albonotata Robin Leher-hitam - LC
Peneothello sigillatus Robin Sayap-putih - LC
Peneothello cryptoleuca Robin Kelabu - LC
Peneothello cyanus Robin Biru-abu - LC
Peneothello bimaculata Robin Tunggir-putih - LC
Tregellasia leucops Robin Muka-putih - LC
Eopsaltria pulverulenta Robin Bakau - LC
Pachycephalopsis poliosoma Robin Mata-putih - LC
Monachella muelleriana Sikatan Sungai - LC
Microeca flavigaster Sikatan Perut-kuning - LC
Microeca griseoceps Sikatan Kuning - LC
Microeca flavovirescens Sikatan Zaitun - LC
Microeca papuana Sikatan Kenari - LC
Eugerygone rubra Robin Akik - LC
Petroica bivittata Robin Gunung - LC
Petroica archboldi Robin Salju - DD
Drymodes superciliaris Kucica-semak Alis - LC
Amalocichla sclateriana Anis-Papua Besar - LC
Amalocichla incerta Anis-Papua Kecil - LC


Paridae
Parus major - Gelatik Batu - LC


Hirundinidae : layang layang
Riparia riparia Layang-layang Pasir - LC - LANGKA
Hirundo rustica Layang-layang Api - LC
Hirundo tahitica Layang-layang Batu - LC
Hirundo daurica Layang-layang Gua - LC - LANGKA
Hirundo striolata Layang-layang Besar - LC
Hirundo nigricans Layang-layang Pohon - LC
Hirundo ariel Layang-layang Bidadari - LC
Delichon dasypus Layang-layang Rumah - LC


Aegithalidae
Psaltria exilis : Cerecet Jawa - LC


Alaudidae : branjangan
Mirafra javanica - Branjangan Jawa - LC
Cisticola juncidis - Cici Padi - LC
Cisticola exilis - Cici Merah - LC
Prinia polychroa - Perenjak Coklat - LC
Prinia atrogularis - Perenjak Gunung - LC
Prinia familiaris - Perenjak Jawa - LC
Prinia flaviventris - Perenjak Rawa - LC
Prinia inornata - Perenjak Sisi-merah - LC
Pycnonotus zeylanicus - Cucak Rawa - VU
Pycnonotus leucogrammicus - Cucak Kerinci - LC
Pycnonotus tympanistrigus-  Cucak Mutiara - NT
Pycnonotus melanoleucos - Cucak Sakit-tubuh - NT
Pycnonotus atriceps - Cucak Kuricang - LC
Pycnonotus melanicterus - Cucak Kuning - LC
Pycnonotus squamatus - Cucak Bersisik - NT
Pycnonotus cyaniventris - Cucak Kelabu - NT
Pycnonotus eutilotus - Cucak Rumbai-tungging - NT
Pycnonotus nieuwenhuisii - Cucak Gelambir-biru - DD
Pycnonotus bimaculatus - Cucak Gunung - LC
Pycnonotus flavescens - Merbah Gunung - LC
Pycnonotus goiavier - Merbah Cerukcuk - LC
Pycnonotus plumosus - Merbah Belukar (Kapas Tembak ) - LC
Pycnonotus simplex - Merbah Corok-corok - LC

SUARA ALAM UNTUK THERAPY BURUNG

NATURAL SOUND STRESSS FOR BIRDS



SALAM KICAUMANIA SEJAGAT RAYA..
Saya akan berbagi bagi lagi buat smua pecinta burung kicauan.
Kali ini saya akan berbagi SUARA ALAM buat burung yang lagi strezz,burung bahan,ataupun untuk sekedar menyesuaikan ruangan burung agar terdengar seperti alamnya di hutan.
Suara ini terdiri dari..suara burung - burung,suara jangkrik,suara gemercik air,serta suara gelombang therapy.
Untuk para Kicaumania yang ingin download..silahkan sedot di bawah ini..

LINK DOWNLOAD THERAPY BURUNG


CLICK HERE
affiliate marketing

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888