Home / 2015 / March

Monthly Archives: March 2015

Beberapa penyebab burung selalu mengangkat kakinya

Hampir semua jenis burung peliharaan akan mengalami masalah yang berkaitan dengan kesehatan kakinya. Mereka bisa saja mengalami kejadian yang membuat kakinya terluka atau terserang penyakit yang membuat mereka merasa kesakitan ketika menggunakan kakinya untuk mencengkeram. 

kaki burung sering diangkat

Read more »

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Mengajari burung makan voer dengan ulat hongkong

Mengajari burung makan voer dengan ulat hongkong 1

Salah satu hal yang sering diabaikan oleh penggemar pemula ketika terutama setelah membeli burung kicauan yang masih bakalan adalah tidak merawatnya sesuai kebutuhan. Misalnya saja burung tersebut tetap diberikan pakan voer padahal burung yang bar...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Sikatan monarch, si cantik bersuara merdu

Sikatan monarch, si cantik bersuara merdu 1

Kicaumania pasti sudah mengenal beberapa spesies sikatan popular seperti murai batu, kacer, dan tledekan dari keluarga Muscicapidae. Jenis sikatan tersebut termasuk yang sangat popular dan memilliki banyak penggemarnya di Indonesia.  Tapi jenis sikatan yang akan dibahas kali ini bukanlah termasuk kelompok mereka, tetapi berasal dari keluarga Monarchidae yang terkenal dengan …

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Perawatan cendet galak

Masalah terbesar yang dihadapi oleh para cendet mania selain dari tingkah burung kesayangannya yang menjadi miyik adalah cendet galak. Bisa dibayangkan betapa menderitanya seorang cendet mania ketika peliharaan mereka itu terus mematuki tangan pada waktu mengganti pakannya. Untuk mengurangi penderitaan anda tersebut, berikut adalah tips singkat bagaimana perawatan cendet galak

perawatan cendet galak

Read more »

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cara membuat nektar untuk kolibri dan burung-madu

Nektar adalah cairan manis yang terdapat dalam tanaman dan bunga, pakan ini sangat digemari oleh burung sejenis kolibri, pleci dan burung-madu (sunbird). Dalam perawatannya kita bisa dengan mudah mendapatkan nektar yang sudah dikeringkan atau dalam bentuk tepung. Namun selain itu, kita juga bisa membuat sendiri nektar untuk keperluan perawatan hariannya.  Berikut cara membuat nektar untuk kolibri dan burung-madu. 

Cara membuat nektar untuk kolibri dan burung-madu

Read more »

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Hal yang harus dan tidak boleh dilakukan ketika memelihara burung madu

Burung-madu atau banyak disebut sebagai burung kolibri kini menjadi burung peliharaan favorit banyak penggemar burung di Indonesia.  

Populernya burung madu sebagai peliharaan tidak terlepas dari penampilan dan gaya berkicau dari spesies burung yang memiliki nama lain sunbird ini. 

Selain itu, suara kicauan burung madu pun dikenal cukup bervariasi terlebih dengan suara cerecetannya yang mampu menggoda burung peliharaan lainnya untuk ikut-ikutan berbunyi. 



Read more »

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Pleciku Gak Mau Gacor, Nggak ngeplong Bunyinya, Coba Cara Ini

Pleciku Gak Mau Gacor, Nggak ngeplong Bunyinya, Coba Cara Ini

Pleciku kok ngak gacor, ngak ngeplong bunyinya, Coba tips ini, Burung pleci memang saat ini masih menjadi idola di semua kalangan, meskipun awalanya burung pleci ini hanya dijaadikan sebagai burung isian untuk memasterkan burung utama. Namun beberapa tahun terakhir ini malah pleci sekarang menjadi idola dan memiliki tempat di hati …

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Mengenal perbedaan lovebird dewasa dengan yang masih muda

Bagi orang awam, membedakan lovebird dewasa dengan yang masih muda tentu akan mengalami sedikit kesulitan karena masih kurangnya pengalaman dalam memelihara burung paruh bengkok yang cukup populer ini.  

Selain itu, penampilan pun terkadang bisa menipu. Lovebird muda terkadang memiliki bulu-bulu yang lengkap dengan tubuh yang bahkan sama ukurannya dengan burung dewasa. 


Panduan berikut adalah bagaimana membedakan lovebird dewasa dengan yang masih muda.  


pada umumnya, lovebird yang masih berumur muda bisa dibedakan dari warna paruh dan kuku pada jari-jari kakinya. 


Beda lovebird yang masih muda dan dewasa

Read more »

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tips memilih kenari bakalan berkualitas

Kenari menjadi salah satu jenis burung peliharaan yang sangat populer di Indonesia. Burung ini banyak dipelihara selain untuk didengarkan suara kicauannya juga banyak dilombakan.Setiap tahunnya, penggemar kenari terus bertambah dan seiring dengan hal t...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

1.114 Spesies burung baru di Myanmar teridentifikasi

1.114 Spesies burung baru di Myanmar teridentifikasi 1

Para ahli konservasi dan pengamat burung di Myanmar telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 1.114 spesies burung yang ada di negara tersebut, termasuk di dalamnya adalah 20 jenis burung baru yang belum tercatat sebelumya sejak tahun 2010 hingga 2014.G...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tanda-Tanda lovebird siap bertelur

Tanda-Tanda lovebird siap bertelur

Satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para penangkar lovebird adalah betina yang sudah siap bertelur.Lalu seperti apakah ciri-ciri lovebird yang akan bertelur. Selain dari terjadinya peningkatan dalam berat badan burung indukan tersebut, terut...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tips perawatan burung sogok ontong agar rajin bunyi

Tips perawatan burung sogok ontong agar rajin bunyi

Burung-madu sriganti atau banyak orang lebih suka menyebutnya dengan sogok ontong adalah jenis burung yang berasal dari keluarga nectariniidae. Spesies ini sangat menggemar nektar dari tanaman dan bunga sebagai pakan utamanya.  Karena cukup p...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Pengetahuan Seputar burung Ciblek

Pengetahuan Seputar burung Ciblek

Terdapat dua jenis burung ciblek yang kita kenal di Indonesia yaitu; Prinia familiaris familiaris dan Prinia familiaris olivaces.
Untuk jenis Prinia familiaris familiaris warna bulu lebih gelap, garis putih di sayap lebih lebar, badan lebih lebar, dan dada tampak bidang, jantannya bersuara keras, tajam dan tebal membentuk vokal ciikrak…ciikrak.. yang dikombinasi suara cicitan, penyebarannya di daerah Jawa Timur, Bali dan Jawa Barat.
 

Sementara pada jenis Prinia familiaris olivaces warna bulu tampak lebih terang atau lebih muda, garis putih di sayap lebih pendek dan agak kecil, tubuh tampak ramping, serta dada tidak terlalu bidang, bulu dada jantannya hitam yang tampak tipis atau samar, kicauannya lebih menonjolkan jeritan panjang satu nada dan tidak membentuk vokal seperti ciikrak..ciikrak..cet..cet.. oleh karena vokal suaranya tidak terbentuk maka suara kicauannya terdengar tipis dan kurang keras. Penyebarannya di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.





 



Habitat:

Daerah sawah, kebun, ladang, pinggiran hutan dan di sekitar rumah penduduk, dari dataran rendah hingga pada ketinggian 1000 m dpl sangat mungkin dijumpai burung ciblek. Musim berkembangbiaknya tidak pasti, akan tetapi pada umumnya mereka berkembangbiak pada saat menjelang musim hujan dengan jumlah telur  yang dihasilkan antara 2 sampai dengan 3 butir. Makanan alami yang paling disukai ciblek adalah serangga, seperti ulat daun, rayap, telur kupu-kupu, telur semut dan jenis serangga lainnya.


Membedakan Ciblek Jantan dengan Ciblek Betina

 
Ciri-ciri ciblek jantan antara lain: badan lebih besar dan ekornya lebih panjang dari yang betina, bulu dada atas dan samping kanan kiri berwarna hitam, bulu dada ke bagian perut kuning keputih-putihan, atap kepala hingga ke sayap abu-abu gelap, untuk ciblek dewasa paruh bawah berwarna hitam,bunyi suara ciikrak…ciikrak..!! Sedangkan untuk ciri-ciri ciblek betina adalah: badan lebih kecil serta ekor lebih pendek dari yang jantan, bulu dada kuning keputihan, bulu atap kepala hingga ke sayap abu-abu pucat, untuk burung dewasa paruh bawah berwarna putih, mempunyai alis berwarna putih di atas mata, serta bunyi suara cineniin…cineniin…



Daya Tarik burung Ciblek

 
Daya tarik burung ciblek umumnya pada suara kicauannya, meskipun senada kicauannya menarik dinikmati ketika berulang-ulang dan terus-menerus terlebih lagi apabila kicauannya pada tempo yang tinggi dalam waktu lama.


Ciri-ciri ciblek yang baik

 
Umumnya ciblek dikatakan baik apabila telah rajin  berkicau, namun hal ini belum menjadi ukuran kalau ingin membawanya ke arena lomba, suara kicauannya dikatakan baik kalau volumenya besar, keras, tajam, cepat dan tebal, hal ini sangat tidak mungkin dperoleh pada ciblek bakalan atau baru ditangkap. Biasanya suara burung berkicau yang baik dapat ditandai dengan meliha paruhnya, paruh yang agak panjang dan tidak begitu tebal menandakan burng memiliki suara yang baik dan rajin berkicau, sementara paruh yang pendek dan tipis biasanya kicauannya jarang dan ngambang.


Perawatan ciblek dari bakalan muda hutan yang belum makan voer


Menjinakkan bakalan ciblek muda hutan dari hasil tangkapan atau membeli di pasar burung yang belum makan voer sangat mudah, beberapa langkah perawatannya adalah sebagai berikut:



  1. Untuk mengkondisikan ciblek tersebut pada sangkar barunya sebaiknya ciblek di masukkan sangkar yang ketiga sisinya (samping kiri kanan dan belakang) ditutup dengan koran ataupun kain, kemudian ditaruh di tempat yang sepi, selama kurang lebih 3 (tiga) hari ciblek dikasih kroto segar setiap pagi dan sore.minuman bisa dicampur dengan multivitamin/antistress untuk burung.
  2. Hari selanjutnya adalah meracik campuran kroto dengan voer lembut ditambah air sedikit. 2-3 hari pertama komposisi kroto dengan voer adalah 75%:25%; 2-3 hari kemudian 50%:50%; 2-3 hari kemudian 25%:75%. Pemberian campuran kroto dengan voer ini diberikan pada pagi dan sore hari, bisa ditambah dengan 2 (dua) ekor jangkrik kecil. Kira-kira 6 – 9 hari ciblek sudah mau makan voer, dengan melihat kotorannya yang sudah berwarna seperti warna voer. Campuran kroto bisa diganti dengan ulat hongkong.
  3. Setelah warna kotorannya sudah menyerupai warna voer langkah selanjutnya adalah memberikan voer kering 100% selama 1 minggu yang diselingi dengan pemberian extra fooding berupa kroto segar/ jangkrik/ ulat hongkong dengan jumlah terbatas setiap pagi dan sore, sekaligus membuka ketiga sisi sangkar yang tertutup. Hal ini dilakukan untuk membiasakan secara perlahan-lahan terhadap dunia barunya. Pada tahap ini ciblek sudah dapat makan voer secara total, namun karena burung ciblek adalah burung pemakan serangga alangkah baiknya jika ciblek diberikan selingan jangkrik/ kroto/ ulat hongkong walaupun 1 (satu) hari sekali dengan jumlah 2-3 ekor jangkrik kecil atau 3-4 ekor ulat hongkong atau ½ sendok teh kroto.
  4. Untuk menjinakkan ciblek, trik selanjutnya adalah menaruh burung ciblek pada keramaian dengan menggantungkannya pada posisi yang agak tinggi kemudian setiap pekan berangsur-angsur semakin rendah, sambil dilatih pemberian extra fooding dengan tangan.
  5. Setelah 3 – 4 bulan burung ciblek anda akan berkicau dengan riang.
Pemberian kroto setiap hari akan merangsang burung ciblek cepat berkicau.

Perawatan burung ciblek supaya rajin berkicau

 
Untuk menjadikan burung ciblek anda rajin berkicau berikut tips perawatannya:
1. Pagi jam 05.00 WIB buka krodong, kemudian digantang di luar rumah, para kicaumania sering menyebut diembun-embunkan, namun sebenarnya untuk semua jenis burung senang akan suasana pagi hari menjelang matahari terbit.
2. Jam 07.00 WIB ciblek diberikan extra fooding berupa jangkrik kecil 2-3 ekor, kroto ¼ – ½ sendok teh, ulat hongkong 2 – 4 ekor (pemberian extra fooding bisa disesuaikan dengan settingan), kemudian disemprot dengan setelan semprotan lembut.
3. Penjemuran bisa dilakukan pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.
4. Setelah itu di gantang ditempat yang teduh.
5. Sore hari jam 16.00 WIB pemberian extrafooding dengan jumlah yang sama dengan pemberian extra fooding pagi harinya.
6. Sore jam 17.00 WIB burung dikrodong.
https://majalahkicau.com

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cara Perawatan anakan burung cekakak

Cara Perawatan anakan burung cekakak 1

Meski bukan termasuk burung langka, namun burung cekakak adalah jenis burung yang dilindungi. Populasinya terus menipis lantaran rusaknya habitat mereka, selain dari perburuan liar menggunakan senapan angin, kandang jebakan atau lem pulut. Meski beg...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Inilah 3 jenis burung paling langka di dunia

Inilah 3 jenis burung paling langka di dunia 2

Empat tahun sekali, BirdLife International mengkaji secara komprehensif status ancaman terhadap lebih dari 10.000 spesies burung di dunia atas nama Badan Konservasi Internasional (IUCN). 
Beberapa burung yang dikategorikan paling terancam atau Critically Endangered adalah spesies yang cenderung menjadi punah pada masa mendatang, kecuali jika segera diambil tindakan pencegahan untuk melestarikan mereka. Dan berikut adalah 3 spesies burung paling langka di dunia.



1. Burung Ibis Jambul Asia (Asian Crested Ibis)




Asian Crested Ibis adalah satu-satunya spesies burung dari keluarga genus Nipponia Threskiornithidae (ibis). Burung ibis jambul memiliki bulu putih dengan kulit merah atau pink yang bersinar. Burung ini sebelumnya banyak ditemukan di seluruh Asia, namun sekarang hanya beberapa individu yang tersisa, dengan perkiraan antara 50 sampai 250 ekor yang tinggal di dunia. Selain di kawasan Asia (terutama Cina), burung ini juga dapat ditemui di Jepang dan beberapa wilayah timur Russia. Mereka mudah dikenali karena memiliki bentuk kepala indah yang ditumbuhi bulu tebal dengan wajah, serta kaki berwarna merah. Mereka biasa berkumpul di daerah perairan seperti pinggiran sungai besar, rawa, dan bendungan. Mereka membuat sarangnya dan berlindung di pepohonan yang tinggi.

Burung ini telah punah dari sebagian besar habitat aslinya. Terdaftar sebagai terancam punah, ada beberapa kabar baik dari pemerintah Cina dan Jepang. Pemerintah Cina dan Jepang mengambil langkah-langkah untuk melestarikan dan melindungi burung ini. Melalui kawasan hutan lindung dan program penangkaran, populasi burung ini secara perlahan meningkat secara keseluruhan. Ada sebuah enklave kecil burung ibis jambul liar di provinsi Shanxi di Cina, sementara di Jepang telah diperkenalkan kembali 10 burung ke alam liar. Antara tahun 2008 hingga 2009, beberapa ekor terbang ke Jepang sebagai burung migran, dan ditangkap untuk dibiakkan. Sejumlah 30 ekor sudah dilepas kembali ke alam bebas di Jepang.



2. Burung Kakapo



Burung Kakapo merupakan salah satu dari beberapa burung terbang di dunia dan anggota dari keluarga burung beo, adalah bayan terberat., dan herbivora. Burung ini adalah salah satu burung yang hidup terpanjang. Kakapo adalah spesies burung nokturnal yang teraneh dan langka di dunia. Beratnya sekitar 3,5 kg atau sekitar 8 pon. Hewan ini memiliki wajah bundar datar bersensor yang berbeda, bulu seperti vibrissa, paruh abu-abu lebar, lengan pendek, kaki lebar, dengan sayap dan ekor relatif pendek. Burung ini ditemukan di sebuah pedesaan Selandia Baru, sebuah habitat bagi berbagai jenis reptil dan burung. Ia tidak dapat bertarung mempertahankan diri dan sangat rentan untuk diserang oleh pemangsa.

Kakapo dimasukkan sebagai spesies yang kritis; hanya 86 individu hidup yang diketahui, seluruhnya telah diberi nama. Nenek moyang Kakapo bermigrasi ke kepulauan Selandia Baru saat zaman prasejarah; hewan ini kehilangan kemampuan terbang. Akibat kolonisasi orang Polinesia dan Eropa, dan masuknya pemangsa baru seperti kucing, tikus, dan cerpelai, banyak burung kakapo yang dimangsa. Usaha konservasi dimulai tahun 1890-an, namun hewan ini tidak berhasil hingga implementasi Rencana Pemulihan Kakapo tahun 1980-an. Kakapo, seperti banyak spesies burung lain, memiliki sejarah penting terhadap suku Māori, orang pribumi Selandia Baru, sehingga muncul dalam banyak legenda dan cerita rakyat tradisional.

3. The Red Crowned Crane/Bangau Mahkota Merah




Keberadaannya tidak saja hanya di Jepang, melainkan hampir di beberapa wilayah kawasan benua Asia. Spesies ini juga dikenal dengan sebutan Bangau Manchuria ataupun Bangau Jepang. Ukuran burung ini cukup besar.. Bangau Manchuria adalah simbol kesetiaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Bulunya didominasi warna putih dan beberapa bagian berwarna hitam sepeti leher atas, sayap bagian bawah dan ekor, dan bagian istimewa tentu saja warna merah yang ada dipuncak kepalanya yang berwarna merah. Rata-rata panjang tubuhnya 136 cm sementara tinggi tubuhnya 158 cm.

Burung bangau Red Crowned ini sangat langka dan unik dibandingkan dengan spesies yang lain, dimana burung ini terdapat bulu yang sangat bersih putih. Karena adanya asosiasi yang menjaga dan melestarikan burung bangau Red Crowned ini, burung bangau yang telah menetap di Hokkaido tidak berpindah ke tempat lain walaupun pada saat musim dingin. Akan tetapi populasi burung bangau Red Crowned di sekitar China Utara, Siberia dan Mongolia berpindah tempat ke China Timur dan Korea pada waktu musim dingin.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tips Perawatan Harian Antisipasi Pentet Manja

Tips Perawatan Harian Antisipasi Pentet Manja 2

Pola perawatan teratur serta kedisiplinan dari pemiliknya bisa mencegah sifat manja pentet muncul kembali. Dalam hal ini pemberian nutrisi yang lengkap serta vitamin pendukung akan mampu membuat burung merasa tercukupi kebutuhan nutrisinya sehingga ia tidak akan merengek-rengek lagi kepada anda.   Berikan Ekstra Fooding (EF) yang bervariasi, misalnya jangkrik, belalang, …

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cara Mengatasi Pentet yang Manja

Tips Perawatan Harian Antisipasi Pentet Manja 2

Gudang Burung - Mengatasi masalah burung pentet yang memiliki sifat manja ini manjadi sebuah tantangan bagi pemiliknya. beberapa cara bisa dilakukan untuk mengatasi pentet yang manja ini misalnya dengan : Memberikan terapi kejut, Memberikan fu...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

IPB Melarang perburuan Di Kawasan Kampus

Pengetahuan Seputar burung Ciblek



Gudang Burung - Institut Pertanian Bogor (IPB) lebih dari setahun telah dicanangkan sebagai ‘Kampus Biodiversitas’ oleh Rektor Profesor Herry Suhardiyanto. 

Niat mulia ini tentunya mengingat Kampus IPB Dramaga memiliki potensi keanekaragaman hayati, berupa flora dan fauna, sekaligus salah satu spot biodiversitas tertinggi di Kawasan Bogor.
Burung merupakan salah satu satwaliar yang populasinya terbanyak di Kampus IPB Dramaga. Ini tidak lepas dari masih banyaknya pepohonan yang tumbuh di sekitarnya, seperti keberadaan tegakan sengon, hutan campuran, arboretum fahutan, arboretum bambu, lengkap dengan lanskap taman yang menyediakan berbagai jenis pakan bagi satwa bersayap ini.
Kelompok Pemerhati Burung (KPB) ‘Perenjak’ dari Himakova pernah melakukan monitoring keberadaan burung-burung di Kampus IPB Dramaga Hasilnya cukup mengejutkan karena lebih dari 85 spesies burung berbeda ditemukan. 
“Demi menjaga kelestarian aves ini, KPB Perenjak sudah menerbitkan buku panduan identifikasi jenis-jenis burung di Kampus IPB Dramaga,” kata Ketua KPB, M Fahmi Permana.
Meski telah dicanangkan sebagai ‘Kampus Biodiversitas’ atau ‘Kampus Konservasi,’ nyatanya IPB Dramaga belum terlepas dari ancaman perburuan burung yang tanpa mengindahkan tagline kampus tetap mengambil manfaat untuk kepentingan pribadi. 
Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Reza Aulia mengaku sering memergoki langsung bagaimana lincahnya pemburu perorangan atau kelompok ini menggunakan berbagai metode untuk mencuri kekayaan burung di lingkungan IPB.
Cara yang mereka gunakan beragam, mulai dari menggunakan jaring, hingga menggunakan burung lain sebagai pemikat bagi burung yang akan diburu,” ujar Reza. 
Metode pemikat burung ini terbilang unik, sebab pemburu menggantungkan sangkar burung di ranting pohon pada ketinggian tertentu. Di dalam kandang tersebut, pemburu biasanya sudah mengikatkan seekor burung (jantan atau betina) yang kakinya sudah diikat, kemudian biasanya akan berkicau untuk menarik perhatian burung lain.
Burung-burung kampus yang tertarik dengan Si Burung Pemikat akan masuk ke kandang tersebut dan secara otomatis kandang itu akan menutup dengan sendirinya. 
Reza sering kali menemukan kandang-kandang burung pemikat ini tergantung di Kebun Cikabayan. “Saya sudah berulang kali menegur mereka (si pemburu), namun belum ada efek jera,” ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi sementara, KPB bekerjasama dengan Uni Konservasi Fauna telah memasang sejumlah papan peringatan di beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat berburu burung. Misalnya papan peringatan yang bertuliskan larangan untuk berburu di lingkungan kampus.
Ironi para pemikat burung
Belum adanya dasar hukum yang jelas menjadi hambatan bagi Himakova untuk menindak kehadiran para pemburu sekaligus pemikat burung di lingkungan Kampus IPB Dramaga.  Pembina KPBDr Yeni Aryati Mulyani mengaku sudah beberapa kali melaporkan pelanggaran tersebut kepada IPB melalui milis staf.
“Sayangnya, sejauh ini belum ada respon dari yang berwenang (pihak rektorat),” ujar Yeni. Salah satu dosen pengajar di DKSHE ini melihat jika pimpinan IPB memberlakukan kebijakan formal di lapangan, maka seluruh civitas akademika IPB lebih percaya diri untuk menegur atau mengingatkan si pelaku di lapangan. Mereka juga bisa meminta semua pihak berwenang, seperti Kepala RT, RW, dan Lurah untuk ikut memelihara keanekaragaman hayati di wilayah kampus.
Yeni mengatakan gerakan konservasi seperti yang dilakukan anggota-anggota Himakovamembutuhkan dukungan kuat dari segenap lini dan pimpinan IPB. 
Khususnya dukungan kebijakan tegas berupa aturan dan sanksi terkait kelestarian biodiversitas di Kampus IPB Dramaga. Jika untuk mengonservasi kampus seluas 250 hektare (ha) saja kita gagal, bagaimana mungkin kita mampu mengonservasi hutan Indonesia yang luasnya lebih dari 130 juta ha? 

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888