Gudang Burung – Untuk melestarikan lingkungan pantai, Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Sumatera Utara (Sumut) Sutias Handayani bersama civitas akademika Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan penanaman bakau (mangrove) di pantai Desa Tanjung Rejo, Percut Seituan, Deliserdang kemarin.

Selain menanam bakau, Sutias juga menginisiasi pelepasliaran burung-burung migran yang dapat memperkaya mata rantai ekosistem pantai.

Penanaman mangrove dan pelepasan burung migran akan membuat ekosistem pantai Percut Seituan semakin lestari. Hutan bakau selain dapat mencegah abrasi juga bermanfaat untuk berkembangbiaknya segala jenis ikan. Sehingga masyarakat pantai akan merasakan dampak positif ekosistem yang terjaga.

Karena besarnya manfaat hutan bakau dan burung migran, Sutias mengimbau masyarakat ikut berperan dalam pelestariannya. Kelestarian hutan bakau dan burung migran harus menjadi tanggjungjawab bersama dan bukan hanya pemerintah saja.

Penanaman pohon bakau dan pelepasan burung migran sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat ini dilakukan Sutias bersama Rektor Unimed Prof Ibnu Hajar, Ketua Lembaga Pemberdayaan Sosial Keluarga (LPSK) Bunga Teratai Wilayah Sumut Ir Erliyanto Harahap,  mewakili Kapolda Sumut, mewakili Danlantamal I Belawan, serta Bank Mandiri dan Bank Mestika di pantai Desa Tanjung Rejo.

Selain melakukan penanaman Bakau, Ketua BK3S yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sumut ini juga menyematkan Pin Peduli Lingkungan kepada para peserta gerakan cinta lingkungan pantai.”Kita harus sama-sama menjaga mangrove ini dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Apa yang kita tanam ini harus dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan tentunya dimasa masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya,” ajak Sutias.

Ketua panitia program pelestarian hutan manggrove dan burung mingran serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Prof Suharta mengapresiasi gerakan cinta lingkungan ini. 

Namun Suharta juga menekankan agar gerakan lingkungan semacam ini tidak sekadar seremonial tapi juga wajib berkelanjutan dan menyebar jadi gerakan yang penuh kesadaran.

“Ini baru titik awal, selanjutnya masyarakat harus terlibat aktif. Penanaman perdana mangrove harus bisa mengembalikan hutan mangrove yang bisa menjadi lokasi wisata mangrove serta melestarikan burung mingran yang bermanfaat bagi ekosistem pantai,” kata Suharta.

Pada tahap pertama tersebut, Sutias dan Unimed mulai pencanangan penanaman bakau di areal seluas 4 hektar. Areal ini akan dibagi sebanyak 20 kapling dimana tiap kapling menjadi tanggungjawab sekolah, perguruan tinggi atau instansi tertentu yang setiap tahunnya akan dinilai untuk memperebutkan piala bergilir Rektor Unimed.

Saat ini Unimed diberikan hak oleh Desa Tanjungrejo untuk mengolah lahan pantai seluas 60 hektar. Namun hal ini bisa bertambah lagi karena Kepala Dusun VII  kembali menawarkan kepada Unimed untuk mengolah lahan pantai seluas 100 hektar lagi. Masyarakat berharap lahan hutan bakau yang ada saat ini kembali tumbuh subur dan memberikan manfaat bagi warga.

Berdasarkan penelitian, setiap tahun pantai Desa Tanjung Rejo di bulan-bulan tertentu didatangi ribuan burung migran dari Eropa. Kondisi ini memberikan manfaat bagi ekosistem pantai dan para nelayan, namun akhir-akhir ini kerusakan hutan bakau mulai mengusik jadwal kehadiran burung-burung migran yang singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Australia yang bersuhu hangat.

Oleh karena itu, program pelestarian hutan mangrove dan burung migran serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dikoordinasi oleh Unimed ini sangat penting untuk didukung secara penuh oleh berbagai instansi baik pemerintah dan swasta.

”Kerjasama yang saling sinergis merupakan kunci keberhasilan program ini,” Kata Rektor Unimed Ibnu Hajar.

Usai melakukan penanaman pohon bakau di pinggir pantai desa Tanjung Rejo, serta pelepasan burung di sekitar pantai, Sutias Handayani melakukan 
peninjauan lahan sekitar pantai yang ditanami pohon bakau. Di tengah lahan yang berlumpur, Sutias sangat antusias menanam bakau bersama para mahasiswa Unimed, pelajar dari SMA, MA, dan SMK dari berbagai Kota dan Kabupaten juga para prajurit TNI Angkatan Laut, Kepolisian, Dosen, Guru serta pegawai swasta yang berjumlah hampir 900 orang.

Mereka juga meninjau lokasi penangkaran burung yang belokasi tak jauh dari lokasi penenaman pohon mangrove. Di tempat ini rombongan langsung melihat berbagai jenis burung yang hidup bebas di kawasan terpelihara kelestaraian hutannya. 


Gudang Burung – Ada beragam cara dilakukan para penyelundup untuk membawa hewan liar ke sebuah negara. Salah satunya dilakukan oleh seorang pria asal Cek.
Ia membawa 16 butir telur burung liar di selangkangannya guna menghindari petugas keamanan di Bandara Sydney, Australia.



Dilaporkan ABC News, Rabu 21 Mei 2014, pria yang tidak disebutkan namanya ini, tiba pada hari Selasa, 20 Mei 2014 di Bandara Internasional Sydney. Ia baru saja melakukan penerbangan dari Dubai. Namun, saat melakukan pemeriksaan, pihak bea cukai bandara menemukan benda yang tak lazim di selangkangannya.


“Petugas lantas menggeledah tubuhnya dan menemukan 16 butir telur berukuran kecil,” demikian pernyataan dari Australian Customs and Border Protection Service.
Belum diketahui pasti spesies dari telur itu. Namun, diduga kuat itu merupakan telur dari burung budgie, sejenis beo kecil yang sangat langka.


Pria ini akan menghadapi pengadilan pada Rabu waktu setempat atas pelanggaran undang-undang perlindungan hewan lantaran mencoba mengimpor spesimen hidup tanpa izin. Pria berusia 39 tahun ini menghadapi tuduhan penjara maksimal 10 tahun atau denda sebesar 170 ribu dolar Australia atau setara dengan Rp 1,8 miliar.
Perdagangan satwa liar antar negara juga marak di Indonesia 

Gudang Burung – Jawa Barat bisa menjadikan perlombaan burung sebagai objek wisata baru, karena ternyata peminatnya ada di seluruh Indonesia. Terbukti dalam perlombaan burung yang digelar Kodam III Siliwangi pun pesertanya mencapai ribuan orang.&nb…


Gudang BurungAda-ada saja kelakuan turis ini demi memasukkan telur burung ke Australia. Dirinya rela menyimpan telur burung dalam celana dalam. Alhasil, dia pun ditangkap.

Pria yang menyimpan telur burung ini belakangan diketahui namanya adalah Ceko. Pria 39 tahun ini ditangkap petugas keamanan Bandara Sydney, Australia. 

Petugas bandara melakukan penggeledahan setelah menemukan sesuatu yang aneh di pangkal paha laki-laki tersebut. Setelah digeledah, ternyata ditemukan 16 telur burung. Hingga kini belum teridentifikasi jenis telur burung yang akan diselundupkannya.

“Petugas kami menemukan 16 telur yang ada celana dalam pria tersebut,” kata juru bicara bandara, seperti dilansir Telegraph, Kamis (22/5/2014).

Selain ditangkap, turis ini juga dianggap telah menyiksa hewan dengan menyelundupkan telur tersebut. Alhasil, dia pun tak diperkenankan masuk ke pesawat.

“Akibat, penyelundupan hewan yang seringkali dilakukan dapat mengakibatkan kematian hewan dalam perjalanan,” tambahnya.

Di perbatasan, telah diberlakukan kontrol ketat terhadap satwa liar yang masuk dan keluar. Guna menghindari kasus penyelundupan, saat ini telur tersebut tengah diperiksa oleh dokter hewan di departemen pertanian Kota Sydney.

Turis yang baru saja tiba di Dubai mendapatkan kurungan penjara 10 tahun. Pria ini dijadwalkan menghadapi sidang perdanapada Rabu pekan depan karena dianggap telah mencoba menyelundupkan satwa liar hidup-hidup. -ada saja kelakuan turis ini demi memasukkan telur burung ke Australia. Dirinya rela menyimpan telur burung dalam celana dalam. Alhasil, dia pun ditangkap.


Pria yang menyimpan telur burung ini belakangan diketahui namanya adalah Ceko. Pria 39 tahun ini ditangkap petugas keamanan Bandara Sydney, Australia. 

Petugas bandara melakukan penggeledahan setelah menemukan sesuatu yang aneh di pangkal paha laki-laki tersebut. Setelah digeledah, ternyata ditemukan 16 telur burung. Hingga kini belum teridentifikasi jenis telur burung yang akan diselundupkannya.

“Petugas kami menemukan 16 telur yang ada celana dalam pria tersebut,” kata juru bicara bandara, seperti dilansir Telegraph, Kamis (22/5/2014).


Selain ditangkap, turis ini juga dianggap telah menyiksa hewan dengan menyelundupkan telur tersebut. Alhasil, dia pun tak diperkenankan masuk ke pesawat.
“Akibat, penyelundupan hewan yang seringkali dilakukan dapat mengakibatkan kematian hewan dalam perjalanan,” tambahnya.
Di perbatasan, telah diberlakukan kontrol ketat terhadap satwa liar yang masuk dan keluar. Guna menghindari kasus penyelundupan, saat ini telur tersebut tengah diperiksa oleh dokter hewan di departemen pertanian Kota Sydney.
Turis yang baru saja tiba di Dubai mendapatkan kurungan penjara 10 tahun. Pria ini dijadwalkan menghadapi sidang perdanapada Rabu pekan depan karena dianggap telah mencoba menyelundupkan satwa liar hidup-hidup. 

Gudang Burung – Burung-burung dan unggas tanpa kepala berserakan di jalan-jalan kota Las Vegas, Amerika Serikat. Warga menduga, ini adalah ulah para penganut aliran kepercayaan atau sebagai medium ritual voodoo.Diberitakan News.com.au, Minggu 11 M…


Gudang Burung – Hari Burung Migrasi Sedunia (World Migratory Bird Day) tahun ini dirayakan lebih dari 85 negara pada 10-11 Mei 2014.
Kegiatan berfokus pada peran pariwisata yang berkelanjutan dan dapat membantu melindungi salah satu keajaiban alam, yaitu pergerakan migrasi burung.



Tema WMBD 2014 adalah “Destination Flyways – Migratory Birds and Tourism” dengan fokus sembilan jalur terbang burung yang digunakan burung saat bermigrasi.

Indonesia termasuk di dalam jalur terbang bagian timur Asia/Australasia. Jalur terbang ini mencakup daerah berbiak di Siberia, China dan Alaska, memanjang ke selatan melewati daerah persinggahan di Asia Tenggara, PNG, Australasia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik.

“Di Indonesia, ekowisata burung sudah mulai berkembang dan dilakukan oleh pengamat burung yang ada di Indonesia. Beberapa kelompok pengamat burung sudah menjadi pemandu untuk turis-turis yang sedang berada di Indonesia. 

Dengan mengikuti kegiatan dunia, ini menjadi daya tarik turis untuk datang ke Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata,” jelas Fransisca Noni dari Burung Nusantara dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Rabu (14/5/2014).

World Migratory Bird Day 2014 di Indonesia, diikuti lebih dari 200 orang dari 14 daerah, antara lain di Pulau Sumatera, yaitu Ogan Ilir, Sumatera Selatan dari Himpunan Mahasiswa Biologi dan  Universitas Sriwijaya Wildlife Photography; Padang, Sumatera Barat dari Museum Zoology Universitas Andalas.
Di Pulau Jawa, yaitu Bird Watcher Club of Jakarta-Bogor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pakuan, dan Universitas Pamulang; Bekasi; Bandung, Jawa Barat dari BICONS (Bird Conservation Society) serta BWP (Be Wildlife Photography); Malang dari Serikat Birdwatcher Ngalam; Surabaya dari Peksia Universitas Airlangga, dan KSBL Pecuk dari Institut Teknologi 10 Nopember; Banyumas, Jawa Tengah dari Biodiversity Society; Yogyakarta, Jawa Tengah dari Burung Jogja;  Semarang, Jawa Tengah dari Pelatik BSC, Universitas Negeri Semarang.
Untuk Pulau Kalimantan, yaitu Ketapang, Kalimantan Barat dari Ketapang Biodiversity Keeping (KBK)/Birding Society of Ketapang (BSYOK). Sedangkan Pulau Bali dari Minpro Satwa Liar Rothschildi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana KPB Kokokan Bali, Himabio. Terakhir Nusa Tenggara Timur, yaitu dari Kupang Birdwatcher Society.
“Kegiatan ini sangat bagus dilakukan karena tidak banyak orang yang mengetahui tentang adanya burung yang bermigrasi dari satu kawasan ke kawasan lain. Dengan adanya kegiatan ini semakin banyak orang peduli aka keberadaan satwa liar untuk keseimbangan ekosistem hayati.

Pada saat kegiatan, kita masih bisa melihat individu muda, seperti Jenis seperti Trinil pembalik-batu, Gajahan, Gajahan besar, Biru-laut ekor-blorok,” kata Deni Hatief peserta WMBD dari Bali.


Kegiatan WMBD terdiri dari pengamatan burung, pameran foto, lokakarya, kampanye, pendidikan lingkungan, kompetisi fotografi dan lomba poster. Bersama dengan masyarakat lokal, pengunjung dan staf pemerintah lokal memperkenalkan bagaimana melindungi burung dan habitatnya di alam liar.


“Acara WMBD di Palembang sukses! Kegiatan ini sangat bagus untuk mahasiswa baru agar menambah wawasan dan kecintaan terhadap burung terutama burung migran dan semakin mengembangkan potensi pengamatan burung di dalam dan di luar kampus,” kata Doni Setiawan peserta WMBD dari Sumatera Selatan.

Gudang Burung – FX Heru Purwanto (37), warga Warungpring RT 03, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul menderita kerugian hingga Rp 12.100.000 setelah burung kenari dan sejumlah barang berharganya dicuri.Korban baru sadar ada pencuri telah masuk ke ruma…

Gudang Burung – Pencuri burung di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) diketahui merupakan tenaga security tempat tersebut bernama SB (Susilo Budiarto). Pelaku yang kini telah ditahan di Polsek Mantrijeron tersebut menurut keterang…

Beberapa hari terakhis ini para penjual burung yang biasa berjualan di pasar burung di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kelurahan Baru dan Raja Kecamatan Arut Selatan, Kota Pangkalan Bun sedang meradang. Lantaran beberapa waktu sebelumnya pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Pangkalan Bun melakukan razia di lokasi tersebut. Dalam razia tersebut, sekitar 45 ekor burung berbagai jenis yang dijual di bebeapa kios di pasar burung itu disita oleh petugas BKSDA.

razia burung
Pedagang burung di Pangkalan Bun yang resah karena pihak BKSDA merazia mereka tanpa sosialisasi




 Seperti dilansir Kalteng Pos, penyitaan tersebut dilakukan lantaran pihak BKSDA menuding sejumlah burung yang dijual dikios setempat merupakan burung selundupan, karena tidak memiliki dokumen lengkap saat penjualan. Akibat aksi penyitaan tersebut puluhan pedagang burung pada hari Rabu (14/5) mendatangi Kantor Bupati Kobar untuk bertemu dengan Wakil Bupati Kobar Bambabg Purwanto selaku Ketua Pecinta Burung di Kobar, agar bersedia meminta kepada pihak BKSDA supaya tidak semena-mena dalam malakukan aksi razia kepada masyarakat penjual burung di pasar setempat. 

Ketika dikonfirmasi, Wakil Bupati mengakui adanya razia terhadap sejumlah penjual burung yang dilakukan oleh anggota BKSDA Wilayaj II Pangkalan Bun. Razia tersebut dilakukan BKSDA lantaran telah diatur oleh Undang-undang yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat mengenai pemeliharaan dan penjualan burung, sehingga pihak BKSDA sebenarnya hanya melaksanakan undang-undang tersebut.

Namun Undang-undang tersebut masih belum disosialisasikan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat pecinta dan pedagang burung di Kobar. Karena masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahuinya. Karena itu pula, sebagai bagian dari Pemkab Kobar, pihaknya menyarankan sebelum dilakukan razia, terlebih dahulu harus gencar disosialisasikan kepada masyarakat. 

“Keterangan pihak BKSDA kepada kita, bahwa mereka telah mensosialisasikan undang-undang tersebut. Namun tidak secara menyeluruh, karena itu kita sarankan, agar melakukan sosialisasi secara menyeluruh dulu,” kata Bambang Purwanto diruang kerjanya.

Sedangkan dilain tempat, Kepala BKSDA WIlayah II Pangkalan Bun, Hartono belum bersedia memberikan jawaban ketika dicoba dihubungi oleh wartawan.

Gudang Burung – Ribuan umat Buddha di Bali hadir dalam perayaan Trisuci Waisak 2558 TB/2014, di wihara Buddha Sakyamuni, Denpasar. Pada perayaan hari raya Waisak ini diisi dengan pelepasan 1.000 ekor burung.Rangkaian upacara puja bakti atau persem…


Gudang Burung – Setiap tahun, memasuki pekan kedua di bulan Mei kita kembali memperingati Hari Burung Migran Sedunia atau World Migratory Bird Day, tepatnya tanggal 10 dan 11 Mei.

Peringatan khusus terhadap keberadaan burung- burung migran ini, menjadi simbol betapa pentingnya peran burung-burung migran ini dalam menjaga keseimbangan fungsi ekologis antara bumi di belahan utara dan selatan selama masa pergantian musim.

Migrasi ini menunjukkan, pentingnya peran habitat yang sehat bagi keberlangsungan berbagai spesies burung di dunia.

Indonesia, sebagai salah satu negara utama yang dilintasi oleh burung migran dunia ini juga menjadi bagian dari peringatan World Migratory Bird Day 2014 yang tahun ini bertema Detination Flyways – Migratory Birds and Tourism”. 

Tanah air kita termasuk di dalam jalur terbang bagian timur Asia/Australasia. Jalur terbang ini mencakup daerah berbiak di Siberia, China dan Alaska, memanjang ke selatan melewati daerah persinggahan di Asia Tenggara, PNG, Australasia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik.

World Migratory Bird Day 2014 Event Map

Posisi Indonesia yang terbentang antara benua Australia dan Asia Daratan di sisi utara, memiliki nilai penting dalam migrasi burung yang terjadi setiap tahun.

Misalnya Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Pada musim kemarau, burung-burung pemakan ikan bermigrasi ke wilayah ini untuk mencari makan. 

Burung-burung pencari ikan diantaranya dari famili Alcedinidae seperti Raja Udang, serta berbagai spesies langka dari famili Bucerotidae (rangkong) dan famili Ciconiidae (bangau). Dari seluruh jenis spesies burung yang ada di Indonesia (1.519) maka 20%-nya (310 spesies) berada di Danau Sentarum.

Selain itu Indonesia juga menjadi tujuan akhir bagi berbagai burung raptor untuk bermigrasi.  Ribuan raptor bermigrasi mencari makan dari kawasan Asia Utara  menuju kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

Hingga saat ini, Indonesia tujuan migrasi terbesar raptor Asia Timur, dan sebagian kecil mereka ke Timor Leste.  Musim migrasi biasa dua kali: musim gugur (September-November), dan musim semi (Maret-Mei).

Berikut ini agenda lomba burung berkicau di berbagai daerah pada hari Minggu, tanggal 18 Mei 2014 :

Lomba Burung Berkicau Jakarta Cup 1 – Jakarta
Brosur Lomba Burung Berkicau Jakarta Cup 1 - 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau Danlanud Cup – Pontianak
Brosur Lomba Burung Berkicau Danlanud Cup, Pontianak, 18 Mei 2014

Lomba Burung Road to Presiden Cup III – Batam
Brosur Lomba Burung Road to Presiden Cup III, Batam, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau Fancy Cup – Surabaya
Brosur Lomba Burung Berkicau Fancy Cup, Surabaya, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Kudus
Brosur Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Kudus, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau KMB – Wonogiri
Brosur Lomba Burung Berkicau KMB, Wonogiri, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau Nganjuk Cup ’14
Brosur Lomba Burung Berkicau Nganjuk Cup, Nganjuk, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau PG Krebet Baru Cup II – Malang
Brosur Lomba Burung Berkicau PG Krebet Baru Cup II, Malang, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau Busi Community Sidareja – Cilacap
Brosur Lomba Burung Berkicau Busi Community Sidareja, Cilacap, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau Road to Bupati Lampung Utara Cup I
Brosur Lomba Burung Berkicau Road to Bupati Lampung Utara Cup I, 18 Mei 2014

Lomba Burung Berkicau 29 Team Cup I – Cirebon
Brosur Lomba Burung Berkicau 29 Team Cup I, Cirebon, 18 Mei 2014

Mega Latber BnR OKU – DP Enterprise – Baturaja
Brosur Mega Latber BnR OKU, Baturaja, 18 Mei 2014

Latpres Burung Berkicau Rajawali S3 BC – BSD, Tangsel
Brosur Latpres Burung Rajawali S3 BC, BSD-Tangsell, 18 Mei 2014

Latpres Burung Berkicau Penanggungan BC – Mojokerto
Brosur Latpres Penanggungan BC, Mojokerto, 18 Mei 2014

Sebelumnya, pada hari Kamis tanggal 15 Mei 2014 juga ada dua even, yaitu

  • Lomba Burung Berkicau Dewa 99 BC – Sidoarjo

Brosur Lomba Burung Berkicau Dewa 99 BC, Sidoarjo, 15 Mei 2014

  • Lomba Burung Berkicau 7th Anniversary PK2S – Muntilan

Brosur Lomba Burung Berkicau 7th Anniversary PK2S, Muntilan, 15 Mei 2014

Lomba kicau burung untuk daerah Jakarta dan sekitarnya. Berhadiah sepeda motor dan uang tunai puluhan juta.
Lomba Burung Berkicau Jakarta Cup 1di Lapangan Monas Jakarta tinggal empat hari lagi, tepatnya Minggu 18 Mei 2014. Berdasarkan catatan panitia, sekitar 2.000 lembar tiket sudah terpesan. Tiket bisa diambil di Ballroom Kencana Puri Jaya Hotel, Jl Percetakan Negara V No 5, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5) pukul 16.00 – 21.00. Panitia siap memanjakan para peserta, termasuk memberikan bonus 1 unit sepeda motor untuk juara 1 Kelas Dahsyat dan Kelas Monas.

Dalam even akbar ini, panitia Jakarta Cup 1 yang diketuai Om Yayang PS3, dengan ketua pelaksana Om Pur Bumen, membuka delapan kelas, dengan tiket termurah Rp 30.000 (Kelas Junkies) serta termahal Rp 750.000 (Kelas Dahsyat dan Kelas Monas).

Juara 1 – 3 di Kelas Dashyat, Monas, PS3 SF (tiket Rp 500.000), Abang None (tiket Rp 300.000), dan Ondel-Ondel (tiket Rp 200.000) memperoleh trofi Gubernur DKI Jakarta Ir H Joko Widodo dan hadiah uang pembinaan.

Bahkan juara 1 di Kelas Dahsyat, yang hanya terdiri atas cucak hijau, bakal memperoleh bonus 1 unit sepeda motor Honda, di samping hadiah uang Rp 20 juta.

Begitu pula juara 1 Kelas Monas (murai batu, lovebird, kacer, anis merah, kenari standar umum), masing-masing bakal menerima bonus 1 unit sepeda motor Honda dan hadiah uang Rp 15 juta.

Selain bonus sepeda motor untuk juara 1 pada dua kelas utama, panitia juga menyediakan 1 unit sepeda motor Honda sebagai doorprice bagi seluruh peserta yang beruntung. Masih ada lagi doorprice menarik lainnya, seperti uang tunai Rp 500.000 untuk lima peserta.

Panitia juga akan menentukan bird club (BC) dan single fighter (SF) terbaik, berdasarkan akumulasi poin tertinggi. Juara umum BC dan SF masing-masing memperoleh hadiah Rp 5 juta dan Rp 2 juta.

“Seluruh peserta boleh menggunakan sangkar jenis apapun, karena panitia memang tidak mewajibkan sangkar merek tertentu,”

Gudang Burung –  Situs Gudang Burung mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2556 bagi yang merayakannya. Sabbe satta bhavantu shukitatta.

  • 1
  • 2