Home / 2013 / December

Monthly Archives: December 2013

Pasar Pramuka Kembali Ramai



Gudang BurungSuasana libur panjang Natal dan Tahun Baru, membuat Pasar Burung Pramuka makin dipadati pengunjung. Belakangan ini, tiap hari ribuan pecinta burung tumplek-blek di pasar ini sehingga untuk mencari tempat parkir sepeda motor saja susah bukan main, apalagi mobil.

Suasana liburan seperti ini merupakan saat yang mengasyikkan bagi penggemar burung untuk berkunjung ke pasar itu sambil brekreasi. Ada yang datang sendirian, bersama teman, maupun mengajak istri dan anak. “Mumpung lagi libur, saya bisa memantau kondisi burung lebih seksama, supaya tidak salah beli,” ujar Rukmana, warga Sunter, Jakut, kemarin.
Dia dan puluhan pengunjung lainnya sedang asyik memantau burung kenari yang dibanderol bervariasi mulai dari Rp 200 ribu per ekor sampai jutaan rupiah. Suasana ini tampaknya menjadi hiburan yang rekreatif bagi mereka.
Di blok lain juga banyak penghobi yang sedang mengamati burung yang hendak dibelinya. Tak pelak lagi pasar burung yang terdiri dari tiga lantai itu penuh dipadati pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya. “Saat ini jenis burung yang paling banyak pembelinya adalah kenari, lovebird, muraibatu, dan kacer,” kata Sadi, pedagang di lantai dasar.
Ramainya pengunjung di pasar burung yang bersebelahan dengan Pasar Obat Pramuka di Jalan Raya Pramuka, Matraman, Jaktim, ini membuat aktivitas bisnis penjualan meningkat tajam. Ada saja yang dibeli pengunjung, di antaranya burung ocehan, pakan dan obat-obatan, sangkar, maupun pernak-perniknya. Kalau suasana lagi ramai seperti ini, ratusan pedagang pun panen rezeki.
“Pada hari biasa, omset penjualan antara Rp 3 juta dan Rp 5 juta. Tapi pada hari libur panjang seperti ini, tiap hari omsetnya di atas Rp 10 juta,” ujar Johan, pedagang burung kenari, lovebird, dan jalak suren, kemarin. Omset sebesar itu tidak termasuk kalau pedagang daerah memborong puluhan sampai ratusan ekor kenari.
Laris manis perdagangan juga disampaikan Ny Asih, pedagang pakan dan aksesoris sangkar. “Hari biasa, omsetnya sekitar Rp 3 juta, tapi hari libur panjang, termasuk Sabtu atau Minggu, omset hariannya mencapai belasan juta rupiah,” ujar wanita yang menjual bermacam pakan burung maupun pernak-perniknya seperti kerodong sangkar, wadah makanan, hiasan kandang, dan lainnya. Ia melayani penjualan eceran maupun grosir.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tebar Mino, Ritual Pelepasan Burung di Solo


Gudang BurungRibuan warga Pucangsawit, Solo, Jawa Tengah, memadati ruas jalan Ir Juanda untuk melihat dari dekat kirab budaya Tebar Mino atau melepas ratusan bibit ikan ke Sungai Bengawan Solo yang digelar baru-baru ini. Ritual juga melepas puluhan ekor burung ke alam bebas di lokasi Urban Forest yang terletak di bantaran Bengawan Solo.


Kemeriahan kirab sebagai simbol kebangkitan warga bantaran Bengawan Solo, setelah direlokasi ke tempat baru yang bebas banjir, berjalan cukup meriah. Puluhan jajanan pasar serta beberapa nasi tumpengan ikut dikirab.

Bahkan, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, yang kebetulan warga Pucangsawit, pun tak mau ketinggalan ikut kirab. Rudy, panggilan akrabnya, rela berjalan kaki walapun saat itu terik panas matahari cukup menyengat menuju lokasi Tabur Mino.

Setibanya di lokasi, dengan sigap Rudy langsung mengambil bibit ikan yang sudah dipersiapkan dan melepaskannya ke Sungai Bengawan Solo dari atas tanggul. Usai melepas bibit ikan ke Sungai Bengawan Solo, orang nomor satu di Kota Solo itupun menuju kandang burung yang telah dikirab tersebut.

Di dalam sangkar burung terdapat puluhan ekor burung yang siap dilepaskan. Sayangnya, sebelum Wali Kota melepas burung-burung tersebut ke alam bebas, warga yang sedari tadi menunggu di depan kandang, tanpa dikomando langsung saling berebut mendapatkan burung tersebut. Melihat warganya saling memperebutkan burung-burung yang seharusnya dilepaskan ke alam bebas, Rudy buru-buru mengambil burung-burung tersebut untuk dilepaskan.

"Walah jebolane wis podo ngeteni arep jupuk burung iki toh. Iki burung kanggo dilepas, dudu dicekel (Walah, ternyata sudah pada menunggu untuk mendapatkan burung. Ini buat dilepas, bukan untuk ditangkap lagi-red)," kata Rudy kepada warganya.

Meski telah diperingati Wali Kota, warga seolah tak menggubris sehingga terlihat antara Rudy dan warganya saling berebut burung. Rudy berusaha mengambil burung tersebut dan melepaskan sedangkan warga berusaha mengambilnya untuk dibawa pulang dan dipelihara.

Rudy mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengajak masyarakat Kota Solo mencintai lingkungan, baik air, tumbuhan, maupun udara. Rudy berharap agar misi mengembalikan Sungai Bengawan Solo seperti semula bisa tercapai melalui kegiatan budaya ini.

“Misinya tetap, mengajak masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan, baik itu air, udara dan tumbuhan," imbuhnya.

Rudy mengakui meskipun telah digelar sebanyak tiga kali, kirab budaya Tebar Mino masih banyak kekurangan. Rencananya, Tebar Mino akan diperbaiki pengelolaannya agar ke depannya kegiatan tersebut sejajar dengan kegiatan budaya lainnya, yaitu Grebek Sudiroprajan.

“Tapi, yang terpenting Pucangsawit yang merupakan kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo melalui kirab budaya ini menjadi sadar kalau melestarikan Sungai Bengawan Solo itu jauh lebih penting sehingga mereka tidak sembarangan dalam memperlakukan kawasan di sekitar bantaran Bengawan Solo,” pungkasnya.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Pemindahan Pasar Burung PD Jaya Akan Terelaisasi



Gudang Burung PD Pasar Jaya berencana membangun Pasar Khusus Burung dengan konsep wisata di kawasan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Pasar tersebut nantinya untuk menampung pedagang Pasar Burung Pramuka.

“Pasar itu dibangun sebagai tempat relokasi bagi para pedagang burung di Pasar Burung Matraman, Jakarta Timur,”kata Asisten Manager Sub Bidang Humas PD Pasar Jaya Agus Lamun, Sabtu.
Menurut Agus, rencananya, Pasar Khusus Burung itu juga dikonsep sebagai tempat wisata. “Sehingga siapa pun yang nanti ke sana, tidak hanya dapat berbelanja. Tapi, juga menikmati fasilitas yang disediakan,” katanya.
Namun, kata Agus, hingga saat ini rencana tersebut masih disosialisasikan dengan pedagang burung Pramuka. Terutama menyangkut harga kios yang ditawarkan. “Kita sudah sosialisasikan kepada pedagang. Saat ini masih negosiasi masalah harga,”katanya.
Agus belum menjelaskan harga yang ditawarkan ke pedagang. Sebagian pedagang sudah setuju untuk pindah. Tapi sebagian besar lainnya masih belum. “Syarat Perda, untuk memindahkan harus disetujui minimal 60 persen dari jumlah pedagang di Pasar itu,”jelasnya.
Berdasarkan data, Pasar Khusus Burung Jatinegara Kaum akan didirikan di atas lahan seluas 6.000 m2. Lahan ini berada di lokasi strategis karena berada tak jauh dari Terminal Pulogadung, dan berada di tepi jalan.
Hamdi, pedagang, setuju pindah. Tapi diminta agar harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal. “Boleh saja pindah, tapi harga jangan mahal,”katanya tanpa menyebutkan angka kesanggupannya.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

SUARA ASLI HUTAN MUREI BATU ALAM

BEBERAPA MACAM ARTIKEL KICAUAN MURAI BATU YANG ADA DI HUTAN

 

SALAM KICAUMANIA..
Hai sobat KM.. melanjutkan artikel sebelumnya, yaitu tentang suara murei hutan, kali ini MasterBird akan menambahkan koleksi tentang kicauan murai batu saat masih ada di hutan.
Suara Mb ini benar - benar murni kicauan saat masih berada di hutan, suara ini sangat cocok sekali untuk memancing murai sobat yang mungkin belum bunyi atau lagi stres ( bukan murai bahan belum ngvoer ).


Suaranya pun benar - benar alami, yang suasananya berada di hutan..ada suara burung kecil, suara jangkrik, serta suara yang lain, pokoknya suara khas hutan.
Suara mb hutan ini mungkin sobat KM belum ada yang punya semua, karena suara ini mungkin baru ada di Blog MasterBird aja, dan belum tersedia di blog yang lain ( masih greess ).
Saking khasnya suara hutan..disaat saya lagi ngetes suara yang saya upload ini..Burung murei yang ada dirumah,sempat  semua pada teriak - teriak, karena terpancing dengan khas suara hutannya.

Sobat KM sudah tidak sabar ingin downlod suara murai ini, monggo langsung menuju TKP..
Dibawah ini nanti ada beberapa link download, karena semuanya kicauannya berbeda beda, ada suara murai yang lagi memanggil, ada suara murai ngeluarin isian sedikit,dll.


DOWNLOAD KICAUAN MB HUTAN

 

NATURAL SOUND FOREST WHITE-RUMPED SHAMA


KICAU MERDU MURAI HUTAN


SUARA ASLI MURAY HUTAN 


KICAUAN MUREI BATU ALAMI

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tiket Masuk TMII Naik

Gudang Burung - Manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berencana menaikkan tarif tiket masuk sebesar Rp 1.000 mulai tahun depan. Hal itu dilakukan manajemen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas TMII."Rencananya Januari tiket naik Rp 1.00...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

PD Pasar Jaya Akan Relokasi Pasar Burung Pramuka ke Pulogadung

Gudang Burung - Pasar Jaya akan merelokasi Pasar Burung Pramuka ke kawasan Pulogadung pada 2014 mendatang. Relokasi tersebut dilakukan karena kondisi Pasar Burung Pramuka kini dalam kondisi tak layak. Asisten Manager Sub Bidang Humas PD Pasar...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

PINE SISKIN PENDAMPING CANARI

BURUNG YANG COCOK UNTUK MASTER KENARI SERTA UNTUK DI KAWIN SILANG

 


SALAM KM..
Masih seputar kicauan..saat ini MasterBird akan berbagi suara kicauan serta berbagi sedikit informasi terntang burung ini, yaitu..Pain Siskin ( Carduelis Pinus ).
Pain Siskin ialah burung yang berasal dari wilayah Amerika utara, dan burung ini masuk dalam Finch Family.

Burung inilah yang sering dikawin silangkan sama burung kenari, mungkin sebagian sobat KM sudah ada yang tau..dan..
Suara burung ini juga sebagian mirip sama kenari, tapi agak beda dikit..suara nya ngerol tajem - tajem, cocok untuk masteran murei atau kenari atau bisa juga untuk master burung lain..
Mungkin sobat KM ada yang belum punya suara burung ni..monggo..langsung download dibawah ini.

DOWNLOD KICAI PINE SISKIN MASTER BURUNG




Baca selengkapnya dijamin seru! »

PT. Pertamina Serius Konservasi Maleo Part. II

Gudang Burung - PT Pertamina EP selalu berupaya melestarikan lingkungan hidup. Bekerjasama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Pertamina membuat penangkaran Maleo di pesisir pantai Bangkiriang untuk menjaga populasi b...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Burung Yang Mirip Angry Bird

Gudang Burung - Sebagian besar dari Anda pasti familiar dengan karakter game populer "Angry Bird". Ternyata di alam juga ada lho jenis burung yang mirip sekali dengan salah satu karakter di "Angry Bird". Burung tersebut memiliki penampilan sa...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Pola Makan Untuk Anakan Murai Batu

Gudang Burung - Rahasia sukses para penghobi untuk memenangkan Murai Batu peliharaanya tidak terlepas dari perhatian pola pakannya. Itulah kenapa, pengaturan pola pakan menjadi hal yang urgen untuk diketahui semua penghobi ketika memelihara Murai ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Bocoran Trend Tahun Depan, Motif Burung

Gudang Burung - Tahun 2014 kurang dari seminggu lagi. Namun, para profesional di bidang desain sudah memperhitungkan tren yang akan popular dan menjadi acuan. Tentu saja, setelah melalui riset yang mendalam serta eksperimen dan penerimaan publik t...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Daging Burung Dara Diprediksi Menjadi Makanan Favorit

Gudang Burung - Daging burung dara, daging kelinci dan kambing diprediksi akan jadi populer di tahun depan. Pemakaian bumbu mediterania seperti za'ata dansumac juga akan banyak disukai. Beberapa makanan bernutrisipun masuk dalam daf...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Sekelumit Cerita Membeli Burung Murai Seharga Rp. 350 Juta

Gudang Burung - Penggila burung kicau alias kicau mania dikenal royal demi mendapatkan burung idolanya. Mereka tidak sungkan merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah demi suara merdu sang burung. Seorang anggota kicau mania, Budi, menceritaka...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Selamat Natal dan Tahun Baru 2014

Gudang Burung selaku penyedia berbagai macam informasi mengenai dunia burung, mengucapkan Selamat Natal 2013 bagi pembaca yang merayakannya. Dan juga, Selamat Tahun Baru 2014 bagi semua pembaca. Di tahun 2013 yang tak lama lagi akan berakhir ini, saya ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

House To House Jual Burung

Gudang Burung - Seseorang bisa mempunyai bermacam kesenangan alias hobi, mulai dari benda mati seperti barang elektronik sampai pada hewan piaraan. Hewan pun berjenis-jenis, dari kuda, anjing, kucing, ikan sampai pada burung berkicau. Sayangnya me...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Ribuan Burung Hiasi Langit Inggris

Gudang Burung - Salah satu fenomena unik yang menarik di Inggris adalah kerumunan burung Starling. Mungkin terdengar biasa, namun fenomena ini sungguh lain daripada yang lain. Burung Starling adalah jenis burung yang banyak terdapat di Eropa....

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Ratusan Burung Dagangan Digondol Maling

Gudang Burung - Pencuri menggasak ratusan burung berbagai jenis milik pedagang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy), Selasa (17/12) lalu. Akibatnya pedagang rugi sekitar Rp 250 juta. Mereka resah dan minta polisi segara menangkap ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Menilik Sejenak Sarang Maleo




Gudang BurungBurung Maleo yang merupakan salah satu burung endemik yang dilindungi yang hidup pulau Sulawesi Tengah saat ini habitatnya terancam punah seiring dengan maraknya perburuan telur-telur burung Maleo untuk di konsumsi dan di jual di pasaran dunia. 

Kondisi itulah yang mendorong batin salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Morowali Ahmad HM Ali mempelopori perlindungan habitat  burung Maleo dengan membuat penangkaran alami serta menyerukan warga setempat untuk tidak mencuri telur-telur burung Maleo. Bahkan, Ia akan mengganti rugi setiap telur yang telah dicuri dialam liar.

1380594379542473728

Saat kami mengintip gerembolan burung Maleo yang akan bertelur Mnggu, (29/9) sore lalu dari sebuah gubuk setinggi hampir empat meter di lokasi penangkaran bertelurnya burung-burung Maleo, terlihat beberapa pasang burung Maleo yang sedang bertelur di sebuah penangkaran alami yang di buat keluarga Ahmad HM Ali yang terletak di sebuah pegunungan diantara rimbunnya perkebunan di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulteng.

Burung Maleo yang terbang liar di antara rimbunnya hutan biasa memilih bertelur di pasir yang terdapat di tepi pantai. Namun, karena ancaman telur-telur yang mudah dicuri oleh manusia akhirnya  Ahmad Ali bersama keluarga dan rekan-rekannya  memprakasai pembuatan  penangkaran alami dari timbunan pasir di tengah kawasan yang di jaga beberapa orang secara bergantian.

Seperti diketahui, Burung Maleo adalah jenis burung yang hanya bisa dijumpai di pulau Sulteng sehingga disebut burung endemik Sulawesi,  yang unik dari burung Maleo adalah telur dan cara menetaskan telurnya, karena telurnya ukurannya besar maka dia tidak mengerami sendiri telurnya itu melainkan bersama pasangannya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, habitat burung Maleo terancam punah karena perburuan terutama telurnya-telurnya yang berukuran besar yang dijual hingga pasaran dunia serta hilangnya habitat alami, diperkirakan  habitat burung Maleo yang hidup di hutan Sulteng saat  ini tinggal 5000 ekor.

Burung Maleo yang mengagumkan itu memiliki kebiasaan hidup yang mengesankan, tidak seperti hewan pada umumnya, burung Maleo dewasa akan berpasangan sehidup semati tanpa gonta-ganti pasangan. Ketika si betina sudah siap bertelur maka pasangan burung Maelo itu akan menemani berjalan kaki berkilo-kilo jauhnya dari hutan menuju pantai atau dekat mata air panas yang berpasir di dalam hutan untuk bertelur.

Menurut Ahmad Ali, dirinya bersama keluarga  terdorong untuk melindungi burung Maleo dari ancaman kepunahan. “Awalnya burung-burung Maleo ini terbang bebas di hutan dan bertelur di pantai. Hanya kemudian dalam beberapa tahun terakhir telur-telur Maleo banyak di curi warga untuk di jual. Kondisi inilah yang membuat habitat burung Maleo terancam punah,” sebut Ahmad Ali.

Ahmad Ali lalu untuk membuat penangkaran di lokasi perkebunan milik keluarga Ahmad Ali di Desa Wosu. Saat ini lokasi penangkaran yang masih kecil akan di perluas untuk melindungi habitat burung Maleo. “Kalau dilindungi dan di jaga seperti ini paling tidak setiap tahun akan ada anak burung maleo yang lahir,” sebut Ahmad Ali.

Di Morowali, habitat Maleo paling banyak berada di Desa Wosu. Bahkan pada pernah utusan kedutaan Belanda datang ke Wosu hanya ingin melihat satwa tersebut.Salah satu upaya melestarikan burung Maleo dari ancaman kepunahan. Ahmad Ali menawarkan kepada warga yang biasa mencuri telur Maleo dialam  akan mengganti rugi setiap telur-telur Maleo yang telah di curi warga.

“Kalau ada warga yang sering memburu telur burung Maleo, saya akan beli telur-telur itu dan  nantinya akan di kembalikan ke lokasi penangkaran untuk di kembang biakan agar menetaskan anak-anak burung Maleo sehingga dapat kembali bebas di alam liar di pulau Sulawesi,” ujar Ahmad Ali.

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888