Home / 2013 / October

Monthly Archives: October 2013

600 Burung Pemakan Bangkai Mati Keracunan

Gudang Burung - Ratusan burung pemakan bangkai yang hidup di Taman Nasional Bwabwata, Namibia ditemukan mati secara tiba-tiba.Dilansir dari Softpedia, berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh petugas taman nasional tersebut diketahui sekitar 60...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cerita Unik Dari Azizin

Gudang Burung - Saat ini bisnis burung berkicau lagi booming. Hal ini bisa dilihat dari ramainya pasar burung di berbagai tempat. Jika hari Minggu atau libur penggemar burung tumplek blek di pasar burung. Peluang inilah yang dibidik oleh Aziz...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Kisah Tragis Si Penjagal Asal Spanyol

Gudang Burung - Seorang tukang jagal asal Spanyol ditahan polisi karena dituduh membunuh kekasihnya yang tengah hamil dan memutilasi tubuhnya, kemudian memberikannya kepada burung pemakan bangkai. Polisi Spanyol menduga Jose Miguel Tamayo (32...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Video Unik Si Burung Cerda

Gudang Burung - Video seekor burung memancing ikan dengan sepotong roti digemari 1.062.630 orang padahal baru diunggah enam hari lalu di Youtube oleh akun MrBeemBom.Rekaman berdurasi 2 menit 10 detik itu memperlihatkan si burung melarungkan roti k...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Motif Baru Pencurian, Pura-Pura Cari Kos

Gudang Burung - Yp (26) warga Kricak Tegalrejo Pencuri burung dibekuk Reskrim Polsek Tegalrejo di rumahnya, Rabu . Pelaku diamankan petugas lantaran terbukti telah mencuri burung milik Eko Priyadi di Karangwaru Tegalrejo, Sabtu.Kapolsek Tegalrejo ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Ribuan Burung Penuhi Langit Kota Yongkang

Gudang Burung - Ribuan burung memenuhi langit Kota Yongkang, China, beberapa hari lalu. Ini merupakan migrasi besar-besaran burung berbeda spesies dari utara China menuju habitat yang lebih hangat di selatan.Ribuan burung itu pun nampak hinggap di...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Pelaku Pencurian Burung DIkejar Massa, Masuk Jurang

Gudang Burung - Panik dikejar massa, pencuri burung tewas tercebur jurang berkedalaman sekitar 25 meter di Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Sabtu. Pelaku adalah, Karjono (37) warga Tawangsari, Sukoharjo. Sedangan seorang pelaku lainya...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Ibu Negara Potret Burung

Gudang Burung - Ibu negara Nyonya Ani Yudhoyono dengan kamera Canon 5D Mark III mengarahkan lensanya pada polah burung burung yang dikelola taman burung Bali Bird Park di Singapadu, Kabupaten Gianyar, Selasa.Ibu negara bersama sejumlah para ibu ya...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Merpati di Masjidil Haram

Gudang Burung - Bisa beribadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, menjadi dambaan setiap Muslim. Namun, ada kalanya penat dan letih mengampiri. Nah, disaat penat dan letih datang, Anda bisa mengusir itu dengan cara bermain bersama burung merpa...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Tetap Fokus Walau Ditabrak Burung Camar

Gudang Burung - Jorge Lorenzo tetap bisa menjaga fokusnya, meski sempat terganggu karena tak sengaja menabrak burung camar saat menjalani sesi kualifikasi GP Australia, Sabtu (19/10/2013). Tak hanya mencatat waktu tercepat, pebalap Yamaha ini...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Selundupkan 25 Telur Burung Langka di Celana Dalam

Gudang Burung - Petugas Bandara Zurich, Swiss menangkap seorang pria yang ketahuan menyelundupkan telur burung di celana dalamnya. Ada 25 telur burung kakatua yang disembunyikannya.Drama penangkapan bermula saat pria berkewarganegaraan Swiss yang ...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Cantik Dengan Air Liur Walet, Amankah?

Gudang Burung - Krim wajah dari air liur burung walet belakangan populer di Indonesia. Wanita tergoda untuk memakai produk kecantikan ini karena memang khasiatnya cepat terlihat. Hanya dalam waktu beberapa minggu, kosumen krim walet ini mengaku su...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Sebulan Buron, Pencuri Lovebird Dibekuk Polisi

Gudang BurungAparat Polsek Jebres membekuk tersangka pencurian burung, Tintus Joko Wibowo, 26, di tempat indekosnya di depan Kampus Universitas Surakarta (Unsa), Palur, Karanganyar, Kamis (10/10/2013). Residivis jambret asal Kampung/Kelurahan Kepatihan Kulon RT 005/RW 003, Jebres, Solo, itu sempat buron selama lebih dari sebulan setelah mencuri dua ekor loverbird, pertengahan Agustus lalu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek Jebres, akhir pekan lalu, tersangka diringkus atas dasar pencurian burung milik Parman, 57, tetangganya, yang diduga dilakukannya, 17 Agustus pukul 05.30 WIB.
Tersangka beraksi bersama rekannya, Bg. Sebenarnya korban sempat melihat tersangka saat berusaha kabur membawa hasil kejahatannya sebelum ia menyadari menjadi korban pencurian.
Setelah mendapati dua ekor lovebird jenis kepala emas miliknya raib dari sangkarnya, korban baru mengejar tersangka yang saat itu kabur menggunakan motor.
Tak beruntung bagi korban, tersangka berhasil kabur bersama rekannya membawa satu ekor burung. Satu ekor lainnya terlepas dari cengkeraman tersangka saat melarikan diri dari kejaran korban.
Wakapolsek Jebres, AKP Suharmono, kepada wartawan menyampaikan, saat beraksi tersangka menyurvei rumah yang dijadikan sasarannya.
Petugas perlindungan masyarakat (linmas) sempat mengusir tersangka dan rekannya saat berada di sekitar rumah sasaran, sehari sebelum kejadian.
Tersangka bersama Bg kembali lagi keesokan harinya dan melancarkan aksi. Saat itu tersangka menjadi eksekutor, sedangkan rekannya menunggunya tak jauh dari lokasi sasaran. Setelah beraksi mereka kabur menggunakan motor.
“Tersangka kami tangkap berdasar pengembangan dan tentunya informasi masyarakat. Rekan tersangka masih kami buru,” terang Suharmono mewakili Kapolsek, Kompol Edison Panjaitan.
Polisi menyita barang bukti berupa satu ekor lobebird hasil kejahatan tersangka yang telah dijual kepada tetangganya. Ia dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan diancam hukuman penjara maksimal lima tahun.
Sementara itu, tersangka kepada wartawan mengaku, menjual hasil pencuriannya seharga Rp500.000. Uang tersebut telah ia gunakan untuk membayar sewa kamar indekosnya.
“Teman saya hanya saya ajak. Dia tak tahu apa-apa soal peruatan saya,” aku Titus.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Pasar Burung Depok Bakal Jadi Pasar Burung Hias Terbesar


Gudang BurungKeberadaan shelter Pasar Depok di bekas Tempat Pemakaman Umum (TPU) digadang-gadang mampu mendukung keberadaan arena perlombaan burung yang dibangun di sebelahnya. Pasalnya, kedua tempat tersebut tidak dapat dipisahkan satu persatu.

Lurah Pasar Depok, Agus Suharto, mengatakan, dengan dibangunnya kawasan tersebut menjadi tempat perdagangan para PKL  maka akan menciptakan sentra penjualan burung hias terbesar di Kota Surakarta. Pasalnya, Pasar Depok selama ini telah identik dengan pasar tradisional yang khusus menjual beragam burung hias.
“Saya optimis, jika pembangunan shelter Pasar Burung Depok ini selesai, makan Pasar Depok akan lebih dikenal lagi sebagai pasar burung terbesar di Kota Surakarta. Yang jelas, total luasan lahan yang sedang kami garap di bekas makam belakang pasar mencapai 8000 meter persegi dimana nanti digunakan untuk arena lomba kicau burung hias dan shelter PKL” tandas Agus.
Proyek shelter PKL ini, merupakan salah satu perwujudan keinginan PKL burung yang selama ini mangkal di depan pasar. “Dahulu, memang mereka minta seperti itu. Makanya kami buatkan shelter dengan harapan mereka bisa nyaman berjualan dalam kondisi cuaca apapun,” terangnya.
Mengenai proses relokasi PKL burung, bakal dikerjakan tahun depan. Pengelola pasar, berkeinginan merelokasi PKL burung wilayah Depok dan wilayah Widuran sekaligus untuk menyatukan mereka.
“Di Widuran, kami sudah punya datanya dimana terdapat 36 PKL. Dan mereka inilah yang ditata ulang tahun depan. Artinya mereka harus mau ditata agar kawasan Widuran dan Depok bersih dari PKL,” pungkas Agus.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Kepergok Curi Burung, 2 Pencuri DIhakimi Massa


Gudang BurungDua tersangka pencurian, Kuat Agus Santoso, 39 dan Kelly Rusyanto, 24, babak belur dihajar massa seusai tepergok mencuri seekor burung di rumah Koko Setioko, 45, di Jl. Pattimura No. 155, Serengan, Solo, Selasa (8/10/2013) lalu. Selain burung, keduanya juga mencuri sebuah helm milik korban.

Kedua tersangka masing-masing warga Gelang, Putuk, Ngargoyoso, Karanganyar dan Kemayoran, Kelurahan/Kecamatan Serdang, Jakarta Pusat.
Kanitreskrim Polsek Serengan, AKP Widodo, saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek setempat, Senin (21/10/2013), menceritakan para pelaku ditangkap korban bersama warga. Kejadian bermula ketika korban merebus air di dapur pukul 13.00 WIB. Pada saat yang sama ia melihat seorang lelaki mengambil helmnya yang ditaruh di motornya.
Mendapati hal itu korban teriak maling. Tepergok mencuri pelaku justru langsung mengambil sangkar yang didalamnya terdapat burung gelatik. Setelah itu pelaku keluar halaman menuju rekannya yang ternyata sudah menunggu di motor. Korban bersama warga terus mengejar mereka hingga akhirnya dapat meringkus kedua pelaku di Kratonan, Serengan, Solo, sekitar 50 meter dari rumah korban.
“Warga sempat menghakimi kedua tersangka. Tapi aksi itu tak berlangsung lama, karena kami segera datang. Kami menyita barang bukti dari tangan mereka berupa seekor burung beserta sangkarnya dan satu buah helm. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan diancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” terang Widodo mewakili Kapolsek, Kompol Edy Sulistiyanto.
Sementara itu, Kuat kepada wartawan mengaku sebagai inisiator pencurian. Ia mengajak Kelly mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Selain kejadian di Serengan, setidaknya ia pernah mencuri di rumah tak berpenghuni di Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar sebanyak sembilan kali. Ia juga pernah terlibat kasus penganiayaan di Banjarsari. Akibat perbuatannya itu ia pernah dipenjara selama empat bulan.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Kian Eksisnya Komunitas Burung Hantu Di Surabaya


Gudang BurungBurung hantu yang tergolong liar dan buas, dapat juga menjadi binatang peliaharaan yang lucu dan jinak. Komunitas pnggemar burung malam ini pun kian banyak.

Tak hanya Limbad yang biasa memelihara burung hantu dan digunakan sebagai partner kerjanya. Kini semakin banyak komunitas pecinta burung hantu yang memelihara dan mengkoleksi burung hantu, termasuk di Surabaya.
Komunitas Burung Hantu Surabaya (Kabhasura), berdiri sejak tahun 2012. Kini, anggotanya 21 orang. Tujuan mendirikan komunitas ini, menurut Naufal, sekretaris Kabhasura, bertujuan untuk mempersatukan para pecinta burung hantu dan memperkenalkannya ke masyarakat umum.
“Dulu mitosnya, kalau ada burung hantu, biasanya ada orang mati. Nah, kita ingin menghapus mitos itu. Burung hantu juga bisa dipelihara sperti hewan lainnya,” kata Naufal.
Naufal juga menjelaskankan bahwa burung hantu liar, bisa menjadi jinak asalkan tahu caranya.
“Prosesnya harus melalui karantina. Jadi burung hantu kita taruh di tempat gelap. Bikin ruangan khusus seperti kotak, dan kita kasih makan. Perlu dinormalkan dulu. Karena kalau yang masih liar itu gak mau makan,” ungkapnya.
Harga burung hantu bervariasi, tergantung dari jenis, ukuran dan tingkat kejinakkannya. Selain ajang kumpul sesama pecinta burung hantu, Kabashura juga tidak sembarangan menerima orang yang ingin membeli burung hantu mereka.
“Kita lihat dulu orangnya. Kita tanyai. Kalau asal beli buat pengen-pengen doang, ya gak kita kasih. Kita harus percaya dulu apa falconer (pemilik burung predator) sungguh-sungguh memeliharanya.
Wakil Ketua Kabhasuran, Rendy, menambahkan, jika ada 8 jenis burung hantu asal Indonesia yang mudah dan biasa mereka pegang. Diantaranya, Scops Owl, Javan Owlet, Oriental bay owl, Brown Hawk owl, Barn owl, Spotted wood owl, Buffy Fish Owl, dan Barred Eagle owl.

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Akan Dibuat Perda Tentang Penangkapan Burung Oleh DKI

Gudang Burung - Komunitas Peta Hijau menggelar festival di Taman Cattleya, Palmerah, Jakarta Barat. Tujuan festival tersebut untuk mengajak masyarakat memanfaatkan ruang terbuka hijau di Jakarta. Namun, Ketua Panitia Festival Bayu Wardhana me...

Baca selengkapnya dijamin seru! »

Kopi Dari Kotoran Burung Jacu? Pantas DIcoba

Gudang Burung - Di Indonesia kopi luwak sudah terkenal kualitasnya karena dipanen dari kotoran luwak, lain lagi di Brasil, para petani kopi di sana telah menemukan resep yang hampir sama, yaitu kopi yang dipanen dari kotoran burung.Ketika Henrique...

Baca selengkapnya dijamin seru! »
Pasang Iklan anda. Hubungi SMS 087888327888