Loading...
Pengetahuan

1.114 Spesies burung baru di Myanmar teridentifikasi

Spesies burung baru di Myanmar

Spesies burung baru di Myanmar

14 Spesies burung baru di Myanmar teridentifikasi. Para ahli konservasi dan pengamat burung telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 1.114 spesies burung yang ada di Myanmar, termasuk di dalamnya adalah 20 jenis burung baru yang belum tercatat
Daw Thiri Dae We Ung dari Myanmar Bird and Nature Society mengatakan bahwa dari ke 20 spesies tersebut, tujuh jenis di antaranya belum pernah ditemukan di tempat lainnya di Asia Tenggara.
Seorang peneliti, Thet Zaw Naing mengatakan bahwa di antara 20 jenis tersebut terdapat burung Great frigatebird dan ied falconet yang sebelumnya belum tercatat dalam survei lapangan yang dilakukan selama empat tahun oleh organisas seperti Bird and Nature Society, Wildlife Conservation Society, Flora and Fauna International, serta beberapa organisasi lainnya.

Myanmar adalah salah satu bentengnya biodiversitas di kawasan Asia. Negara yang berdiri di bawah kekuasaan diktator militer yang cukup ketat dan keras selama 50 tahun terakhir ini menganung kebijakan-kebijakan yang membuatnya terkucil dari kancah internasional. Namun secara langsung kebijakan-kebijakan tersebut ternyata cukup mempengaruhi kondisi alam di negara tersebut, karena seretnya pembangunan di negara berpenduduk 50 juta jiwa ini memungkinkan semakin tumbuh kembangnya keanekaragaman hayati secara  lestari.

Namun sejak tahun 2011 lalu, Junta Militer mulai berbagi kekuasaan dengan oposisi, dan hal tersebut membuka peluang bagi para investor. Keadaan pun bisa berubah dengan cepat. Para ahli lingkunan khawatir kalau kondisi tersebut memicu pembangunan secara besar-besaran tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan hidup, terutama kelestarian satwa-satwa di negara tersebut.

Kawanan burung Sarus Crane yang sedang terbang di bagian utara Myanmar. Foto: Bjorn Olsen/FFI

Hal lain yang turut mengkhawatirkan adalah maraknya perburuan liar, banyak burung yang mati ditemukan di sekitar danau-danau di Taungthaman dan Paleik dekat Mandalay, yang merupakan kota terbesar kedua di Myanmar. Selain itu, penggunaan pestisida secara masif juga menjadi ancaman bagi kelestarian burung karena sektor pertanian saat ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Myanmar.  Apalagi sejak tahun 2012, orang asing diberikan kebebasan untuk menyewa tanah di Myanmar.

Tanah Myanmar yang subur sehingga dijuluki sebagai ‘The Rice Bowl of Asia’ atau Gudang beras Asia membuat banyak negara seperti India dan Tiongkok berebut untuk berinvestasi di sektor pertanian. Jika itu terus terjadi, maka tidak bisa dibayangkan berapa luas lahan yang akan dibuka untuk pertanian itu nantinya. Apalagi pemerintah Myanmar juga belum menjamin apakah akan memberikan prioritas untuk perlindungan alam atau tidak.

Demikian infrmasi singkat tentang 14 Spesies burung baru di Myanmar teridentifikasi. Semoga bermanfaat.

About the author

Siti Nuraini

Menjalani hidup tanpa kesenangan seolah berlayar ditengah lautan luas tanpa kawan, tanpa harapan mau berlabuh dimana. Burung yang imut bersuara merdu bisa mewarnai kehidupan kita. Saya ingin menjadi sahabat anda pecinta burung kicauan di seluruh dunia. Pesan saya hanya satu, sayangi dan lestarikan satwa indah ini. Salam Kicau!

Leave a Comment