Tips perawatan murai batu bakalan untuk pemula

Posted on

murai batu 2

Murai batu adalah satu dari beberapa jenis burung yang cukup popular di Indonesia, tetapi selain itu spesies burung ini cukup terkenal di mancanegara. Beberapa jenis burung batu yang banyak dicari adalah burung yang berasal dari Sumatera, meski saat ini murai batu yang berasal dari Kalimantan pun sudah mulai beranjak popular. 

Di pasaran banyak dijual burung murai batu yang merupakan hasil tangkapan hutan dan bukan dari hasil penangkaran, harganya yang lebih murah dibanding burung yang berasal dari hasil penangkaran itu yang menjadi ketertarikan bagi banyak penggemar burung khususnya pemula untuk mencoba merawat dan memelihara burung murai batu di rumahnya. 

Namun berbeda dengan perawatan burung yang sudah jadi, perawatan burung bakalan harus diterapkan dengan lebih rutin dan ekstra perhatian karena burung ini rata-rata masih belum beradaptasi dengan sangkar harian dan makanannya. 

Berikut beberapa tips singkat seputar perawatan burung murai batu bakalan. 

Ketika anda sedang berada di pasar burung dan melihat banyak dijual burung murai batu bakalan yang disatukan dalam kandang atau dipisah dalam kandangnya sendiri-sendiri maka hal yang perlu anda perhatikan sebelum membelinya adalah kondisi dari burung itu. 

Pastikan burung dalam keadaan yang sehat, lincah, waspada, serta mau makan dengan lahap. Jangan terburu-buru membeli burung dengan alasan takut diambil orang atau bagaimana, tetapi luangkan waktu sejenak untuk memperhatikan gerak-gerik dari burung yang sudah anda incar itu. 

Setelah berada di rumah, segera pindahkan burung ke sangkar harian yang sebelumnya sudah dicuci bersih untuk menghilangkan bau bekas burung yang sebelumnya pernah menggunakan sangkar tersebut  atau bakteri dari sisa-sisa kotoran yang masih menempel, tetapi akan lebih baik jika anda menggunakan sangkar yang masih baru. 

Siapkan air minumnya yang bersih dalam hal ini air dingin bisa membantu menenangkan burung yang terlalu stress atau kepanasan dalam kantong semen atau kotak beseknya. Masukkan makanannya yang berupa kroto segar dan beberapa ekor ulat hongkong jika burung belum mengenali makanan voernya.  

Berikutnya gantung sangkar di tempat yang teduh dan jauh dari keberadaan burung lainnya (tempat yang tenang) jika tidak memiliki lokasi lain untuk menggantung sangkar burung, solusinya adalah memberikan kerodong pada sangkarnya. 

Setiap dua – tiga jam sekali pantau makanan burung, jika kosong segera tambahkan dengan makanannya seperti jangkrik dan ulatnnya, sedangkan pada malam hari burung dibiarkan beristirahat. 

Untuk hari-hari selanjutnya anda bisa melatih burung untuk makan voer dengan cara mencampurkan kroto dengan voer halus yang sudah dibasahi dengan sedikit air. aduk-aduk hingga semua bahan menyatu lalu taburi sedikit kroto pada bagian atasnya.  

Berikan setiap hari sampai kotoran burung berubah dari yang tadinya berbentuk cairan putih menjadi berbentuk cairan hijau yang berlanjut pada bentuk menggumpal / padat berwarna kehijauan. 

Jika suatu hari anda kehabisan stok kroto, bisa diatasi dengan memberikan beberapa ekor ulat hongkong yang dipotong-potong kecil lalu dicampurkan ke dalam voernya dengan diaduk-aduk hingga bercampur rata, potong juga beberapa bagian tubuh dari jangkrik lalu diaduk-aduk lagi hingga merata dengan voer tersebut. 

Yang penting di sini adalah kita harus rutin memberikan pakan tersebut selama beberapa hari, sampai kondisi burung benar-benar sudah mau memakan voernya. Nantinya setelah burung makan voer, anda tetap harus memberikan makanan serangga pada mereka, karena tanpa itu burung cenderung menjadi kurang aktif dan malas-malasan serta rentan terkena sakit. 

Memandikan burung bisa dilakukan setelah burung dirawat beberapa hari dan telah beradaptasi dengan sangkar dan lingkungannya. 

Penjemuran diberikan seperlunya saja yang dimulai sejak pukul 06:30 pagi hingga 08:30 atau 09:00 siang hari. 

Untuk pengembunan sebaiknya diusahkan untuk rutin setiap hari karena rata-rata burung sangat menyukai suasana dan cuaca pagi hari untuk menyambut kemunculan matahari di pagi harinya.

Sedangkan untuk menjinakkan burung adalah solusi alternatif jika burung telah beradaptasi dengan makanan barunya (voer) itu. 

Berikan makanan tambahan lain ketika burung sedang aktif ( antara pukul 08:00 – 15:00 ) makanan tambahan itu bisa berupa cacing tanah, ikan kecil, larva, dan lain-lain. 

Dengan perawatan yang dilakukan secara rutin dan penuh kasih sayang maka burung akan menunjukkan kegembiraannya dengan rajin berkicau pada sang majikan, nah jika itu terjadi bayangkan betapa bangganya anda yang bisa merawat burung yang tadinya masih bakalan sampai sampai menjadi burung yang berkualitas lomba.. 

Semoga manfaat
 

Trending artikel yang sedang hits:
  1. perawatan murai batu bakalan
  2. tips merawat burung tuwu bakalan