Loading...
Pengetahuan

Penyebab burung tidak memiliki gigi

elangSejak pertama kalinya fosil burung Archaeopteryx ditemukan pada tahun 1861, para ilmuwan telah menemukan bahwa nenek moyang dari burung yang kita kenal sekarang ini pernah memiliki gigi untuk sementara waktu, namun kemudian mereka kehilangan kemampuan dalam memproduksi gigi yang kemudian membuat jenis burung modern tidak mempunyai gigi.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa nenek moyang dari habitat burung yang hidup telah kehilangan kemampuannya dalam memproduksi gigi, dan para peneliti masih belum mengetahui kenapa burung modern bisa seperti itu. 

Dalam penelitian tersebut, para peneliti memeriksa unsur gen serta DNA dari 48 spesies burung yang hidup di seluruh dunia, dan mengambil secara acak enam gen yang terkait dengan pembentukan gigi.

Kemudian, apa yang ditemukan oleh peneliti? Ternyata, semua jenis burung bermutasi genetik yang menonaktifkan gen dalam membentuk enamel gigi serta bagian gigi yang disebut dentin.



Berdasarkan mutasi, para peneliti berpendapat, bahwa nenek moyang burung kehilangan enamel dasar  pada gigi mereka, sekitar 116 juta tahun yang lalu. Dan, pada waktu yang sama, paruh burung muncul saat berinteraksi dengan sesamanya.

“Kami berkesimpulan, bahwa perkembangan tersebut akhirnya mengakibatkan paruh terangsang secara efektif  menggantikan  fungsi gigi. Dan, memberikan kontribusi serta merubah komposisi anggota tubuh burung,” kata penulis studi Dr Mark Springer, seorang profesor biologi di University of California, Riverside, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Namun demikian, burung bukan satu-satunya mengalami “Edentulous” (atau ompong, red) pada vertebrata modern. Satwa lain seperti, kura-kura dan trenggiling juga kehilangan gigi, ketika para peneliti memeriksa gen binatang itu dan menemukan hasil yang sama.

“Semua gen vertebrata edentulous yang kami diperiksa ditandai dengan menonaktifkan mutasi,” kata Springer dalam pernyataannya.

“Dentin terkait gen DSPP fungsional pada vertebrata menyebabkan hilangnya enamel gigi lalu menimbulkan kemalasan dan perubahan mendasar,”.

Penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Science pada 12 Desember 2014.
  

Loading...

About the author

Siti Nuraini

Menjalani hidup tanpa kesenangan seolah berlayar ditengah lautan luas tanpa kawan, tanpa harapan mau berlabuh dimana. Burung yang imut bersuara merdu bisa mewarnai kehidupan kita. Saya ingin menjadi sahabat anda pecinta burung kicauan di seluruh dunia. Pesan saya hanya satu, sayangi dan lestarikan satwa indah ini. Salam Kicau!

Leave a Comment