Loading...
Kenari Pengetahuan

Penyebab burung kenari betina tidak bertelur

Kenari adalah salah satu jenis burung peliharaan yang cukup popular dengan penggemar yang paling banyak. Pasar-pasar burung pun tidak mengenal kata “kehabisan stok” terhadap jenis burung ini lantaran banyaknya penangkar burung kenari di berbagai peloso…

kenari 3

Kenari adalah salah satu jenis burung peliharaan yang cukup popular dengan penggemar yang paling banyak. Pasar-pasar burung pun tidak mengenal kata “kehabisan stok” terhadap jenis burung ini lantaran banyaknya penangkar burung kenari di berbagai pelosok dan daerah. Banyak penggemar kenari pemula yang mencoba peruntungannya dengan menangkarkan kenari miliknya, namun tak sedikit pula yang mengalami kebuntuan, terutama masalah kenari betina yang tidak mau bertelur.

Masalah yang paling umum menimpa penangkar pemula ketika mencoba menangkarkan burung kenarinya adalah burung yang tidak mau bertelur, meski dalam sangkarnya telah disediakan tempat sarang dan juga bahan – bahan untuk membangun sarangnya begitu pula dengan burung kenari jantan yang sudah cukup umur dan telah siap untuk dikawinkan.

Berikut beberapa hal terkait permasalahan burung kenari betina yang tak kunjung bertelur meski disatukan dengan burung jantan dalam kandang penangkarannya untuk waktu yang cukup lama.

 

  •     Burung yang belum berusia matang alias masih muda.
  •     Burung betina terlalu lambat birahi/kurang birahi.
  •     Bulu yang terlalu tebal di sekitar kloaka.

 

 


1. Burung yang belum matang kelamin atau masih muda

Burung betina yang masih muda belum mempunyai pengalaman yang cukup untuk berkembangbiak, selain memiliki organ kelamin yang belum matang, juga burung tersebut cenderung belum siap ketika dipasangkan, yang membuat perkawinan tidak akan terjadi. Karena itu ketika berniat menangkarkan burung kenari, pastikan usia dari burung jantan dan burung betina telah cukup untuk dikembangbiakkan.

Umumnya usia kenari jantan yang siap kawin adalah berusia di atas 1 tahun, sedangkan burung betina berusia di atas 8 – 10 bulan, dan akan lebih baik jika usianya telah mencapai lebih dari 11 – 12 bulan. Pada usia tersebut kondisi burung betina yang siap kawin bisa diketahui dari bentuk dari kloakanya yang membengkak dengan kulit yang bewarna kemerahan.

2. Burung betina terlalu lambat birahi.

Ada beberapa kasus yang melibatkan burung betina yang telah berusia lebih dari 1 tahun namun mereka tak juga kunjung berkembangbiak dikarenakan birahinya yang terlambat. Hal tersebut biasanya ditunjukkan oleh burung betina yang tak kunjung bertelur setelah digabung bersama burung jantan selama berhari-hari, atau sering juga terjadi burung betina yang terlalu galak atau selalu menghindar ketika didekati oleh burung jantan yang berniat mengawininya.

Hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor perawatan yang kurang tepat, terutama dalam pemberian pakan yang bervariasi untuk memenuhi asupan gizi dan nutrisinya. Selain itu penjemuran yang terlalu singkat atau tidak pernah dijemur sama sekali juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan burung betina tersebut lambat birahi.

Mengatasi burung kenari betina yang lambat birahi bisa dilakukan melakukan perubahan dalam perawatan hariannya, termasuk menyediakan pakan yang bervariasi mulai dari pakan biji-bijian yang berkualitas misalnya dengan memberikan pakan racikan yang diracik khusus untuk burung kenari, menyediakan sayuran dan buah-buahan yang bisa merangsang birahi seperti sawi, daun ginseng, oyong, tauge, dan jagung manis. Selain itu tingkatkan juga durasi penjemuran burung betina tersebut agar cepat berada dalam kondisi birahi.

3. Bulu yang terlalu tebal di sekitar kloaka

Banyak penggemar burung kenari yang beranggapan bahwa burung kenari yang memiliki bulu-bulu tebal atau bulu rangkap sangat sulit untuk dikembangbiakkan karena cenderung sulit birahi dan lama bertelurnya. Hal tersebut mungkin ada benarnya karena faktor sesungguhnya adalah bukan karena ketebalan bulu yang terdapat di sekujur tubuhnya, tetapi khusus pada ketebalan bulu yang terdapat di sekitar kloaka burung tersebut.

Ketika burung jantan melakukan perkawinan atau ovulasi pada burung kenari betina yang mempunyai bulu-bulu tebal di sekitar kloakanya, maka kemungkinan yang bisa terjadi adalah terhambatnya proses pembuahan akibat bulu-bulu yang menutupi organ kelamin burung. Akibatnya meski telah terjadi perkawinan namun setelah ditunggu hingga berhari-hari burung betina tersebut tak kunjung bertelur.

Itulah beberapa hal yang kemungkinan menjadi penyebab kenapa burung kenari betina tak juga kunjung bertelur setelah disatukan bersama burung jantan dalam waktu yang cukup lama. Jika setelah diberikan perawatan-perawatan seperti disebutkan di atas namun burung betina tetap tidak menunjukkan perubahannya, maka upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah mengganti burung betina dengan burung yang lainnya.

Semoga bermanfaat

Loading...

About the author

Siti Nuraini

Menjalani hidup tanpa kesenangan seolah berlayar ditengah lautan luas tanpa kawan, tanpa harapan mau berlabuh dimana. Burung yang imut bersuara merdu bisa mewarnai kehidupan kita. Saya ingin menjadi sahabat anda pecinta burung kicauan di seluruh dunia. Pesan saya hanya satu, sayangi dan lestarikan satwa indah ini. Salam Kicau!

Leave a Comment