Loading...
Caladi

Mengenal Caladi tikotok, burung pelatuk unik bersuara seperti lovebird

Bagi orang sunda, sebutan caladi tikotok mungkin dianggap lucu karena berhubungan dengan ayam, tapi spesies ini tidak ada hubungannya dengan ayam kok, hanya namanya saja yang bagi sebagian orang dianggap cukup unik. Namun selain namanya yang unik, b…

Caladi tikotok

Bagi orang sunda, sebutan caladi tikotok mungkin dianggap lucu karena berhubungan dengan ayam, tapi spesies ini tidak ada hubungannya dengan ayam kok, hanya namanya saja yang bagi sebagian orang dianggap cukup unik. Namun selain namanya yang unik, burung yang termasuk keluarga pelatuk (Picidae) ini pun memiliki suara yang lebih nyaring dan cenderung mirip dengan kicauan lovebird.

Caladi tikotok atau Grey-and-buff wodpecker (Hemicircus concretus) memiliki tubuh yang berukuran lebih kecil dari caladi ulam (Dendrocopos mace) yaitu sekitar 14 cm. Bagian kepala hingga dadanya berwarna abu-abu dengan punggung yang tampak bersisik, ciri khasnya adalah jambulnya yang selalu tegak berdiri.

Burung jantan bisa dibedakan dari penampilannya, yaitu jambulnya yang panjang dengan dahi yang berwarna merah, sedangkan betina memiliki dahi yang berwarna abu-abu, bagian perut yang berwarna kuning tua, tunggir putih, serta bagian punggung dan penutup sayap hitam dengan warna putih-kuning tua pada sisi sayapnya.

Caladi tikotok jantan (kiri) dan betina


Ada dua subspesies yang dikenal dengan daerah persebarannya, yaitu:

  1. Hemicircus concretus sordidus : yang tersebar di selatan Myanmar dan Semenanjung Thailand hingga ke selatan sampai ke Sumatera, dan Kalimantan.
  2. Hemicircus concretus concretus : yang tersebar di Jawa bagian barat dan tengah.

Habitat caladi tikotok adalah daerah terbuka, hutan sekunder, tepian hutan, dan daerah perkebunan. Mereka secara umum hidup pada lapisan tajuk dan terkadang memiliki perilaku seperti burung gelatik, yaitu bergelantungan sambil mencari serangga, buah-buahan, dan juga benalu.

Meskipun jenis burung ini banyak ditemukan secara lokal di Sumatera dan Kalimantan, tetapi caladi tikotok bukanlah jenis yang mudah ditemukan di Jawa.

Musim kawin mereka bervariasi tergantung daerah asal penyebarannya, untuk spesies yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan, musim kawin akan berlangsung pada bulan April – juli, sedangkan di Jawa berlangsung pada bulan Mei – Juni.

Suara kicauan caladi tikotok terdiri dari beberapa suara burung pelatuk yang khas, namun dilagukan dengan irama yang lebih cepat sehingga mirip dengan suara lovebird.

Berikut beberapa suara kicauan caladi tikotok untuk anda:

Suara kicauan caladi tikotok variasi 1 – DOWNLOAD

Semoga bermanfaat

Loading...

About the author

Siti Nuraini

Menjalani hidup tanpa kesenangan seolah berlayar ditengah lautan luas tanpa kawan, tanpa harapan mau berlabuh dimana. Burung yang imut bersuara merdu bisa mewarnai kehidupan kita. Saya ingin menjadi sahabat anda pecinta burung kicauan di seluruh dunia. Pesan saya hanya satu, sayangi dan lestarikan satwa indah ini. Salam Kicau!

Leave a Comment