Tips

Kupas Tuntas Sejarah Burung Kenari Yang Lucu Bagian II (Selesai)

Red Kenari


Dengan keberadaan burung kenari saat ini yang penyebarannya sangat luas serta varian atau jenis baru yang terus bermunculan akibat hasil silangan juga dengan suara yang variative memicu banyaknya peminat yang mememelihara burung kenari di seluruh dunia sangat banyak.


1556 Dicatat oleh sejarah bahwa burung kenari pertama tiba di Amerika tetapi masih jarang ditemukan sampai dengan akhir abad ke-19.


1575 Selama pemerintahan Felipe II dari Spanyol (1575 – 1598) pengungsi yang taat beragama dari the Lower Country (Netherlands) tiba di kota Norwich di Inggris. Pengungsi ini membawa burung kenari yang kelak akan menjadi cikal bakal kenari jenis Norwich.


Red Mozaik


1585 Pada tahun ini diyakini bahwa burung kenari berwarna kuning pertama diberikan oleh Sir Walter Raleigh kepada Ratu Elizabeth I. Untuk menghargai peristiwa ini, Shakespeare menggubah soneta yang menceritakan bagaimana sang Ratu mengubah burung kenari menjadi emas.


Dalam perkembangan sesama peternak kenari,  Jerman lebih maju di banding dengan bangsa Spanyol  dan Italia. Banyak peternak kenari di Erofa. Pada abad Ke -18 telah muncul  dengan membuat perkumpulan burung kenari  dan penangkarnya.  Para penggiat kenari ini  di upayakan,  agar selalu dijaga  kemurnian habitat, serta kenariny,apalagi bibt yang unggul, yang bersuara merdu, bentuk tubuh dab keindahan bulunya, Selanjutnya permintaan kenari dari berbagai Negara yang  hanya di ambil dari segi suaranya saja.


Pemanfaatan  kenari  karena  warna dan bulunya sangat menawan dagingnya gurih untuk di konsumsi mungkin di Indonesia dengan istilah sate kenari. Dengan banyaknya permintaan akan daging burung kenari tersebut, membuat  penangkapan burung kenari di alam bebas di lakukan secara besar besaran,oleh bangsa Erofa, sehingga mengakibatkan pada abad ke – 19 kenari di daerah asalnya menjadi minim bahkan dapat dikatakan punah.


Setelah


Ragam Kenari


punahnya dari negara asalnya, perburuan kenari di lanjutkan ke berbagai pulau di sekitar Pulau Canary, yang sampai di sebelah barat daya selat Gibraltar,  dekat pantai utara Afrika. Sedang Negara Inggris dalam perkembangannya juga telah berhasil menemukan kenari di pulau St. HELENA. Burung kenari dri pulai ini di kenal  dengan nama SAINT HELENA FINK,selanjutnya di kembangkan di Inggris.


Hingga akhirnya Bangsa Italia dan Jerman pun ikut juga dalam menernakkan Burung Kenari sekaligus memperdagangkannya ke seluruh Eropa, yang pada akhirnya banyak istilah burung Kenari Holland, Jerman, Kenari Rusia dan Belgia, ada juga Kenari Norwich, Kenari Yorkshire, Kenari Gloster dan Burung Kenari Roller.


Di Indonesia lebih di kenal dengan Kenari Fusan atau Kenari Taiwan Yorkshire dan persilangannya, karena bangsa Eropa ini membawa burung kenari berkeliling dunia sebagai burung peliharaannya hingga sampai dim Indonesia, China Selatan serta India, sedangkan di Indonesia sendiri kenari ini tersebar ke daerah Jawa, Kalimantan serta Pulau Sumatera.


Burung Kenari


Selain untuk dinikmati kemerduan kicauannya, burung kenari juga pernah digunakan dalam sistem peringatan dini untuk mendeteksi gas beracun, seperti karbondioksida, didalam penambangan batubabara di Britania Raya. Namun penggunaan kenari dipertambangan akhirnya dihapuskan dan baru berakhir pada tahun 1986.


Jenis kenari lain yang berhasil di kembangkan di Eropa, diantaranya YorkShire, Border, Lizard, dan Gloster. Negara-negara di luar eropa yang berhasil menciptakan jenis baru adalah
– Amerika Serikat dengan American Singer Canary
– Iran dengan Persian Canary
– Rusia dengan Russian singer Canary


Sedangkan indonesia termasuk negara penggemar kenari yang belum berhasil menciptakan jenis atau strain kenari khas indonesia.


Di indonesia burung kenari sudah lama dikenal dan penggemarnya sudah banyak mengawinsilangkan kenari yang bersuara merdu. Namun belum berani menampilkan jenis kenari hasil silangan yang menjadi ciri khas indonesia, seperti layaknya iran yang terkenal dengan kenari Persia-nya dan Rusia dengan Rusian Singernya .

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

About the author

Dian Anggraini

Majalah Kicau menjadi tempat membaca dan mencari referensi para penggemar burung. Mari kita jalani hoby sambil menjaga kelestarian burung berkicau di Indonesia. Salam Kicau!

Leave a Comment