Ciri Murai Batu Pasaman

Posted on

Ciri Murai Batu Pasaman —Murai Batu Pasaman bisa dibilang sebagai duta yang menjadi kebanggaan para kicau mania Sumatra Barat. Kata Pasaman berasal dari Gunung Pasaman. Kata Pasaman yang diambil dari bahasa Minangkabau yang berarti persamaan. Hal ini merujuk kepada masyarakat yang didominasi oleh para pendatang yang tinggal di wilayah ini. Pasaman terdiri dari dua Kabupaten : Pasaman Barat dengan Ibukota Simpang Empat. Sumber mb yg dianggap bagus adalah Padang Tujuh, Ujung Gading dan Muaro Kiawai yang berbatasan dengan Mandailing Natal – Sumatera Utara ).



Pasaman Timur dgn Ibukota Lubuk Sikaping. Sumber MB yg dianggap bagus disini adalah habitat Panti, Kumpulan, Lubuk Sikaping, Bonjol dan Rao Secara umum wilayah Pasaman beriklim tropis basah dengan curah hujan yang tinggi. Secara geografis pada umumnya didominasi oleh dataran tinggi mulai 50 – 2900 m dpl. Terdiri dari daerah rawa, dataran rendah perbukitan bergelombang sampai perbukitan terjal yang dipuncaki oleh kerucut gunung Tamalau. Terdapat juga daerah lembah patahan (graben) seperti dataran Lubuk Sikaping, Talu, Rao Cubadak dan Simpang dingin. Topografi yang mirip dan sejalur dengan kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Karena itu bisa dibilang habitat Murai Batu Pasaman mirip atau bahkan sama dengan Murai Batu Mandailing Natal (Madina) sehingga ciri dan variasi fisiknyanya pun mirip dengan MB Medan.


Kalaupun mau mencari pembeda, yaitu sekilas terlihat pada ekor, ekor MB Madina cenderung panjang dan agak luwes sementara ekor MB Pasaman sedikit lebih pendek dan cendrung kaku. Ciri lain MB Pasaman bertubuh kebiruan mengkilat (indigo) sementara MB Madina cendrung supak dalam bahasa melayu (lbh terlihat kusam) dan doft. Tetap saja ini tidak bisa dijadikan sebagai patokan utama untuk memastikan asal muasal habitat si MB.



Menurut kenangan seorang pelomba lawas, dahulu mereka membedakan MB Pasaman barat yang berpostur seperti MB Madina dengan gaya tarungnya yang nagen ngeply dan volume keras tipe O (tebal)dan isian yang cendrung sedikit yang dibongkar pendek-pendek dengan sedikit variasi tapi dibawakan dengan cara berulang-ulang tapi sangat pandai memainkan intonasi tinggi rendahnya lagu. Sedangkan MB Pasaman Timur berpostur lebih kecil daripada MB Pasaman Barat tapi berkarakter agresif menari-nari kanan kiri di tangkringan atas, karakter suara tipe i (melengking) yang stabil intonasinya dan luwes dalam berganti-ganti isian yang beraneka ragam (cerdas).


Bagi pemain MB di pulau Sumatra bisa dibilang pamor MB Pasaman sangat mulia selayaknya pamor “MB Medan” bagi pemain MB di pulau Jawa. Disenangi pelomba karena gaya tarung MB Pasaman cendrung nagen berdiri tegak sambil ngeplay sesuai selera juri masa kini. Sekarang ini di Sumut, Sumbar, Riau, Jambi dan Sumsel, orang lebih suka melabeli  mb yg akan dijual dgn sebutan MB Pasaman. Biar cepat laku mungkin. Padahal tidak semua MB Pasaman bagus. Daerah lain di Sumatra Barat juga memiliki habitat MB yang bagus dan sudah terbukti moncer di gantangan Lomba tidak kalah dengan MB Pasaman, tapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa prinsip “Legend Never Fade Away” tetap berlaku. Beberapa nama MB asal Sumatra Barat yang menjadi bintang lomba diantaranya Kusut & Panglima dan Mr.Pasaman milik Yongka, Golden Boy milik Arco BF , Hercules – milik Angkasa biru BC dan Tontong (Pasaman), Sania (Sangir), Kiamat (Tiku – Pariaman), Sapu Jagad (S.Kesiak – Pariaman), Peot (Hutan Kasang – Pariaman), Kalaray (Hutan Batu Busuk – Padang).



Tuanku Rao mempunyai postur sedang yang langsing panjang, dengan ekor medium 17/18 cm tetapi keras dan tegang. Ekor putihnya terlihat berfungsi sempurna sebagai penyangga dengan proporsi agak panjang dan kaku, pola belahan putih hitam yang rapi khas MB Medan. Kepalanya agak besar, kepala bagian atasnya mendatar sejajar sisi paruh bagian atas dan tidak bulat, paruh agak panjang dengan tarikan bibir kearah bawah, matanya bulat besar bersorot tajam mengancam. Bulu tarung tebal berdiri menantang dipangkal paruh.  Keunggulan MB ini adalah mampu mengeluarkan isian yang dominan ngeroll dengan sangat kenceng dan rapat, daya rekam isian sangat baik dan saat dibongkar hampir menyerupai aslinya. Kata pemiliknya terdahulu MB ini didapat dari trotol hutan sekitar Rao -Pasaman Timur. Sudah sering koncer diusia muda di Sumatra MB ini ketika dibawa ke Jakarta langsung menjadi kampiun disebuah lomba 3 hari sejak kedatangannya. Saat ini menjadi pejantan di Padepokan Balak khusus untuk Galur Murni Trah Jawara MB Pasaman.


Menemukan MB Pasaman saat ini bisa dikatakan sangat sulit. Bahkan bagi masyarakat Sumatra Barat termasuk Kicau Mania di Pasaman sendiri juga sudah susah mendapatkan MB Pasaman yang asli. Team Padepokan Bala6 harus menelusuri kampung-kampung di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman Timur untuk dapat membawa pulang beberapa MB Jantan dan Betina asli pikatan hutan yang sudah dipelihara oleh penduduk. Beberapa malah sudah ada yang sudah sangat berumur dan sudah kenyang digantang di arena lomba. Tapi kebanyakan hanya menjadi koleksi kesayangan juragannya. Meskipun demikian proses seleksi tetap dijalankan berdasarkan katurangga, volume dan karakter yang menjadi kriteria Indukan Ring Digdaya.


Kami hanya mau yang terbaik yang nantinya akan menjadi basic blood penangkaran. Saat ini beberapa jantan MB Pasaman sudah ada ditangan untuk dimainkan diarena lomba kicau atau untuk langsung menjadi Indukan.

Trending artikel yang sedang hits:
  1. murai batu hutan batu busuk
  2. ciri ciri murai batu pasaman rau