berbagai jenis Cendrawasih dari papua ( bag 1 )

Posted on
Cendrawasih burung dewata dari tanah surga ( bag 1 )
Cendrawasih adalah beberapa jenis burung yang termasuk dalam keluarga Paradisaeidae, ada sekitar 43 jenis yang tersebar mulai dari Australia Timur hingga ke Papua Barat dan Maluku. Di Papua sendiri terdapat sekitar 38 jenis burung cendrawasih dengan penyebaran terbatas di dataran-dataran tinggi.  

Burung yang disebut juga sebagai burung dewata atau Birds of Paradise ini memiliki penampilan bulu yang sangat indah. Penampilan mereka akan semakin cantik ketika memasuki musim kawin. Pada saat itulah banyak jenis burung cendrawasih yang memamerkan keindahan bulu-bulunya melalui tarian-tariannya yang unik.

Banyak jenis cendrawasih yang mempunyai penampilan mirip burung gagak atau jalak, dengan bentuk paruh dan kaki yang sangat kuat. Umumnya burung ini memiliki bulu berwarna hitam dengan variasi warna lainnya yang terdiri dari warna merah, jingga, coklat dan hijau mengkilap. Sebagian besar spesies burung ini mempunyai suara yang cukup lantang.

Secara umum, sifat burung cendrawasih bisa diketahui dari penampilan dan warna bulu-bulunya. Burung yang bersifat poligami umumnya mempunyai warna yang berbeda pada jantan dan betinanya. Burung jantan mempunyai warna bulu yang bervariasi sedangkan betina berwarna kusam. Cendrawasih jantan dengan sifat poligami umumnya akan selalu setia dengan tempat peragaan atau tenggeran pertunjukannya, di situlah mereka akan menarik perhatian dari betina yang siap kencan dengannya. Nantinya, si betina yang akan membangun sarang dan merawat anak-anaknya sendirian. 

Sedangkan burung cendrawasih yang bersifat monogami, warna yang terdapat pada tubuh burung jantan dan betina adalah sama, dan umumnya memiliki bulu yang kusam. Jantan dan betina akan tinggal dalam sarang dan bersama-sama merawat anak-anaknya hingga dewasa. 

Burung cendrawasih, terbagi dalam tujuh kelompok yaitu: 

 

  1. Cendrawasih (3 jenis):
    merupakan pemakan buah berukuran agak kecil di pegunungan, bentuk warna jantan dan betina berbeda, pendek gemuk dengan sayap membundar dan perilaku umumnya tidak mencolok.
  2. Cendrawasih elok:
    berwarna hitam mirip gagak, bentuk jantan dan betina sama, hidup dihutan sub-alphin di dekat batas tumbuhnya pohon.
  3. Manukodia (5 jenis):
    berukuran agak kecil di pegunungan berwarna kehitaman mengkilap, bermata merah, hidup di hutan pamah dan pegunungan yang lebih bawah.  Terbang sangat bergelombang, dengan beberapa kepakan dari sayapnya yang membundar dan lebar, diikuti dengan melayang sebentar.  Ekornya kelihatan melekat jarang-jarang.  Paling mudah diidentifikasi dari suaranya.  Jantan dewasa memiliki trakea aneh berbentuk lup yang tidak ada pada burung berkicau lainnya.
  4. Paradigalla (2 jenis):
    hitam seperti beludru, bentuk warna sama, mempunyai gelambir berdaging warna-warni di puncak paruhnya, hidup di hutan pegunungan kawasan tengah.  Kedua jenis memiliki gelambir berdaging warna-warni di puncak paruhnya.
  5. Paruh Sabit (4 jenis):
    umumnya memakan serangga, kehitaman atau kecoklatan, paruh panjang sempit melengkung ke bawah, dua jenis diantaranya berekor panjang.  Jantan keempat jenis ini memiliki suara keras yang mudah dikenali, yang merupakan cara termudah untuk menemukannya.
  6. Cendrawasih Khas (17 jenis):
    kumpulan berbagai jenis yang bentuk dan warna jantan berbeda dengan betina, seukuran jalak atau lebih besar, pada betina datar bagian atas berpalang halus di bagian bawah.  Jantan terlalu beragam untuk disebutkan ciri-cirinya.  Kebanyakan memiliki suara keras yang menyingkapkan keberadaannya di hutan.
  7. Cendrawasih Paradisaea (7 jenis):
    jenis jantan dan betina berbeda, kecuali satu jenis (Cendrawasih biru) jenis ini dapat menari bersama, hidup di hutan pamah dan pegunungan bawah.  Jantan memiliki bulu pektoral termodifikasi, panjang dan berwarna cerah yang terdengar sampai jauh sekali.  Semuanya kecuali cendrawasih biru pentas bergaya di tempat pentas bersama. 

 

Trending artikel yang sedang hits:
  1. cara merawat burung cendrawasih
  2. cara merawat burung cendrawasih papua