Gudang Burung – Pemilik burung merpati aduan merawat peliharaan mereka bak atlet profesional. Segala macam keperluan vitamin sampai silsilah keturunan merpati unggulan amat diperhatikan.Setiap merpati mempunyai asupan nutrisi dan vitamin khusus. R…

Gudang Burung – Empat lelaki berdiri bersiap menunggu kedatangan burung merpati jatuh dari langit. Dua lelaki siaga memegang kentongan dan sisanya menatap tajam ke arah langit sambil mencengkeram merpati betina. Di Rawa Kuning, Jakarta Timur,…

Gudang Burung – Burung merpati tak hanya makan jagung, kedelai atau kacang hijau saja, akan tetapi juga membutuhkan bahan makanan dedaunan.Kurang dedaunan berakibat merpati akan loyo dan kondisinya kurang bagus . Saat pagi hari merpati sering meme…

Gudang Burung – Burung merpati di kalangan penghobi, terbagi menjadi beberapa kriteria yakni merpati untuk balap atau racing, merpati untuk lomba tinggian atau kolongan, merpati ternak, merpati hias dan merpati rumahan atau pedaging

Merpati balap, adalah burung merpati yang banyak di lombakan di track –track balap dengan jarak 500- s/d 1000 meter.
Merpati ini memiliki ketangkasan dan kecepatan saat terbang, sehingga bagi burung yang kualitas akan bernilai tinggi, sedang ketika masuk kandang ternak maka turunannya juga akan banyak di burung pelomba merpati balap.
Merpati  tinggian, adalah merpati yang di lombakan di arena lomba dengan track dan finis di sawah yang di tandai adanya kolongan  persegi  empat dengan tiang bambo car merah putih. Merpati yang ini juga bernilai tinggi namun jauh lebih murah bila di banding merpati balap.
Merpati  ternak, merupakan merpati yang di tangkarkan secara khusus untuk di ambil trah dan darah keturunannya hal ini di maksud agar anakannya bisa lebih bagus untuk lomba balap maupun tinggian
Merpati hias, adalah merpati yang juga banyak penghobisnya namun merpati yang jenis hias tidak di lombakan, jenis merpati hias cukup banyak di antaranya yang di kenal di Indonesia adalah Merpati gondok, Santinet, lahor bulu jeprak dan lain lain.
Merpati hias juga memiliki harga yang kompetitip sehingga banyak di lirik untuk lahan bisnis merpati hias.
Merpati rumahan merpati jenis rumahan juga di sebut merpati belehan atau pedaging, oleh karenanya banyak merpati jenis ini di manfaatkan untuk  pedaging atau kuliner, keberadaan merpati yang jenis ini banyak pula ketika ada acara tertentu maka ada symbol pelepasan merpati.

Saat berjalan, merpati tampak menggerakkan kepalanya ke depan dan belakang. Sebenarnya, burung ini tak melakukan hal tersebut. Saat kepalanya terlihat bergerak ke belakang, sebenarnya burung itu sedang menggerakkan badannya ke depan, hingga kepalanya “tertinggal” di belakang. Setelah itu, barulah ia memajukan kepala melewati badannya.


Hal ini dilakukan untuk membantu penglihatan selama bergerak dan mencari makan. Saat kepala diam, gambar distabilkan oleh retina dan benda bergerak menjadi jelas, terpisah dengan latarnya. Dan saat kepala bergerak, persepsi kedalaman gambar menjadi lebih akurat.
 
Jennifer Hancock dari Marietta College, dan Nancy Stevens serta Audrone Biknevicius dari Ohio University Heritage College  of Osteopathic Medicine, AS, melakukan penelitian terhadap seekor burung elegant-crested tinamous (yang warna bulunya hampir seperti burung puyuh). Mereka ingin mengetahui, apakah gerakan kepala terkait dengan gerakan kaki.

Tim ini menemukan bahwa saat burung ini berlari semakin cepat, anggukan ini tak terjadi. Satwa ini berlari dengan kepala menjulur ke depan, dan hal yang sama juga terjadi pada burung merpati. Uniknya ternyata anggukan dan gerakan kaki tak terkoordinasi dengan baik selama penelitian dilakukan.

Saat bergerak perlahan, langkah yang kebetulan sama dengan mulainya anggukan terjadi lebih lama. Hal ini dilakukan untuk memperhalus langkah kaki sementara gambar distabilkan di retina.

Penelitian menunjukkan tak ada hubungan antara anggukan kepala dengan pergerakan kaki, seperti yang selama ini diperkirakan orang. Bahkan, Hancock dan para koleganya menemukan bahwa pergerakan satwa ini justru terhalang oleh anggukan kepala, atau oleh keterbatasan visual yang memicu anggukan.

Sumber: National Geographics