Cara Memilih Bakal Indukan Burung Cucak Jenggot yang Berkualitas

28

Memilih calon indukan burung cucak jenggot yang bagus untuk dibudidayakan bukanlah perkara mudah. Sebab, dengan cara Generik, burung ini mempunyai ciri khas yang hamper sama, bagus warna bulu ataupun jambulnya. akan tetapi, kita tak wajib khawatir menyikapi hal ini (baca juga: pakan cucak jenggot).

Berikut ini diberikan bimbingan terkait cara memilih calon indukan cucak jenggot yang bagus untuk dibudidayakan (baca juga: ternak cucak jenggot).

1. Berasal dari trah juara
Istilah trah juara mengacu di keturunan juara lomba, bagus tingkat local ataupun tingkat nasional. Istilah ini sering digunakan oleh para penghobi dan pembudidaya cucak jenggot untuk mengangkat sentra budi dayanya. Mereka memakai istilah tersebut tak main-main, di karenakan menyangkut kualitas dari cucak jenggot yang dihasilkan. Cucak jenggot yang berasal dari trah juara pasti mempunyai kualitas yang bagus, menuruni indukannya. Selain itu, harganya juga jauh lebih tinggi daripada cucak jenggot yang yang tak berasal dari trah juara.

2. Bersifat jinak
Cucak jenggot yang bersifat jinak pasti mempunyai kemampuan beradaptasi tinggi bila dipindah ke dalam kandang budi daya. Selain itu, cucak jenggot seperti ini juga tak mudah stress, sehingga terhindar dari berbagai macam jenis penyakit berbahaya yang diakibatkan stress. Berbeda dengan cucak jenggot hasil hasil tangkapan dari hutan yang bersifat tak jinak. Cucak jenggot seperti ini akan sulit untuk beradaptasi di dalam kandang budi daya, sehingga stress dan sakit.

Baca Juga:  Tempat Yang bagus Untuk Budi Daya Burung Cucak Jenggot

Dalam budi daya cucak jenggot, kemampuan dalam beradaptasi di dalam kandang sangat diperlukan. Hal ini terutama Herbi dengan proses penjodohan. bila cucak jenggot bersifat sangat jinak, maka semakin mudah dalam proses penjodohan. Sebaliknya, bila cucak jenggot bersifat tak jinak, semakin sulit dalam proses penjodohan. Oleh di karenakan itu, dalam memilih calon indukan cucak jenggot yang akan dibudidayakan, sebaiknya kita memilih yang bersifat jinak.

3. Mengutamakan cucak jenggot dewasa
Kematangan cucak jenggot ditunjukkan saat menginjak umur 10 hingga 14 bulan. Namun, di tahap itu, tingkat birahinya masih dalam tahap labil serta kedewasaannya belum begitu terlihat. Dengan Perkataan lain, cucak jenggot masih mempunyai tingkat birahi yang cepat berubah, terkadang cepat naik dan cepat turun. Begitu juga saat didekatkan dengan lawan jenis, mentalnya masih belum merespon dengan bagus.

Cucak jenggot mulai menunjukkan kedewasaannya saat menginjak umur 1,8 tahun untuk pejantan, dan 1 tahun untuk betina. Para pembudidaya cucak jenggot yang sudah berpengalaman meyakini bahwa di tahap itu cucak jenggot sudah mampu mengendalikan diri dalam bereproduksi, sehingga proses reproduksi Bisa berjalan dengan lancer. Untuk itu, dalam memilih calon indukan cucak jenggot yang akan dibudidayakan, sebaiknya kita mengutamakan yang sudah dewasa.

Baca Juga:  Persiapan cucak jenggot sebelum dilombakan

4. Memastikan cucak jenggot dalam kondisi sehat dan lincah
kita juga wajib memastikan bahwa cucak jenggot dalam kondisi yang sehat. Dalam artian, tak terjangkit suatu penyakit berbahaya, bagus yang menular ataupun yang tak. Ya, syarat utama calon indukan cucak jenggot yang akan dibudidayakan haruslah dalam kondisi sehat. Sebab, hanya dengan kondisi sehat ini, prosespenjodohan dan reproduksi cucak jenggot Bisa berlangsung dengan cepat.

Selain itu, cucak jenggot juga wajib lincah atau terlihat gesit dalam gerakannya. Cucak jenggot yang berada dalam kondisi sehat serta lincah Bisa membagikan Agunan kelancaran dalam proses reproduksinya. Jarang sekali ditemukan cucak jenggot yang sakit Bisa bereproduksi dengan bagus.

Baca Juga:  Berikan ulat hongkong untuk cucak jenggot sebelum digantang

Baca Juga: Cara Merawat Bakalan Cucak Jenggot Supaya Cepat Gacor

5. mempunyai kelengkapan anggota tubuh atau tak cacat fisik
Proses budi daya cucak jenggot di umumnya memakai system berpasangan di dalam kandang model minimalis. Kandang model ini menuntut kita untuk membudidayakan cucak jenggot yang mempunyai kelengkapan anggota tubuh (tak cacat fisik) dan fungsinya dengan cara normal. Mengingat bahwa roses reproduksi dimulai dari penjodohan, perkawinan, bertelur, hingga membesarkan anak, maka cucak jenggot diharapkan Bisa menjalankan serangkaian proses reprodduksi itu dengan cara sempurna dengan memanfaatkan kelengkapan anggota tubuhnya.

Baca Juga: Memilih Calon Indukan Burung Cucak Hijau

Loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here