Liputan

Cara Membuat Murai Batu Ngotot dan Bongkar Isian, Rahasianya Cicak dan Katak

Tak semua kicau mania mengetahui bahwa cicak dan katak ternyata bisa membuat Murai Batu ngotot dan bongkar isian. Sebab, mayoritas dari mereka sering kali hanya memberikan pakan tambahan extra fooding berupa jangkrik, kroto, cacing, ulat kandang, ulat Hong Kong, dan lain-lain.


Kebanyakan kicau mania tidak berani mencoba karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada burungnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Om Sulistio Raharjo, pemilik Murai Batu Malaikat Subuh.


Om Sulistio Raharjo (facebook.com)

Om Sulistio Raharjo (facebook.com)

” data-medium-file=”https://i1.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2017/10/Om-Sulistio-Raharjo-facebook.com_.jpg?fit=300%2C300″ data-large-file=”https://i1.wp.com/burungnya.com/wp-content/uploads/2017/10/Om-Sulistio-Raharjo-facebook.com_.jpg?fit=781%2C779″>

Om Sulistio Raharjo (facebook.com)

Cicak, katak, dan hewan kecil lainnya menjadi pakan tambahan, 30 Murai Batu miliknya, terutama Malaikat Subuh. Pemberi pakan yang tergolong unik ini diketahui setelah dia dan teman-temannya pergi ke Hutan Bahorok.


Di sana, Om Sulistio Raharjo sempat melihat Murai Batu di dekat air terjun sedang mengorek-ngorek batu untuk mencari makan. Setelah didekati, ternyata pakan yang dicari-cari Murai Batu tadi adalah cacing-cacing kecil.


Tak hanya itu, hasil pengamatannya selama berada di habitat Murai Batu, dia menemukan bahwa ternyata pakan Murai Batu cukup bervariasi, di antaranya cacing air, udang air tawar, katak kecil, ikan kecil yang melompat dari sungai, dan cicak hutan yang warnanya hitam.


Jadi, pakan tambahan Murai Batu sebenarnya tidak harus cacing tanah, jangkrik, atau kroto, di habitat aslinya Murai Batu juga memakan berbagai jenis hewan kecil.


Om Sulistio Raharjo juga mengaku bahwa Murai Batu yang diberi cicak kecil, maka 1 jam kemudian, Murai Batu tersebut langsung bongkar semua suara isian. Pemberian cicak biasanya hanya dilakukan saat akan mengikuti lomba atau tempur di lapangan.


“Alhamdulillah walaupun Murai Batu di rumah tanpa kroto untuk perawatan hariannya. Tetapi Murai Batu yang mau ikut tempur, maka malam sebelumnya diberikan Cicak yang ukuran badannya kecil saja, agar Murai mudah menelannya,” kata Om Sulis Raharjo, seperti yang disadur dari MediaRonggolawe.com (14/1/2016).


Selain cicak, Murai Batu Om Sulis Raharjo juga diberi katak kecil atau bahasa Jawanya precil. Pemberian katak kecil cukup 2 ekor pada pagi hari dan 2 ekor pada sore hari. Variasi pakan ini dia berikan sudah sejak tahun 2000-an. Bahkan, dia terkadang juga menambahkan ikan guppy.


Menurutnya, katak kecil ternyata mempunyai khasiat yang bagus untuk Murai Batu. Manfaat katak kecil untuk Murai Batu seperti mendongkrak volume suara agar lebih keras dan kristal, menambah stamina, dan bulunya agar tambah mengkilat. Kalau mau lebih bagus, pilihlah kecebong atau anakan katak yang bentuknya masih mirip ikan.


Pemberian pakan cicak dan katak kecil bisa dilakukan dengan berbagai cara, tapi alangkah baiknya jika Anda mengikuti cara-cara berikut. Untuk pemberian pakan katak kecil, sebaiknya dipencet dulu bagian kepalanya agar dia tidak loncat-loncat saat diberikan ke Murai Batu.


Kalau cacing diberikan dalam kondisi hidup, Anda bisa memberikan pakan cacing 1 ekor sehabis mandi rutin setiap pagi. Kemudian hari Kamis, stop pemberian cacing.


Malam Minggunya diberi sekitar jam 7 malam diberi cicak 1 ekor. Lalu, besoknya pada hari Minggu sebelum ke lapangan, Murai Batu diberi cicak 1 ekor lagi. Ukuran cicak yang kecil saja biar mudah ditelan.


Perawatan Murai Batu dengan pakan tambahan tidak serta merta langsung membuat Murai Batu gacor atau bongkar isian. Setidaknya Anda harus melewati dua sampai tiga kali proses mabung agar Anda bisa mendapatkan settingan Murai Batu yang sesuai.


Di samping itu, Murai Batu mania juga harus tekun dan konsisten dalam merawat burung Murai Batu kesayangan. Walaupun tidak menggunakan kroto, pemberian kombinasi makanan jangkrik, cacing, katak, dan cacing sudah bisa membuat Murai Batu bersaing dengan lawan-lawan di lapangan.


Demikian cara membuat Murai Batu Ngotot dan bongkar isian menggunakan pakan tambahan cicak serta katak. Jika sudah terbiasa dengan EF katak dan cicak, maka dalam 1 jam setelah pemberian, burung Murai Batu Anda akan langsung bongkar semua suara isiannya mirip seperti Murai Batu Malaikat Subuh.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

About the author

Dian Anggraini

Majalah Kicau menjadi tempat membaca dan mencari referensi para penggemar burung. Mari kita jalani hoby sambil menjaga kelestarian burung berkicau di Indonesia. Salam Kicau!

Leave a Comment