Burung Cabe Bunga Api yang Cantik

29
perbedaan burung bunga api jantan dan betina
Cabai Bunga-api

Orange-bellied Flowerpecker
Dicaeum trigonostigma (Scopoli, 1786)

Deskripsi
Sangat kecil (8 cm), berwarna jingga dan biru. Kepala, sayap, dan ekor burung jantan berwarna kebiruan; punggung, tunggir, dan perut jingga khas, tenggorokan abu-abu. Punggung, sayap, dan ekor burung betina berwarna zaitun, perut kuning, tunggir jingga-kehijauan. Burung muda mirip betina, bedanya tanpa warna kuning dan jingga.
Iris coklat; paruh hitam; kaki abu-abu tua.

Suara
Memanjang dan berdengung “brrr-brrr”, “zit-zit-zit” diulang, bahkan sewaktu terbang. Juga kicauan khas yang sangat nyaring dan sedikit menurun “ci-cii-ciit-ciit-ciit-ciit”.

Penyebaran
Terdiri atas 17 sub-spesies, dengan daerah persebaran:
Global dan ras : India timur, Semenanjung malaysia, Sunda Besar, dan Filipina.

  • xanthopygium (Tweeddale, 1877): Luzon, Kepulauan Polillo, Mindoro, dan Marinduque, di Filiphina utara.
  • dorsale (Sharpe, 1876): Panay, Masbate dan Negros, di Filiphina barat bagian tengah.
  • cnecolaemum (Parkes, 1989): Tablas (Filiphina utara bagian tengah).
  • intermedium (Bourns & Worcester, 1894): Romblon (Filiphina utara bagian tengah).
  • sibuyanicum (Bourns & Worcester, 1894): Sibuyan (Filiphina utara bagian tengah).
  • pallidius (Bourns & Worcester, 1894): Cebu (Nug-as), di Filiphina timur bagian tengah.
  • cinereigulare (Tweeddale, 1878): Samar, Calicoan, Biliran, Leyte, Bohol, dan Mindanao, di Filiphina timur dan selatan.
  • besti (Steere, 1890): Siquijor (di selatan Bohol).
  • isidroi (Rand & Rabor, 1969): Camiguin Sur (di utara Mindanao).
  • assimile (Bourns & Worcester, 1894): Kepulauan Sulu bagian tengah (Jolo, Siasi, Tawi-Tawi).
  • sibutuense (Sharpe, 1893): Kepulauan Sulu bagian barat daya (Sipangkot, Omapoy, Sibutu).
  • rubropygium (Stuart Baker, 1921): India  timur laut (Assam timur), Banglades (termasuk Sundarbans), Myanmar bagian tenggara, selatan, dan barat daya di sebelah selatan sampai Semenanjung Thailand selatan.

Lokal dan ras: Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.

  • trigonostigma (Scopoli, 1786): Semenanjung Thailand selatan (sebelah selatan dari Trang) dan Semenanjung Malaysia, Kepulauan Anamba, Kepulauan Riau, Kepulauan Lingga, Sumatera dan pulau-pulau satelitnya (Kecuali pulau Simeulue) dan Pulau Karimata (di ujung barat daya Kalimantan).
  • antioproctum (Oberholser, 1912): Pulau Simeulue, di ujung barat laut Sumatera.
  • dayakanum (Chasen & Kloss, 1929): Kalimantan (termasuk pulau-pulau di ujung pantai utaranya).
  • megastoma (E. J. O. Hartert, 1918): Kepulauan Natuna.
  • flaviclunis (E. J. O. Hartert, 1918): Jawa, Bali, dan Krakatau.

Tempat hidup dan Kebiasaan:
Mudah dijumpai, menghuni hutan, semak, hutan mangrove, dan pekarangan sampai ketinggian 1000 mdpl., meski di beberapa tempat masih dapat dijumpai pada ketinggian 1800 mdpl. Beterbangan di atas tajuk pohon-pohon kecil, sendirian, atau dalam kelompok kecil, mencari makan berupa buah-buahan kecil, seperti benalu. Terbang tersentak-sentak dari pohon ke pohon dengan kepakan sayap yang cepat.

perbedaan burung bunga api jantan dan betina

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: 
Perlindungan: 

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

SHARE
Previous articleJenis Milet Pakan Burung
Next articleCiri Pleci Suara Bagus

Majalah Kicau menjadi tempat membaca dan mencari referensi para penggemar burung. Mari kita jalani hoby sambil menjaga kelestarian burung berkicau di Indonesia. Salam Kicau!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here