Categories
Liputan Burung

Warna Asli Badan Flamingo Bukan Pink

Apa yang paling paling menarik perhatian kita dari seekor burung flamingo? Jawaban kita pasti sama, yaitu tubuhnya yang berwarna pink atau terkadang berwarna oranye. Tapi tahukah kamu bahwa warna tubuh burung yang hidup dekat dengan air ini sebenarnya bukanlah pink. Jadi apa dong warna tubuh flamingo?
800px-Flamingos_Laguna_Colorada.jpg
Kawanan flamingo sedang mencari makan. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Warna asli tubuh flamingo adalah putih. Lalu mengapa yang kita lihat malah warna pink?
Pepatah “you are what you eat” atau “kamu adalah apa yang kamu makan” berlaku bagi flamingo. Flamingo menjadi pink dan oranye karena apa yang mereka makan. Flamingo menyantap alga dan hewan-hewan crustacea seperti udang yang mengandung pigmen alfa dan beta karoten. Enzim pada hati flamingo memecah karoten tersebut menjadi molekul pigmen pink dan oranye yang kemudian diserap oleh lemak yang terdapat pada bulu, paruh, dan kaki flamingo. Intensitas warna pink pada tubuh flamingo tergantung dari jumlah pigmen karoten yang mereka konsumsi. Jika mereka mengonsumsi makanan yang tidak mengandung karoten, maka warna pink pada tubuh mereka lama kelamaan akan memudar. Dan, voila! Tampaklah warna asli flamingo, yaitu putih pucat.
Flamingo adalah salah salah satu spesies burung tertua di dunia. Fosil mengatakan bahwa burung ini sudah ada sejak 50 sampai 60 juta tahun lalu. Mereka hidup di iklim tropis dan sub-tropis dan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, mulai dari Karibia, Amerika Selatan sampai Afrika, India, dan juga Mediterania. Hewan ini memiliki enam spesies yang berbeda yang kesemuanya adalah hewan sosial. Satu kelompok burung flamingo dapat terdiri dari puluhan ribu burung.
Secara umum, flamingo bukanlah hewan yang suka bermigrasi. Namun dalam keadaan mendesak, seperti perubahan iklim, berubahnya tinggi muka air, atau membekunya permukaan air dapat mendorong flamingo untuk berpindah. Jika flamingo harus bermigrasi maka mereka akan bermigrasi pada malam hari.
Flamingo mencari makan dengan cara menyaring lumpur yang ada di dasar perairan. Kaki-kaki mereka yang panjang memungkinkan mereka untuk berjalan di perairan yang lebih dalam. Ketika ingin menyaring makanan, mereka akan memasukkan paruh mereka ke air, meraup lumpur, dan membalikan paruh tersebut. Paruh flamingo mengandung lamellae yaitu lapisan tipis yang berfungsi untuk memisahkan lumpur dengan udang, alga, moluska, larva serangga, dan mahkluk-makhluk air lainnya.
Flamingo jenis Lesser, James, dan Andean memakan alga, cyanobacteria, dan tanaman. Mereka memiliki paruh yang lebih besar dan lamellae yang lebih kaku untuk menyaring partikel-partikel halus di dalam air. Sementara tiga spesies flamingo lainnya, yaitu flamingo Karibia, Chili, dan flamingo besar memakan organisme yang lebih besar seperti serangga, hewan-hewan invertebrate, dan ikan-ikan kecil. Mereka juga menggunakan kaki mereka untuk mengais-ngais lumpur sehingga udang dan larva dapat keluar dari dasar air.
Manusia juga mengonsumsi makanan yang mengandung karoten. Lalu apakah warna kulit manusia juga dapat berubah jika memakan karoten? Bisa. Tapi biasanya manusia tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karoten sebanyak flamingo. Contoh makanan yang dikonsumsi manusia adalah wortel yang mengandung beta karoten dan semangka yang mengandung lycopene. Karoten yang manusia konsumsi dapat berperan sebagai antioxidant dan digunakan untuk memproduksi vitamin A.
Flamingo mulai disimpan di kebun binatang pada 1958 di kebun binatang Basel, Swiss. Jenis flamingo yang disimpan saat itu adalah flamingo dari Chili. Semenjak saat itu, flamingo mulai hidup di banyak kebun binatang di dunia. Di kebun binatang di Adelaide di Australia pernah hidup flamingo tertua di dunia. Nama flamingo tersebut adalah greater. Burung ini menutup usia pada Januari 2014 yang lalu dengan umur 83 tahun.
Categories
Perawatan Burung

Burung Terkecil di Dunia Ini Mampu Terbang Mundur

Kalau burung bisa terbang adalah hal yang biasa. Tapi kalau ada burung yang bisa terbang mundur, itu baru luar biasa. Coba perhatikan burung yang ada di sekitarmu, kebanyakan dari mereka hanya bisa terbang ke depan. Jika mereka ingin terbang ke belakang, mereka harus terbang berbalik arah.
Anna's_hummingbird.jpg
Tapi tidak begitu dengan burung kolibri. Burung yang dinobatkan sebagai burung terkecil di dunia ini menjadi perhatian banyak saintis, ahli burung, dan para peneliti karena pola dan kemampuannya mengubah arah terbang, mulai dari terbang ke depan, ke samping, dan bahkan ke belakang. Dalam satu detik, burung kolibri dapat mengepakkan sayapnya antara delapan sampai dua ratus kepakan. Burung yang berukuran kecil biasanya memiliki sayap yang tidak terlalu lebar. Agar mereka tidak jatuh, burung kolibri harus terus menggerakkan sayapnya dengan sangat cepat.
Rata-rata panjang tubuh burung kolibri adalah 7,5 sampai 13 cm. Dengan ukuran terkecil yang pernah tercatat adalah 5 cm. Sementara berat tubuh burung yang berasal dari benua Amerika ini hanyalah 2 gram saja.
Selain memakan getah pohon, buah, lalat buah, dan serangga, burung kolibri juga suka hinggap pada bunga-bunga untuk menghisap nektar. Ketika mereka keluar dari bunga, biasanya mereka akan terbang mundur untuk kemudian pindah ke bunga yang lainnya. Selain kemampuan untuk terbang mundur, hal lain yang menarik dari burung kolibri adalah sayapnya yang dapat digerakkan ke depan dan ke belakang. Sekitar 99 persen burung di dunia ini mengepakkan sayapnya ke atas dan ke bawah. Tapi burung kolibri menggerakkan sayapnya secara 180 derajat.
Burung kolibri dapat terbang dengan kecepatan 48 km/jam. Tapi dalam musim kawin, seekor kolibri jantan dapat terbang sampai 96 km/jam. Mereka membutuhkan makanan yang kaya akan kalori sebagai pasokan tenaga agar mereka dapat tetap menggerakan sayapnya dengan cepat. Dalam hari-hari yang biasa, burung kolibri dapat mengonsumsi gula sebanyak dua kali lipat dari berat tubuhnya. Karena kebutuhan makanan yang cukup banyak inilah, mereka menghabiskan lima sampai delapan jam sehari hanya untuk mencari makan. Sembilan puluh persen waktu terbang mereka digunakan juga untuk mencari makan.
Karakteristik menarik lainnya dari burung kolibri adalah jumlah bulu yang dimiliki. Seekor burung kolibri memiliki bulu sebanyak 1000 sampai 1500 helai. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari pada jumlah bulu pada burung kebanyakan. Bulu yang tidak terlalu banyak ini membuat berat tubuh burung kolibri menjadi ringan dan mudah untuk terbang.
Tapi jangan tertipu dengan ukuran tubuhnya yang mungil. Meskipun kecil, burung kolibri adalah penerbang yang handal. Mereka biasanya melakukan migrasi dari Amerika Utara ke Amerika Selatan untuk menghindari musim dingin. Migrasi tersebut dilakukan antara bulan Agustus sampai bulan Oktober. Mereka mampu terbang sejauh 2000 km tanpa istirahat. Dalam satu hari mereka mampu terbang sejauh 800 km.
Lalu apakah ada burung lain yang juga dapat terbang mundur?
Hanya sedikit burung yang bisa terbang mundur. Dan burung-burung tersebut pun tidak terbang mundur seperti burung kolibri. Burung flycatcher, burung warbler, dan burung heron (sejenis bangau) dapat bergerak ke belakang sebagai bentuk pertahanan. Burung cuckoo terlihat seperti mampu terbang mundur ketika ada angin kencang. Tapi hanya burung kolibri lah yang mampu terbang mundur dalam waktu yang cukup lama.
Categories
Liputan Burung

Viral Kawanan Burung Terbang Mengitari Kakbah Seperti Tawaf

Galeri haji 2019, tawaf awal
Foto jemaah melaksanakan tawaf mengelilingi Kakbah di Makkah. Dok: Media Center Haji/Darmawan
Video burung yang terbang di atas kakbah viral. Tayangan tersebut menunjukkan sekawanan burung “memutari kakbah” laksana tawaf.
Video itu diunggah emanchanneltv pada 13 Maret 2020 dalam akun Instagram-nya. Berikut postingannya:
Belum diketahui hal-hal terkait kapan video itu diambil dan apa penjelasan atas aktivitas burung-burung itu.
Adapun dalam kolom komentar, sejumlah netizen bereaksi. Berikut di antaranya:

Ada yang merasa itu video lama

Screen Shot 2020-03-13 at 8.42.06 AM.png

Ada yang mengaguminya

Screen Shot 2020-03-13 at 8.41.59 AM.png

Ada yang menyukainya

Screen Shot 2020-03-13 at 8.41.42 AM.png
Categories
Lomba Burung

Tahun 2020, Pemilik Burung Cucak Ijo Harus Miliki Surat Izin

WhatsApp Image 2019-06-14 at 19.34.55.jpeg
DILINDUNGI: Kepemilikan Burung Cucak Ijo bakal diatur lebih ketat lagi pada tahun depan. (Foto: http://merawat-burung.blogspot.com/
Sejak 2018 lalu, burung Cucak Ijo (chloropsis sonnerati) sebenarnya sudah masuk dalam kategori dilindungi. Ketetapannya tercantum dalam Permen LHK (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) tahun 2018 nomor 20 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Sayangnya, aturan itu masih sering ditabrak. Sebab, penjualan cucak ijo masih tetap marak terjadi.
Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Pelaksana, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Sukron Makmun, mengaku belum bisa menindak praktik tersebut. Pasalnya, dalam rentan waktu dua tahun setelah aturan itu diterbitkan, pihaknya masih punya tugas untuk mensosialisasikannya ke masyarakat.
”Berdasarkan Permen LHK itu, warga yang punya ataupun yang jual beli cucak ijo diberi waktu 2 tahun untuk melaporkannya kepada kami,” terang dia. Selama masa sosialisasi itu berlangsung, BKSDA belum bisa melakukan penindakan. ”Jika setelah 2 tahun mereka (masyarakat) tetap tidak melapor, berarti mereka tidak akan punya bukti surat dari kami (BKSDA). Maka setelah H + 1, bisa dilakukan proses hukum,” papar Sukron.
Ia lants menjelaskan bila aturan tersebut diterbitkan pada 5 September 2018. Sehingga Permen LHK tersebut baru memiliki kekuatan hukum pada tanggal 6 September 2020 nanti. Saat jadwal itu tiba, para pemilik burung cucak ijo harus memiliki surat ijin dari BKSDA atau bukti bahwa burung Cucak Ijo tersebut memang dimiliki sebelum peraturan tersebut ditegakkan.
Jika setelah itu mereka kedapatan memiliki Burung Cucak Ijo tanpa surat ijin, maka pihak BKSDA dan pihak kepolisian bisa menindaknya. ”Jadi buktinya itu dari BKSDA. Jika mereka tidak bisa membuktikan ya berarti itu omong kosong. Jadi 2 tahun itu merupakan waktu yang tersedia untuk masyarakat agar melaporkan ke BKSDA,” bebernya.
Di sisi lain, serangkaian kegiatan sosialisasi tetap aktif dilakukan mereka. ”Untuk upaya sosialisasi kami sebenarnya sudah sering melakukannya. Salah satunya door to door ke Splendid (Pasar Burung) misalnya,” kata dia. Dari sisi pengawasan, pihak BKSDA mengaku kerap memantau media sosial.
”Jual beli memang banyak dilakukan secara online. Jadi kami sebenarnya kalau ke lapangam hanya tersisa sedikit (cucak ijonya). Sebab jika kami ke pasar, sebenarnya kami jarang menemui hewan ini karena pedagang itu kucing-kucingan,” terangnya. Terpisah, pendiri sekaligus Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, mengakui bila burung Cucak Ijo masih banyak diburu warga.
”Cucak Ijo banyak dicari karena suaranya. Ini jenis burung yang kicauannya memang indah. Jadi banyak dipakai lomba. Harganya pun memang mahal,” kata dia. Rosek lantas mengungkapkan bila burung tersebut bisa dijual hingga puluhan juta rupiah. ”Jadi kalau kami temukan di lapangan, paling rendah itu harganya Rp 500 ribu. Namun kalau sudah terlatih ya tidak ada batasnya. Mungkin bisa laku hingga puluhan juta rupiah,” tambahnya. Sama seperti BKSDA, ia juga mengaku bila pihaknya tetap aktif melakukan sosialisasi. Beberapa daerah yang dianggap rawan kerap disambanginya. Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat
Categories
Liputan Burung

Inilah 10 Burung Paling Populer Tahun 2020

Dalam lomba tersebut juga menyajikan banyak jenis burung yang memiliki penggemarnya dan keistimewaan masing-masing. Setiap kelas selalu full gantangan untuk beberapa kelas burung, bahkan dalam sekali event jenis burung tersebut memiliki 7 hingga 8 kelas dan setiap sesi selalu terisi full.

Burung jenis apakah yang mendominasi trend burung terpopuler 2020 belakangan ini? Dan apa keistimewaan burung tersebut?

Berikut adalah Jenis Burung Terpopuler 2020 


10. Cendet

Burung cendet merupakan burung yang bertipikal fighter dan sangat menjaga daerah teritorial mereka dari burung cendet lain. Cendet juga memiliki keistimewaan dapat menirukan puluhan suara burung lain dan hampir 90% sama persis suara yang dihasilkan dengan burung aslinya.

Cendet

Burung cendet memiliki penggemar tersendiri dan bisa dikatakan eksistensinya bertahan cukup lama. Walaupun tidak selalu ada dalam kelas lomba, cendet tetap memiliki cukup banyak penggemar di berbagai wilayah, terutama di wilayah Jawa Timur.

Cendet memiliki tubuh yang proposional dengan ekor berkisar antara 8-13 cm dan badan yang tegap.


9. Jalak Suren

Burung yang satu ini memiliki perpaduan warna hitam dan putih yang sangat kontras, membuat jalak suren terlihat elegan dan menawan.

Jalak-Suren

Dan tingginya permintaan pasar burung jalak suren. Jalak suren dapat dengan mudah menirukan beberapa suara burung lain, dan memiliki tipikal vokal yang kasar namun tetap enak didengar. Gaya uniknya saat berkicau yaitu dengan membuka kedua sayapnya mirip seperti burung garuda dan badannya yang naik turun seakan memompa sesuatu.


8. Ciblek

Ciblek adalah salah satu burung murah suara mewah – burung yang satu ini memiliki nama latin (prinia familiaris), salah satu burung kecil pemakan serangga. Dengan postur tubuh yang berukuran kecil – sekitar 15cm dari ujung paruh hingga ujung ekor. Bertubuh kecil dan bergerak sangat lincah. Burung ini memiliki warna abu-abu. Burung tersebut bertipikal sangat fighter.

Ciblek

Ciblek memiliki banyak penggemar. Dibeberapa kontes burung menampilkan kelas ciblek dan kerap kali terjadi persaingan sengit di arena lomba yang dijalani oleh burung imut berwarna abu-abu ini. Tapi jangan salah, walaupun imut tetapi suara burung ciblek ini dapat membuat telinga bergetar dengan vokal suara kasar yang khas atau kicau mania biasa menyebutnya “nembak” dan “ngebren”.

Di alam liar populasi burung ini hampir punah, namun akhir” ini sudah ada pecinta burung ini yang membudidayakannya untuk menjaga kelestariannya dan pecinta burung tersebut dapat menikmatinya dalam jangka panjang.


7. Kacer

Burung hitam putih satu ini sangat elegan dipandang. Tubuh porposional dengan kicauan merdu dipadu lengkingan-lengkingan khas burung kacer.

Kacer

Haga burung kacer saat ini sedang turun. Jadi ini moment yang pas jika anda ingin memelihara burung tetapi kantong lagi seret 😀


6. Cucak Ijo

Berwarna hijau dengan topeng hitam di bagian muka membuat burung ini terkesan gagah.

Cucak-Ijo

Burung ini memiliki nama latin (chloropsis sonnerati) dan menyebar di beberapa daerah antara lain Kalimantan, Jawa, Sumatra, Brunei D, Hingga Malaysia. Namun cucak ijo fenomenal berasal dari Bayuwangi.

Cucak ijo juga mahir menirukan beberapa suara burung lain dengan sentuhan kasar khas cucak ijo dapat memanjakan telinga penggemarnya.


5. Kenari

Burung satu ini memiliki cukup banyak penggemar. Memiliki banyak warna dan kicauan bertipikal “ngeroll” burung ini ramai dalam kontes burung yang berlangsung dari kelas latber hingga event nasional.

Kenari

Memiliki banyak variant jenis dari Yorkshire yang berukuran besar hingga lokal yang berukuran kecil, dan harga relatif terjangkau untuk jenis lokal. Dalam perawatannya juga cukup mudah, jadi sangat cocok dipelihara bagi kicau mania junior

Burung ini terbilang aktif dalam berkicau. Sanggup berkicau dari pagi hingga sore. Dari sini lah pesona kenari sangat menonjol.


4. Pleci

Burung kecil suara keras dan melengking satu ini tak kalah dengan burung-burung yang memiliki postur besar dalam hal kicau dan peminatnya.Pleci

Burung ini termasuk dalam burung koloni. Saat berkicau dengan full power burung ini bisa disebut “ngalas”, dan memiliki banyak variant kicauan menirukan burung lain.


3. Kolibri

Kolibri merupakan burung kecil dominan warna hitam mengkilap pada tubuhnya, membuat burung ini sangat eksotis jika dipandang.

Kolibri

Burung pemakan madu ini sangat mahir dalam menirukan suara burung lain dengan sentuhan roll dan speed serta crecetan, beset-besetan tajam membuat lagu tersebut enak didengar, dengan gaya ” ngobra” yang dimiliki.

Guru vokal yang sangat baik karna lagu yang dibawakan rapet dan memiliki speed yang cukup cepat. Akhir-akhir ini eo perlombaan burung juga memberikan kelas khusus pada burung ini karna banyak permintaan dari pecinta burung mungil yang satu ini.


2. Murai Batu

Murai batu merupakan burung kicau termahal jika dibandingkan jenis burung kicau yang lain.

Murai-Batu

Dengan gaya main “ngeplay” dapat mengeluarkan perpaduan suara asli yang dimiliki dan tembakan-tembakan tajam meniru suara burung lain. Tak heran bila burung ini menjadi “maskot” kicau mania.


1. Love Bird

lovebird merupakan burung cinta dan jenis burung yang tidak mudah stres, memiliki banyak warna dengan kicauan “ngekek” menjadi senjata utama burung ini dapat memiliki paling banyak penggemar dibandingkan dengan burung-burung lainnya.

Lovebird

Penangkarnya pun semakin hari semakin membludak didakarenakan banyaknya permintaan pasar untuk burung ini.


Itulah informasi yang dapat kami berikan tentang jenis burung yang sedang populer dan burung yang akan mahal di tahun 2020 Apakah burung kesayangan anda masuk dalam kategori jenis burung – 10 besar.?.

Bagi anda yang baru belajar dan baru ingin memelihara burung. Tetap update informasi di website resmi kami kacer.co.id dan mari bersama-sama kita rasakan atmosfir burung kicau mania.

Categories
Harga Burung

4 Jenis Burung Kicau Paling Mahal Di Dunia Tahun 2020

Banyak yang beranggapan bahwa, memelihara hewan bersayap hanyalah untuk menyalurkan hobi semata. Namun siapa yang menyangka bahwa, memeliharanya kicauan justru memerlukan modal yang begitu besar.

Seperti yang pepatah katakan bila, ada barang ada pula harganya. Semakin tinggi harga yang ditawarkan, tentu saja suara yang dihasilkan tidak akan mengecewakan. Agar tidak penasaran, berikut daftar burung kicau termahal di dunia.

 

Deretan Jenis Hewan Terbang Berkicau yang Bernilai Jual Tinggi


1. Kenari

Meski banyak ditemukan di tanah air, namun bukan berarti Kenari Yorkshire ini berasal dari Indonesia. Hewan imut dari Eropa ini, masuk dalam daftar hewan terbang termahal sejak tahun 2017 silam. Harganya yang melambung tinggi, tidak mengherankan bila tidak banyak yang memeliharanya. Bahkan para pecintanya harus rela menguras isi dompet lebih dalam, keteika ingin memelihara si Kenari satu ini.

burung-kenari

Tak main main, untuk satu ekornya saja bisa mencapai Rp. 10 jutaan. Namun harga tersebut, dianggap sejajar dengan keuntungan yang bisa dinikmati oleh pemiliknya. Suara kicauannya yang keras, terdengar dominan daripada jenis Kenari lainnya.

Tidak mengherankan bila hewan satu ini, seringkali ikut berpartisipasi di kontes kicauan. Ditambah dengan ciri fisiknya yang terlihat sangar, menjadikannya tampak menakutkan bagi burung lainnya.

2. Kacer

Burung Kacer dikenal miliki suara indah saat berkicau, membuat namanya kian melambung tinggi Terbilang cukup mudah ditemukan di tanah air, sehingga tidak mengherankan bila masyarakat banyak yang memeliharanya sebagai hewan peliharaan unggulan.

Tingkat kepopulerannya didapatkan, karena miliki kemampuan untuk menirukan suara kicauan dari hewan terbang lainnya. Selagi berkicau dengan merdu, hewan satu ini juga cukup atraktif dengan memainkan ekornya.

burung-kacer

Tidak banyak yang menyangka bahwa, hewan terbang satu ini dibandrol dengan harga yang cukup fantastis. Untuk bisa membawanya pulang, setidaknya anda harus menyiapkan dana hingga Rp. 1,5 jutaan per ekornya.

Namun perlu diketahui bahwa, harga tersebut masih belum termasuk jika si burung Kacer pernah membawa kemenangan di gantangan. Tentu saja nilai jualnya akan semakin melambung, dan tidak sembarang orang bisa memilikinya.

3. Murai Batu

Masih berasal dari Indonesia, Burung Murai Batu masuk menjadi hewan kicauan dengan nilai jual yang cukup tinggi. Semakin membanggakan, hewan satu ini hanya bisa ditemukan di kawasan tanah air saja namun kepopulerannya terdengar hingga ke negara tetangga.

Meski harganya terbilang tinggi, para pemiliknya tidak akan dibuat menyesal membelinya. Sebab hewan ini miliki kualitas suara merdu yang menyengkan untuk didengarkan, yang membuat pendengarnya merasa terbuai.

burung-murai

Untuk bisa memilikinya, setidaknya anda harus menyiapkan dana sekitar Rp. 3 jutaan. Selain dikenal dengan nilai jualnya yang tinggi, hewan satu ini juga perlu diberikan perawatan ekstra. Hal ini dilakukan untuk mnejaga suara khas yang dimilikinya, agar tetap terjaga dengan baik.

Apabila ingin membudidayakannya, pastikan untuk memilih indukan berkualitas tinggi untuk menghasilkan anakan berkualitas pula untuk mendapatkan keuntungan lebih.

4. Anis Merah

Burung Anis Merah ini cukup populer di kalangan pecinta burung kicauan di tanah air, karena suara yang dihasilkannya terdengar unik nan menarik perhatian pendengarnya.

Tidak didapatkan dengan cara instan, suara khas yang dikeluarkannya didapatkan dari perawatan rutin selama hidupnya. Sehingga tidak mengherankan bila, hewan berkicau satu ini dibandrol dengan harga yang cukup fantastis. Harga yang ditawarkan pun beragam, tergantung dari tingkat kualitas yang dimilikinya.

burung-anis-merah

Seringkali dipandang sebelah mata, siapa sangka para pecinta hewan berkicau memerlukan modal cukup tinggi untuk bisa melakukan hobinya tersebut. Bahkan untuk satu ekornya saja, mereka perlu mengeluarkan dana mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah.

Belum lagi jika si hewan berkicau tersebut, pernah menyabet penghargaan ketika mengikuti sebuah perlombaan. Semakin tinggi harganya, kualitas yang ditawarkan pun tidak main main.

Demikian informasi yang dapat kami berikan tentang burung kicau termahal di tahun 2020. Jika saya ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf. Semoga kiranya dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi teman-teman di dunia burung kicau. Terima kasih.

Categories
Harga Burung

8 Burung Termahal di Indonesia yang Harganya Bikin Geleng Geleng

Memelihara burung mungkin sering dianggap hobi yang murah oleh masyarakat awam. Padahal pada kenyataannya, butuh modal yang besar banget bagi siapa pun yang ingin menekuni aktivitas memelihara burung. Jangankan satu atau dua juta, kalau sudah kadung gandrung, seseorang bisa menghabiskan puluhan bahkan belasan juta.

Mahal tidaknya hobi ini sendiri tergantung dari jenis burung yang dipilih. Tentu saja kalau burungnya langka dengan kualitas bagus, maka harganya juga mengikuti dan sebaliknya. Soal burung super mahal, di Indonesia ada beberapa yang punya julukan demikian. Apa saja burung yang dimaksud? Simak ulasannya berikut.

Cucak Rowo

Cucak Rowo [image source]

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan harganya yang mahal. Namun itu sebanding dengan kicauannya yang sangat merdu. Untuk harga, asal kamu tahu, banderolnya cukup mahal. Kisarannya sekitar Rp 2-5 jutaan untuk Cucak Rowo biasa. Harganya tentu bisa berlipat-lipat kalau ia keturunan juara apalagi jika kita beli si jagoannya sendiri. Bisa setara motor harganya.

Murai Batu

Murai batu [image source]

Dengan bentuk tubuh yang sangat ramping dipadukan warna bulu yang mencolok membuat harga burung ini menjadi mahal. Untuk satu ekornya adalah kisaran Rp 1 juta sampai Rp 3 juta rupiah. Untuk melatih kicauan burung ini harus dibutuhkan ketelatenan karena murai batu dikenal cukup sulit dilatih. Namun bila sudah terlatih, pastinya burung ini memiliki kicauan yang sangat indah.

Cucak Ijo

Cucak Ijo [image source]

Burung yang satu ini sudah terkenal dengan kemampuan kicaunya yang tidak kalah dengan burung yang lain. Harga satu ekor burung Cucak Ijo adalah antara Rp. 1 Juta hingga Rp. 2 Juta. Burung yang mempunyai nama lain Cipo ini mempunyai paruh kecil yang panjang serta bulunya yang berwarna hijau. Burung jenis ini sudah sering dipakai dalam perlombaan.

Jalak Suren

Jalak Suren [image source]

Burung Jalak Suren dibandrol dengan harga sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta rupiah. Jalak Suren ini biasanya juga disebut dengan Jalak uret. Burung ini memiliki bentuk tubuh yang kokoh serta paruh yang unik membuat para pencinta burung senang memeliharanya. Selain itu suara kicauan yang dihasilkan sangat merdu dan nyaring.

Kacer

Kacer [image source]

Sosok yang pandai menirukan suara burung lain ini juga masuk dalam deretan burung termahal di Indonesia. Kisaran harga dari satu ekor burung ini adalah Rp. 250 ribu hingga Rp. 1,5 juta. Burung yang memiliki nama lain Jalak Poci ini mempunyai suara sangat nyaring sehingga sangat sering dipakai dalam kejuaraan.

Anis Merah

Anis merah [image source]

Para pencinta burung biasanya juga sering menyebutnya burung punglor. Burung ini terbilang unik karena saat sedang berkicau kadang burung punglor ini punya kebiasaan teler. Keunikan tersebut yang membuat para pencinta burung memilih burung ini sebagai peliharaan burung kicaunya. Kisaran harga untuk punglor ini adalah sekitar Rp 600 ribu-an.

Kenari

Kenari [iamge source]

Burung yang satu ini pasti sering terdengar di telinga masyarakat. Burung yang berasal dari pulau Canary ini, untuk setiap ekornya dibandrol dengan harga Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Bahkan untuk beberapa jenis kenari memiliki harga paling rendah 1 juta rupiah. Selain perawatannya yang mudah, bentuk tubuhnya yang bagus serta suara yang gacor menjadi alasan mengapa burung ini dipilih oleh pencinta burung.

Love Bird

Love Bird [image souce]

Burung yang satu ini lebih dikenal karena kecantikan bentuk tubuhnya. Burung ini melambangkan sebuah kesetiaan dalam hubungan, karena itulah banyak orang yang mencari burung ini untuk dipelihara. Satu ekornya memiliki harga mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 Juta. Namun bila sudah memenangkan perlombaan, banyak orang yang berani membelinya dengan harga ratusan juta.

Mengetahui beberapa burung termahal di Indonesia itu pastinya mematahkan pendapat masyarakat bahwa ini hobi yang murah. Mahalnya harga burung dipengaruhi oleh berbagai aspek, selain itu biaya pemeliharaan juga patut diperhitungkan. Tapi, ya namanya kalau sudah senang, mau bagaimana lagi?